Bilqis dan atresia billiernya 6
Minggu, 11 Apr '10 20:05
Siapapun yang dilahirkan keduania ini pasti mengiginkan lahir dengan sempurna, begitu juga dengan buah hati kita Bilqis, tentunya ia tidak ingin lahir tanpa atresia billier. Akan tetapi hanya Allah SWT yang tahu apa yang sebenarnya terjadi. "Bilqis adalah salah satu manusia yang kuat, sabar dan tabah" itulah yang diucapkan oleh ibunda Dewi Farida pada salah satu siaran televisi hari ini.
Bilqis Anindya Passa adalah balita yang berusia 19 bulan yang menderita penyakit yang timbul akibat rusaknya saluran empedu di luar hati sehingga tidak ada aliran empedu dari hati ke dalam usus 12 jari yang normalnya terjadi. Untuk mengatasinya, Bilqis harus menjalani transplantasi hati yang memakan biaya operasi yang tidak sedikit jumlahnya sehingga mengundang perhatian publik hampir seluruh masyarakat di Tanah Air untuk mengumpulkan dana Koin Cinta Bilqis.
Bayi yang lahir 20 Agustus 2008 itu pada akhirnya harus menyerah pada atresia billier yang telah menyertainya sejak lahir. Ia meninggal pada 10 April 2010 pukul 15.15 di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah, akibat gagal napas dalam proses yang harus ia jalani sebelum operasi cangkok hati. Rencananya jenazah Bilqis akan dimakamkan di TPU Kawi-kawi, Kramat Sentiong, Jakarta Pusat pada pukul 10.00 WIB.
selamat tinggal sayang, semoga perjuangan mu didunia ini tidak sia-sia. Engkau telah memberikan pelajaran berharga kepada semua manusia untuk saling berbagi antara satu dengan yang lain sehingga terciptanya tali persaudaraan yang sejati.
Tag: Bilqis, atresia billier
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Eko P: Perlu
-
Oo Zaki: Penting
-
Rizki: Bagus

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat