Keelokan Kedung Lesung Ponorogo 7
Jumat, 23 Apr '10 15:51
jika seorang ke kedung lesung dan melakukan ritual madi basar (mandi keramas) maka harus diniati dari rumah mandi di kedung lesung mempunyai kekuatan magis yang tersimpan seperti yang diungkapkan pak wo “kalau mau mandi disini harus di niati dari rumah, dan apapun yang menjadi keinginan pasti tercapai dan hidupnya akan mudah...”. Itulah salah satu yang menjadi kepercayaan dan telah melekat di sejarah juga pemiiran penduduk kedung lesung. Menurut mereka itu dapat dibuktikan dengan ritual-ritual yang telah dilakukan sesepuh desa dulu.
Suasana alam lebih baik dari kemaren saat kembali crew kami meniti perjalanan menuju kedung lesung perlahan angin pagi mengintai kami, seakan menyapa kami halus dengan bahasa halusnya. Ternyata tak hanya kami pagi itu yag berkunjung, bebrapa rombongan juga kami temui . setelah crew kami memarkir motor, sebentar kami menikmati pemandagan sekitar yang menebar aroma alam, langkah kami menjauh naik meniti gunung batu, pohon pinus menjadi obyek pandangan yang menentramkan hati. Beberapa kali kami salah arah hinga kelelahan memaksa kami untu berteduh dan melemaskan otot. Namun rasa ingin tahu membuat kami kembali memulai langkah demi langkah. Ditambah lagi jalan terjal da apalagi kita menengok kesamping terlihat jurang yang sangat curam akan tetapi hal itu tidak menyiutkan nyali kami dan tidak sedikitpun mengurangi rasa penasaran kami. Dingin air sumber kedung Lesung seakan menghilangkan lelah kami da menghapus dahaga kami. Sangat indah alam kedung lesung yang tak pernah kami bayangkan sebelumnya, itupun sangat sulit kami ungkapkan dengan kata-kata. Semerbak wangi alam yang masih perawan, suara gemercik air yang perlahan semuanya menghipnotis kami.
Satu obrolan yang membuat kami selalu ingin bertanya, entah tentang asal-usul ataupun tentang pertanyaan yang lain.
Pak wo yang menjadi narasumber kami memaparkan banyak tentang kedung lesung yang selam ini telah dikenal penduduk, menurut keterangan pak wo banyak pengunjung yang datang apaalagi jika hari libur Pak wo pun menerangkan tentang rahasia di balik sumber air kedung lesung. Sempat pula pak wo memeparkan jika seorang ke kedung lesung dan melakukan ritual madi basar (mandi keramas) maka harus diniati dari rumah mandi di kedung lesung mempunyai kekuatan magis yang tersimpan seperti yang diungkapkan pak wo “kalau mau mandi disini harus di niati dari rumah, dan apapun yang menjadi keinginan pasti tercapai dan hidupnya akan mudah...”. Itulah salah satu yang menjadi kepercayaan dan telah melekat di sejarah juga pemiiran penduduk kedung lesung. Menurut mereka itu dapat dibuktikan dengan ritual-ritual yang telah dilakukan sesepuh desa dulu.
Informasi yang kami peroleh menerangkan pula tentang adanya pembangunan diproyek air bersih yang akan menjadi sumber air minum kami yang selam ini dari sumur, dan proyek kedua yaitu jalan tembus menuju Paciran, jalan ini nantinya akan melewati salah satu wisata Goa Watu Lawang yang dari Kedung Lesung berjarak skitar 3 KM dengan jalan naik Gunung, Bagus mas Goanya tapi kalau sekarang tidak memungkinkan karena jaraknya jauh dan sudah siang mas panas, Pembangunan proyek tersebut sudah berjalan namun masih memerlukan waktu lama untuk menyelesaikannya. Proyek besar mungkin nanti yang akan menjadikan bulak dikenal dan menjadi objek wisata yang kelak ikut dikenal dan menjadi salah satu objek wisata di ponorogo. Masyarakat setempat sangat antusias dan senang menyambut proyek desa bulak tersebut,
Lain dari itu desa Bulak mempunyai Natural beuty yang tidak di punyai desa lain, lereng perbukitan dan rumah-rumah penduduk diantaranya kelokan sungaiberbatu, pohon-pohon pinus yang kerindangannya menentramkan hati dan memberi kenyamanan, juga keramahan penduduk yang membius kami untuk kerasan tinggal disini. Benar saja crew kami seakan lupa waktu, setelah kami rasa cukup untuk kembali kami meniti jalan melewati kebun – kebun jeruk dan tanaman lainnya. Sulit memang bagi kami untuk meninggalkan panorama yang menyejukkan hati tapiu apa mau dikata matahari telah condong ke Barat, hari telah sore, perlahan kami mengucapksan kata pisah dan itu cukup di hatio saja, Hawa dingin desa Bulak seakan mengusir kami tapi rengekan alam seakan miminta kami untuk kembali datang. (crew Al-Millah)
Tag: Pesona Parang Tritis
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
andi_tulungagung: Bagus
-
qiqi_dimensi: Responsif
-
fu'ah DIMENSI: Bagus
-
faruq pabelanis: Bagus
-
diaz..bram: Bagus
-
jawirlpmgelora: Perlu
-
elkhoss_dimensimedia: Penting
-
Die Key belajar nulis: Bagus

Komentar:
jadi pengen liat,tapi gag jelas lokasinya...kan ponorogo itu gede.....
wimko babad
Elly LPM Situs: makasih masukannya, kl mau ke situ, maen aja ke kantor redaksi AL MILLAH STAIN Ponorogo ntar kita anterin he...6x
Silahkan login untuk memberikan pendapat