Emansipasi Bukan Berkuasa 11
Rabu, 21 Apr '10 15:18
Selamat hari Kartini untuk para wanita di Indonesia!!
Masih terngiang dalam benak ketika hari kartini tiba, saat-saat yang menyenangkan. Saya diajak ibu ke salon untuk berdandan menggunakan pakaian daerah. Dan sampai sekarang masih melekat dalam pikiran saya kalau hari kartini merupakan ajang pamer kecantikan dengan busana daerah. Apakah karena saya belum memahami makna dari hari Kartini atau memang hari kartini hanya ceremony belaka.
Menilik lebih dalam, Kartini menjadi pahlawan bagi para wanita Indonesia karena Beliau merupakan pejuang emansipasi wanita. Hal yang klise karena semua orang Indonesia juga mengetahui hal ini, pada saat masih sekolahpun kita juga memelajari sejarahnya. Tapi siapa yang dapat menjelaskan dengan detail apa maksud Kartini memperjuangkan hal tersebut (emansipasi,red). Apakah hanya semata memperjuangkan persamaan hak wanita agar tidak ditindas? Atau untuk meninggikan derajat wanita?
Sama benarnya, ketika hak kita sebagai seorang wanita telah sama dengan Pria otomatis derajat wanita akan naik. Inikah yang disebut dengan emansipasi? Saya pikir demikian. Bagaimana dengan wanita sekarang ini?
Berkedok Emansipasi
Mungkin Kartini bahagia di alamnya dengan melihat wanita sekarang telah jauh maju dibanding jamannya. Berkat perjuangannya dalam menyamakan hak, wanita sekarang tak kalah hebatnya dengan pria. Banyak yang telah menempati posisi penting dalam dunia perpolitikan. Dunia yang dulu dilarang keras oleh pria, bahkan Indonesia pernah dipimpin wanita. Kemajuan yang luar biasa.
Semua perjuangan yang dilakukan Kartini pun tak selalu berdampak baik, sangat marah ketika saya sering mendengar "Emansipasi Wanita lho" seolah-olah semua dikaitkan dengan emansipasi wanita. Misal, seorang wanita karir yang sukses hingga melupakan tugasnya sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anaknya. Semua diurus oleh pembantu rumah tangga, bahkan suaminya sudah tak mampu untuk mengendalikannya. Contoh lain, seorang wanita yang mulai seenaknya sendiri mengatur segala sesuatu padahal di sisi lain dia masih memilki suami yang seharusnya menjadi pemimpinnya. Apakah ini yang dimaksud dengan emansipasi?
Semua hanya digunakan sebagai kedok saja, Menurut agama yang saya anut (Islam,red) jika masih ada laki-laki yang mampu untuk memimpin, kenapa harus wanita yang dipilih. Saya sepakat dengan hal ini, karena menurut saya bagaimanapun juga wanita tetap pada kodratnya. Jika kita kembalikan dengan emansipasi juga masih sesuai. Menurut arti harfiah, emansipasi merupakan bentuk usaha untuk memperoleh persamaan derajat. Nah, ingatlah persamaan derajat bukan berkuasa.
Saya seorang wanita bukan berarti saya selalu membenarkan apa yang dilakukan wanita. Mungkin Kartini juga tak menginginkan hal ini terjadi, Beliau hanya memperjuangkan persamaan hak bukan membuat wanita berkuasa. Seorang wanita yan duduk dalam parlemen, saya sepakat ataupun wanita menjadi presiden sekalipun. Ini karena wanita telah disamakan haknya dengan pria. Tapi bagaimanapun juga jika dalam sebuah rumah tangga wanita merupakan istri yang tetap tunduk pada suami. Sangat disayangkan jika dia menjadi semena-mena, berkuasa tanpa menyadari kodratnya dan hanya berkedok emansipasi. Bukan seperti ini yang Kartini inginkan.
Tetaplah menjadi seorang istri yang taat pada suami dan menjadi ibu teladan untuk anak-anaknya meski diluar anda merupakan seorang direktur perusahaan terbesar. Emansipasi bukan berarti pembelokan kodrat yang telah melekat sejak lahir.\
Sebuah renungan untuk seluruh wanita yang akan menjadi seorang istri dan ibu.
Tag: Kartini, Emansipasi, Berkuasaa
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
andi_tulungagung: Bagus
-
Irsyad Pabelanis: Bagus
-
ni'am express: Bagus
-
Wahyu Eko P: Perlu
-
Como Bacomboy: Bagus
-
nenden pabelanis: Bagus
-
faruq pabelanis: Bagus

Komentar:
aku risih kalo para wanita berkedok emansipasi hanya untuk mengejar ambisinya sajaa
kau Kartini yang dulu, tak akan peeernah berpulang kembali.
Silahkan login untuk memberikan pendapat