Monopoli Kebenaran Versi Kaum Fundamentalis Agama 42

Rabu, 12 Mei '10 02:53

 

"Agama adalah petunjuk ke jalan yang benar,

tetapi bukan kebenaran itu sendiri"

 

 

Beberapa kata yang terangkum dalam kalimat di atas mengandung efek samping yang membuat kita sedikit gauk-garuk kepala, mengarahkan pandangan ke atas, atau mengernyitkan dahi sejenak. Suatu pernyataan yang menganggap agama sebagai jalan, bukan diperlakukan sebagai tujuan akhir yang mutlak disepakati. Lebih jelasnya dianggap titik akhir atau ekspresi final suatu kebenaran. Kemudian berujung pada pengakuan agamanya yang paling benar dan harus ditegakkan hingga beragam cara ekstreme dilakukan.

Diantar oleh beberapa bahan obrolan yang sempat menjadi adegan panas di arena warung kopi. Agama yang sejatinya mengajarkan kedamaian, tiba-tiba membuka wajah seram di balik topengnya. bom bunuh diri, pembantaian, dibakar hidup-hidup, penghancuran gedung keagamaan, diperkosa secara massal, dan hal-hal lain yang menunjukkan wajah mengerikan dari suatu agama.

Karen Armstrong dalam "Sejarah Tuhan" juga telah membedah virus Fundamentalisme agama ini dengan komprehensif, sampai pada suatu kesimpulan bahwa Fundamentalisme tidak ayal lagi sangat dekat dengan radikalisme kekarasan".

Sedikit belajar dari fenomena hindu yang masuk dengan berupaya menyesuaikan dengan nilai-nilai kebudayaan di indonesia. Sebagai contoh warga hindu di india yang mensakralkan hewan sapi hingga hewan tersebut diagungkan dan dianggap suci. Berbanding terbalik dengan hal tersebut, umat hindu di negri ini bebas menyembelih hewan yang dianggap suci itu. Lain halnya dalam konteks kekinian beberapa agama justru menolak nilai-nilai kebudayaan tradisional maupun yang telah berkembang.

Beberapa kelompok muslim yang bercita-cita mendirikan negara islam dengan sistem khilafah tentunya menurut versi mereka masing-masing. Yang perlahan merotasi kebudayaan suatu negara dengan mengembalikan pada masa lalu periode kejayaan agamanya. Dalam bayang-bayang "de javu" melahirkan kekaguman membabi buta yang akhirnya menguras habis wacana kritis.  Sebagai akibat dari pemahaman kitab dalam acuan teks, tanpa memperdulikan konteks kitab itu sendiri. Dalam artian tidak meyakini adanya gerak sejarah.

Kompleksitas agama menjalar ke ranah kepentingan politik. entah dalam bentuk adu domba antar agama atau penjinakan kaum beragama. menakut-nakuti mereka dengan api neraka dan berbagai stigma bersemi karenanya. Lebih jelasnya bukan memperbaiki moral dalam berpolitik malah menjadikan agama sebagai senjata untuk berkuasa.

Agama yang seharusnya berperan sebagai perekat heterogenitas dan pereda konflik menjadi diragukan eksistensinya. Ajaran seputar moral itu yang seharusnya menuntun kita bukan hanya untuk menghormati perbedaan, tetapi mencintai perbedaan yang mengandung unsur kekayaan atas perbedaan itu sendiri.


 

 


Tag: fundamentalisme agama

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

FF Haq 0 0
Agama sebenarnya perlu sebuah penyesuaian makna (Konteks Kekinian). Sebab sebenarnya landasan untuk melakukan radikalisme dalam beragama memiliki makna yang berbeda jika dikaji lagi. Melawan bukan berarti membunuh atau menyiksa.

Die Key belajar nulis 0 0
agama itu ada karena manusia ada..
terbukti agama diciptakan untuk kesejahteraan manusia..
kaum fundamental melakukan sesuatu pemberontakan yg anarkis karena tergiur aroma surga (pahala hanya milik pribadi)..
sisca civitas 0 0
"IS RELIGION KILLING US ? "

FF Haq 0 0
@Sisca: Tidak kok..... Tapi biasanya kita tidak dapat memahami apa yang terkadung dari suatu ajaran atau perintahnya, sehingga sering kali kita dibuat kesulitan pula... : p

@Die: Kalau Tuhan untuk syapa?
Die Key belajar nulis 0 0
untuk penjaga gerbang moral..
FF Haq 0 0
Untuk syapa? bukan untuk apa?
Die Key belajar nulis 0 0
personal..
bayulogi 0 0
Ada pendapat dari Rektor UIN, Komaruddin Hidayat, di harian Kompas (15 Januari 2010);

"Tanpa melibatkan Tuhan saja berbagai peperangan yang sadis dan brutal terjadi di mana-mana. Terlebih lagi jika emosi agama ikut hadir menambah amunisi peperangan."




