Buat Kamu yang (Sedang) 'Sakit' 5

Kamis, 15 Apr '10 10:17

EUGENIKA, begitu kata yang teringat ketika membaca sebuah artikel yang ditulis oleh Darmakusuma di harian Kompas 15 april hari ini. Sebagai pengertian dari ‘upaya memperbaiki ras manusia dengan membuang orang berpenyakit, cacat, lemah dan bodoh serta memperbanyak individu yang sehat dan cerdas', eugenika dipasangkannya atas respon terhadap isu UU BHP (yang dengan izin Sang Maha Kuasa telah dicabut), dimana ‘kebodohan' adalah sebuah ‘penyakit' manusia yang mesti dienyahkan.
Caranya? Menghilangkan ‘manusia bodoh', yang umumnya pribumi, dengan semakin menjauhkan manusia bodoh dengan jalan menuju kecerdasan, menghilangkan ‘manusia sakit' dari jalan menuju kesehatan, menghilangkan ‘manusia miskin' dari jalan menuju kesejahteraan, juga menghilangkan ‘manusia-manusia sakit' yang lain menuju ‘kesembuhan'.
Seolah-olah, memang sekarang orang begitu ‘malu' dan ‘jijik' dengan segala kekurangan yang ada di sekitarnya. Miskin, kotor, kumuh, bodoh, dan kata-kata bermakna negatif lebih suka untuk diganti dengan kurang sejahtera, kurang berpendidikan, kurang berpenghasilan, atau kurang-kurang yang lainnya. Hingga terbersit sebuah Tanya, "kenapa? Malu menyebut bangsa ini bodoh? Miskin? Atau mungkin Malu dengan ‘malu' itu sendiri?".
Riuh gempita kesejahteraan hanya akan menjadi fatamorgana yang seolah adalah ‘oase' di tengah padang pasir yang terik nan sepi. Dan sayangnya, orang pun kini semakin terbuai dengan fatamorgana-fatamorgana ‘semu' tentang kebahagiaan kehidupan.
Tinggal menunggu, suatu saat dimana orang akan sangat ‘malu' dengan kenyataan ‘negatif' yang ada di dirinya. Hingga suatu saat nanti bangsa ini akan menyisihkan dan menghancurkan ‘penyakit' dan ‘patologi' sosialnya. Jika sudah begitu, hati-hati buat kamu yang sekarang sedang ‘sakit'.


Tag: sosial, Kritik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

nenden pabelanis 0 0
baca tulisan ini saya malah jadi inget HOLOCAUSTnya Adolf Hitler -yang masih jadi misteri ini fiksi atau nyata-.

mungkin, dengan memangkas satu generasi yang 'buruk' dan mendidik generasi baru untuk menjadi generasi unggulan agar tercipta generasi-generasi seterusnya yang baik, merupakan cara efektif untuk memperbaiki bangsa ini. ide bagus kan?
fu'ah DIMENSI 0 0
genosida. itu juga sebutan untuk pengahpusan ras yang dinilai buruk. manusia sekarang memang tidak manusiawi, dia adalah makhluk terkejam yang pernah ada...
andi_tulungagung 0 0
berdo'a aja moga tsunami datang
PPMI Malang 0 0
lucu memang ketika kata bodoh seakan menjadi momok menakutkan... padahal kalau memang bangsa ini cerdas, mengapa bertambahnya para sarjana hukum tetap tidak membuat hukum di negara ini jadi lebih baik..... atau meningkatnya sarjana ekonomi juga tidak berpengaruh signifikan terhadap kesejahteraan bangasa ini... yang lebih meresahkan ketika para ahli psikologi yang semakin meningkat juga tetap tidak mengatasi mesalah kejiwaan yang justru semakin parah di negri tercinta ini....

hanya mereka orang-orang yang mengakui kebodohannya yang bisa disebut pemberani. karena kebodohanlah yang membuat kita selalu dalam proses belajar tanpa henti......
andi_tulungagung 0 0
layo

Silahkan login untuk memberikan pendapat