Aku, kampus (penuh kebohongan)…”huh” 3

Selasa, 20 Apr '10 10:54

Bangga!!! Menurut sebagian banyak orang menyandang status sebagai mahasiswa, yang akhirnya menjadi seorang sarjana, . . "huh", karena bisa dianggap menjadi manusia yang lebih berkualitas. Tapi setelah ku lewati hari-hari di kampus tak semua yang kulihat/kudengar sama dengan keadaan yang sebenarnya, hanya "fatamorgana" semata. Mulai dari perkenalan dengan teman, dosen dan semua makhluk-makhluk penghuni kampus. Membuatku sulit untuk menilai mana yang benar/salah, kadang berbuat benar bisa menjadi salah dan berbuat salah bisa saja dibenarkan.
Kita mulai dari sebuah kata kedisiplinan yang sudah ditanamkan dari sejak memasuki dunia perkuliahan, hampir setiap hari kita mendengar "disiplin, disiplin, disiplin". . . dengan dikeluarkannya jadwal kuliah, daftar hadir, masalah nilai serta peraturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan dosen dengan mahasiswa dll dsb dst. . . tapi semua tidak ada pertanggung jawaban sama sekali. Kita "mahasiswa" hanya bisa "huh" diam, diam dan diam.
Dari jadwal, kita dituntut untuk tepat waktu "huh" biasanya bila mahasiswa terlambat akan diwawancarai terlebih dahulu, tapi apabila dosennya terlambat. . .mahasiswa disuruh menunggu tanpa kepastian dan tak jarang jadwal bisa berubah tiba2 tanpa pemberitahuan sebelumnya,. . .yaaa sudahlah "terserah" mau protes... kemana lagi? hehe. . .
Kehadiran adalah salah satu yang sering disebut-sebut sebagai salah satu syarat untuk bisa mengikuti final test, tapi dalam kenyataannya "omong kosong" daftar hadir cuma buat selingan sementara sebelum memulai perkuliahan dan sama sekali tidak berpengaruh ke nilai. Kasian bagi mahasiswa yang mempunyai "cara berpikir" lain (seperti aku dan mungkin yang baca) . . . "hee" mungkin dengan rajin mengikuti perkuliahan akan mendapat nilai yang layak. Tetap saja ada mahasiswa yang datang ke kampus dalam 6 bulan cuma satu kali. . . "huh" dan tetap bisa duduk manis mengikuti final test dengan nilai memuaskan
Berdasarkan pengalamanku, ada "dosen " yang pernah berkata "jumlah kehadiran tidak berpengaruh" hiks. . .
Ada lagi, masalah nilai. . . apa nilai yang didapat mahasiswa itu murni, apa dosen mengetahui darimana mahasiswa-mahasiswa "pintar" tersebut memperoleh jawaban? wallahu a'lam dan yang paling membuatku bingung, saat mid/final test yang diawasi cukup ketat bisa saja kecolongan. Pasti ada mahasiswa yang sempat-sempatnya bawa contekan dan yang paling memalukan mahasiswa yang dikenal dosen "pintar" dan ada yang masuk kategori "berprestasi" malah ahli dalam hal "kerpe mengerpe" hahaha. . . nilai A "palsu". . . masih bangga jadi yang berprestasi dengan cara "membohongi diri sendiri, orang tua & orang lain. . . apa tidak termasuk pembodohan, "huh" rela menjual harga diri... pasti "bangga" hahaha. . .dan tak perlu jawaban tepat saat menjawab, cukup kenal dekat dengan para dosenpun bisa saja mendapat nilai bagus.
Semua yang ku ceritakan berdasarkan pengalaman sebenarnya, mau protes, mengkritik, mencaci, memaki... terserah, apabila kalian termasuk yang "kubenci". . . sekarang kita jalani saja apa yang terjadi, semoga kita tidak menjadi seperti mereka yang hidup cuma untuk "kebohongan".


Tag: kampus, unlam

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Como Bacomboy 0 0
perbanyak pengalaman ekstrim untuk bekal cerita buat anakmu kelak..
maju!!
Rizki 0 0
Como Bacomboy: Lo kok bisa tiba2 kepikiran anak : D
m2t 0 0
Como Bacomboy: HAHAHA
wz mikr anak og..

Silahkan login untuk memberikan pendapat