FF Haq 0 0
@bayulogi: Karena Tuhan bisa dijadikan landasan berperang. Dan agama menjadi alat.
Die Key belajar nulis 0 0
bayulogi: wuiik, bayangkan jika dalah sebuah peperangan ada banyak versi tuhan. dalam artian setiap agama yg berperang membela tuhanya masing2..
karen armstong pernah bilang kalau tuhan itu gak perlu dibela..
titus ray 0 0
mungkinkah TUHAN akan mnjawab banyak pertanyaan manusia, dan meluruskan pemahaman yg keliru....????
atau malah itulah yg benar mnurut TUHANx albert einstein....???
sisca civitas 0 0
wew..
pmbhasan ttg 'ini'
g kan ad hbisnya ...
krn smw mlakukan pembenaran,
bukan mncari kebenaran ...
si berang-berang 0 0
aduh... kok orang2 sibuk ngobrol ttg hal yg ga ada ya...
hehe
sudah lama tuhan mati, sejak manusia mengumumkan ke-manusia-annya. tuh.
tuhan tuhan, merepotkan die key saja,
Die Key belajar nulis 0 0
si berang-berang: aku tak punya moral karena moral berhubungan dengan tuhan, yang aku punya hanya sifat baik untuk sesama..
hahaha, iyoh mas ''GOT IS TOTT'' jare mbah nietzsche..
sisca civitas 0 0
hihihihii.. ada yg Lucu,
para aktvis2 persma yg slma ni aq knaL.
jka di ajk brdskusi ttg 'ini'
psti mrujuk pda bkunya KAREN ARMSTRONG ya..

aq jd tw stu hal..
Kita trnyata pnya mslah yg sma "tentang ini"..

tp knpa ya? apa pda mngalami 'krisis' kpercyaankah?
sy jg mngalminya kok...
tp sya tdak "ekstrim"
hnya msih ' mencari'
Die Key belajar nulis 0 0
sebetulnya banyak kok refrensi tentang kontradiksi ilmu pengetahuan dengan agama dari para tokoh renaisans sampai pasca modern..he2
titus ray 1 suka | 0
Die Key belajar nulis: agama dgn science, jgn dijdikan sesuatu yg kontra diktif,,, mnrut albert einstein,,,"agama tanpa ilmu pengetahuan adalah tumpul dan ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta".
jdi gunakanlh ilmu pgtahuan dgn rasionalitas tuk mgkaji agama, juga gnakanlah agama tuk mngendalikan ilmu pngetahuan yg mnyimpang dari moralitas.

ilham_pena 0 0
gini dah lok gak memahami agama (bukan berarti saya paling ngeti agama lo). udhlah akal manusia gak akan cukup untuk mengurai agama,,

Islam is my way,,thats it!!
Die Key belajar nulis 0 0
titus ray: bukanya 'ilmu tanpa agama adalah lumpuh, agama tanpa ilmu adalah buta..
einsten??
hanya kata bijak, tanpa proses penelitian yg berjalan dalam bait metodologi sejarah ataupun ilmiah..
gimana kalau aku mengutip kata tetanggaku sang penjual esbatu yg pernah bilang, agama yg menjadikan tuhan itu tuli, tuhan itu buta, dll.
tak ada moralitas yg mampu mengubah gerak sejarah, hanya ilmu yg bisa..
Die Key belajar nulis 0 0
ilham_pena: tak ada yang sanggup memahami agama, bahkan konon nabi muhammad sering mengeluh dan curhat dengan tuhan..
apa yg salah jika kita berusaha mencari kebenaran untuk membunuh dogma..
okey coy, apaun agamanya minumnya teh botol sosro..
sisca civitas 0 0
wes ... wes ...

ayo, cangkrukan smbil mkir nsib bgsa,, ( lagi )
he..
Elly LPM Situs 0 0
tuhan = tujuan
agama = jalan
petunjuk = kitab suci (untuk umat islam ada yg namanya hadits,sunah,ijma',qiyas)
bagi yang minat
silahkan kaji...
Como Bacomboy 0 0
Saya sudah lama pensiun dari perdebatan itu.
FF Haq 0 0
Tapi perdebatan macam ini akan terus ada. Dan ada dengan sendirinya, karena pemikiran kita yang masih bekelahi dengan apa yang kita percaya. : p
si berang-berang 0 0
owh kita ini ngomongin penyakit menular (agama) atau empunya penyakit (tuhan) toh? dua2nya berhubungan dengan penyakit. wkwkwk.

