Antara Mesum dan Pacaran di Kampus.....! 42
Sabtu, 10 Apr '10 07:26
Ada perluasan makna dari fungsi kampus sekarang ini, jika dahulu hanya sebagai tempat menimba ilmu untuk mendapatkan gelar Strata sekarang telah bertambah menjadi tempat yang nyaman untuk memadu kasih. Sudah hilangkah urat malu para pemuda sekarang ini? Atau akan menjadi kepuasan tersendiri jika dapat bermesraan di ruang publik.
Ada yang mengatakan bahwa berani mesum di ruang publik dapat memacu adrenalin dan akan lain rasanya jika dilakukan di ruang pribadi. Anak muda memang selalu mencoba hal-hal yang menantang, dan itu boleh-boleh saja tak ada yang melarang. Namun yang perlu menjadi perhatian adalah kampus yang menjadi tempat uji coba, pantaskah itu? Dimana rasa hormat mahasiswa pada tempat yang satu ini.
Keprihatinan mendalam jika menilik fungsi dari Universitas, tempat para intelektual muda berkreasi telah berubah fungsi.
Jika hal ini terjadi di kota metropolitan seperti Jakarta mungkin masih bisa dianggap wajar, karena memang telah jelas-jelas terkontaminasi oleh budaya barat, tapi tentunya hal tersebut tetap tidak bisa dibenarkan. Pandangan akan sangat jauh berbeda jika dibandinglkan dengan daerah Surakarta yang sangat kental dengan adat istiadat dan budaya Jawa, tapi konon saat ini pun telah ikut tersilaukan oleh gaya metropolis. Janganlah menutup mata dan telinga kita, mesum di ruang publik bahkan kampus sudah berani dilakukan. Lantas sebenarnya apa yang ada dibenak mereka? Karena kepepet atau pamer.
"Dunia milik berdua" boleh-boleh saja digunakan bagi pasangan yang sedang kasmaran ketika sedang diruang pribadi, tetapi jika diruang publik pantaskah hal ini dipertontonkan. Yang terjadi malah sebaliknya, merasa sangat risih atau tidak nyaman bagi yang memandang jika hal ini terjadi dilingkungan akademik terlebih kita berada dikawasan Surakarta.
Tidak ada larangan untuk pacaran dikampus, yah boleh dibilang wajar dan normal jika seorang mahasiswa memiliki tambatan hati. Hal yang menjadikan tanda seru di kepala jika para pasangan-pasangan yang sedang dimabuk cinta ini berbuat amoral di lingkungan kampus. Lebih sering kita menyebutnya mesum, terkesan kasar tapi memang sudah sejauh inilah kebobrokan moral pemuda-pemuda Indonesia sekarang.
Ada baiknya juga kita menilik lebih dalam definisi dari mesum dan pacaran untuk menyamakan persepsi. Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mesum berarti tidak senonoh. Untuk lebih mudah memahaminya adalah ketika kita merasa risih melihat orang yang sedang bermesraan.
Banyak yang mengartikan kata "mesum" sebagai tindakan asusila, tidak salah arti yang demikian. tapi yang digaris bawahi adalah posisi kita saat ini. Berada di wilayah Surakata yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan akan lain rasanya jika kita berada di posisi orang-orang metropolitan.
Sedangkan pacaran berarti menjalin hubungan antar lawan jenis yang didasari cinta kasih. Telah jelas definsi dari mesum dan pacaran sendiri, dapat kita kaji ulang mengenai dua hal tersebut. Yang salah bukan pacaran tetapi mesum di lingkungan yang tak semestinya harus segera ditertibkan.
Mahasiswa bukanlah anak kecil yang selalu dinasehati jika melakukan kesalahan. Tataran yang lebih tinggi yakni dengan penyadaran diri salah satunya penumbuhan rasa malu mengingat kita adalah bangsa yang terkenal sopan di mata dunia. Kentalnya adat ketimuran seharusnya tetap kita junjung demi martabat bangsa. Ingatlah bahwa mahasiswa merupakan Sang pembawa perubahan, tentunya pada perubahan ke arah yang lebih baik.