@como: itulah mengapa aku cinta padamu mo.
FF Haq 0 0
Xixixixixixi
ternyata ada cinta didalam Tuhan dan Agama ya...
Die Key belajar nulis 0 0
akhirnya tuhan berhasil menimbulkan semangat kita untuk emosi kemudian meluapkanya di forum ini, secara gak langsung persma.com jadi laku..
mari munculkan wacana kontroversial lagi..
sisca civitas 0 0
OH,, bgitu ya..
kalo kontroversi bru bereaksi smw...

jdi inget bku Gurita itu..
kntrovesi , bru smw pda beli..
pdhal isinya ga ada, kmudian cpt hilangnya..
hahahahaha..
Die Key belajar nulis 0 0
sisca civitas: mungkin itu salah satu emosi yang malah memotivasi kita untuk berpikir kritis.. : )
paling tidak kita tak melupakan beberapa rangkaian kalimat dari paragraf terakhir di atas...
sisca civitas 0 0
@Die Key : iyaa... mslah'e kta tdk akan prnh bs mnyelaraskan stu pkiran org dgn pkiran yg lain..
tapi disitulah, seninya ...
he! mantep bang! trs brkarya sja wes..
Wahyu Eko P 0 0
kata nenek saya jihad kecil itu menyingkirkan batu di tengah jalan, heeeee
Die Key belajar nulis 0 0
sisca civitas: sama2 mbak, mari kita narasikan benang kusut yang tak memiliki ujung di negri ini..
Die Key belajar nulis 0 0
Wahyu Eko P: keep spirit kawan..
jangan bosan untuk melakukan apa itu yg kau maksud jihat, karena di negri ini ada jutaan batu..
Wahyu Eko P 0 0
Die Key belajar nulis: batu elektabilitas maksudnya ta??? haaaaa
Die Key belajar nulis 0 0
Wahyu Eko P: hahaha.. bisa jadi batu ginjal atau malah kencing batu..
titus ray 0 0
Die Key belajar nulis: akuilah,,,,
hbat juga tetanggamu y,,,,
mungkin klo ada forum kita bisa diskusikan,,,,

"pada suatu titik sesuatu pasti dimulai dari ketiadaan".
Fajar Kelana 0 0
Tuhan aja gak jelas ada apa gak kalian malah ribut sendiri.
Elly LPM Situs 0 0
Die Key belajar nulis: bolehlah kalo kopdar...
titus ray 0 0
Fajar Kelana: kawan,,,,mayoritas ksdaran masyrakat kita msh dlm ksadaran MAGIS, shingga mdah dibohongi dgn dokma yg mgkin bnar bgi pnganutx.
kta yg disini aq rsa, sdh dlm ksadran NAIF, dmana qt mlai mprtaxkn apa yg dikata orang ttgtuhan slma ini.
klo, bunk Fajar, aq rsa sdah dlm ksdaran KRITIS, shgga mgtakan tuhan i2 tdk jlas.
Die Key belajar nulis 0 0
titus ray: pastilah, mari berbagi. walapun kita tak tau forum seperti apa yang akan mempertemukan nanti..
paulo freire ya..

Fajar Kelana: tuhan yang mana mas??
dengan "T besar" ato "t kecil"??

Elly LPM Situs: sepakat...
fian_failasuf 0 0
Well serem banget klo inget konflik yang didasari agama, semua mengahalalkan pembunuhan pihak yang mereka sebut kafir, semuanya berkilah ini demi surga, padahal agama mana yg ngajarin masuk surga harus membunuh??

Entah sudah berapa juta nyawa melayang karena perihal surga-neraka

*refleksi kecil konflik poso, ambon n perang salib
Die Key belajar nulis 0 0
fian_failasuf: kenapa harus serem?? ketakutan hanya ada dalam pikiran..
bayangkan aja ada berapa tuhan dalam satu perang..
waw...

Silahkan login untuk memberikan pendapat