Tag: Mesum
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
nenden pabelanis: Responsif
-
fu'ah DIMENSI: Responsif
-
sisca civitas: Responsif
-
wan pabelanis: Responsif
-
Como Bacomboy: Penting
-
Oo Zaki: Penting
-
diaz..bram: Bagus
-
ilham_pena: Responsif
-
Xaliber von Reginhild: Biasa
-
sari pabelanis: Penting
-
Wahyu Eko P: Bagus
-
riwut purdianto: Penting
-
ketoles ARBIMAPALA: Bagus
-
gunawanrudy: Biasa
-
faruq pabelanis: Bagus
-
Rizki: Responsif
-
Arista Punggawae: Responsif
-
imaen: Biasa
-
Irsyad Pabelanis: Bagus

Komentar:
kren pc.nya.. pasti candid cmera neh...
ha3x,, Lucu2x..
Simpel saja; kalo ke candi-candi seperti Borobudur kan suka ada relief. Coba diperhatikan reliefnya; itu referensi seksualnya tidak sedikit lho. Atau mari ambil saja contoh Kamasutra. Itu bukan budaya Timur? Kalau dibilang bukan budaya Timur Tengah sih saya agak setuju, tapi toh kita juga nggak pakai budaya Timur Tengah.
Maaf kalo terlalu serius. Soal pacaran, yaa terjadi dimana pun lah. Peluk-pelukan wajar. Toh universitas bukan pesantren. Asalkan jangan sampai seks di tempat umum saja.
:-bd
Xaliber: thats right, cara pandang orang memang beda-beda, yaaa anda mengatakan wajar karena anda hidup di metropolitan bukan di SOLO..... itulah poin penting dari opini saya ^^
Xaliber von Reginhild: kapan2 mampir dan berdiam di solo lah..
Maka dari itu, "Timur"-nya Timur mana? Timur Jauh? Timur Indonesia? Apa Timur Tengah?
Kalau memang mau bicara kesopanan, IMO argumennya ndak begitu kokoh kalau bicara "budaya Barat" dan "budaya Timur". Toh di "Barat" juga ada suku Amish yang sopan sekali--kalau aja mereka wajahnya kayak orang sini, barangkali disangka orang Jawa.
Demikian.
Soal tinggal di Solo, saya juga mau kapan-kapan bisa tinggal disana lebih dari seminggu.
" Budaya "Barat" mesti selalu -dianggap- liberal dan semacamnya (kalo yang dari saya tangkap), sementara budaya "Timur" mesti selalu -dianggap- lebih halus, sopan, dan sebagainya. -Padahal- ndak selalu begitu. "
akan tetapi fotonya kalau ada yang berada dilingkungan kampus soalnya yang dimove lebih condong di daerah pantai.....hehehe....
King : namanya juga ilustrasi, mau uplod yang asli lupa naruh file nya, hahaha *kebiasaan lupa*
ada yang dipikirkan tah.......?
ada yang dipikirkan tah.......?
ada yang dipikirkan tah.......?
yang penting pacaran, yes.
yang penting cuiman, yes.
yang penting nge-seks, yes.
yang penting sodomi, yes.
yang penting gaya katak, yes.
yang penting enak, yes.
yang penting puas, yes.
yang penting ngaceng, yes.
yang penting mani keluar, yes.
gak penting itu mahasiswa, publik, timur, barat, selatan, utara, agama, sosial, sopan,
akh........hati kecil kita bicara: kentu ngak kentu asal kentu
meski kita juga harus tetap menjalankan fungsi kontrol kitaa
hahahah
diaz..bram: bagus2.. angkat aja CINTA di kongres, seru abis mesti!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat