Anak Indigo, Tak Perlu diistimewakan 0

Sabtu, 10 Apr '10 07:40

Alam metafisika bukan hanya khayalan belaka, hal ini memang benar adanya. Adapun anak-anak yang berkemampuan khusus sehingga mampu menembus alam tersebut, sebutlah mereka anak indigo. Berbagai penelitian mengenai anak indigo ini telah dikembangkan, boleh dibilang hal ini merupakan fenomena di abad-21.

Apakah anak Indigo itu?

Sebelum membahas lebih mendalam mengenai anak indigo, sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang indigo. Indigo diambil dari warna indigo, warna indigo adalah warna yang dominan dari warna aura (warna biru-merah). Warna Indigo menunjukkan cakra mata ketiga, pusat aktivitas dari energi psychic, yang terbuka pada anak-anak Indigo. Anak-anak Indigo memahami perbedaan yang sangat tipis antara dunia kasat dan dunia spiritual, dan mereka memiliki kemampuan untuk mengakses informasi dari sini, yang orang lain tidak mampu. Kebanyakan perilaku anak Indigo dapat dipahami dari aspek ini.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa anak indigo merupakan anak yang menunjukkan seperangkat atribut psikologis baru dan luar biasa, serta menunjukkan sebuah pola perilaku yang pada umumnya tidak didokumentasikan sebelumnya. Pola ini memiliki faktor-faktor unik yang umum, yang mengisyaratkan agar orang-orang yang berinteraksi dengan mereka (para orangtua, khususnya) mengubah perlakuan dan pengasuhan terhadap mereka guna mencapai keseimbangan. Mengabaikan pola-pola baru ini akan kemungkinan besar berarti menciptakan ketidakseimbangan dan frustasi dalam benak dari kehidupan baru yang berharga ini.

Anak indigo ada karena secara genetis ataupun lechture(lingkungan). Dimaksudkan bahwa anak indigo dapat dilihat baik secara genetis ataupun dari lingkungan,

"Genetis yang dimaksud disini bukan berarti ayah ibunya itu indigo namun bisa dari nenek atau kakeknya, yang memiliki gen Indigo. Hingga menurun pada cucunya. Namun bisa juga diasah lewat lingkungan dalam artian semisal si anak mempunyai gen indigo ketika lingkungan tidak mendukung maka gen bawaan indigo itu akan tidak optimal" Jelas Siti Nurina Hakim selaku dosen Psikologi.

Banyak anak-anak sekarang yang terkategorikan sebagai Anak Indigo, juga disebut "Children of the Sun" oleh para ahli dari Amerika. Atau disebut juga sebagai "Millennium Children". Para ahli mengatakan lebih dari 90% (di lain buku menyebutkan lebih dari 80 %) dari anak-anak di bawah 12 tahun, dan beberapa mengatakan walau dalam persentase yang tidak besar terdapat Indigo dewasa. Anak-anak ini teridentifikasi melalui adanya karakteristik yang unik. Mereka cerdas dan kreatif, namun bersifat sulit diatur pada kekuasaan dan sistem secara umum. Mereka sering disalahdiagnosa sebagai ADD (Attention Deficit Disorder = atau Gangguan Kekurangan Perhatian) atau ADHD (Attention Deficit Hyperaktive Disorder = Gangguan Hiperaktif Kekurangan Perhatian) yang membutuhkan terapi untuk mengatasi sifatnya.

Perlakuan terhadap anak indigo

Secara fisik dan emosional mereka (anak indigo -red) sangat sensitif, sangat perhatian dan empati terhadap orang lain, tetapi beberapa menjadi terlihat tidak berperasaan. Anak Indigo dapat mudah marah dan kasar, dikarenakan membutuhkan keyakinan bahwa dirinya diterima dan memerlukan konseling. Indigo juga mempunyai rasa depresi diusia muda jika mereka merasa tidak mengapa mereka dilahirkan atau merasa tidak mempu berbuat apa-apa untuk memperbaiki dunia.

Hal-hal semacam inilah yang membuat anak indigo menjadi aneh dibanding dengan teman-teman sebayanya. Mereka juga dikenal dengan sebutan old soul karena pemikiran-pemikiran yang terlampau jauh dari usianya. Keanehan sering menimbulkan kekhawatiran yang berlebihan dari pihak orang tua sehingga banyak orang tua yang kurang pengetahuan atau berpendidikan rendah merasa malu memiliki anak tersebut bahkan sering dikucilkan.

Pada dasarnya anak indigo tetap anak normal, cara kita memperlakukannya adalah dengan memberikan perlakuan yang sama seperti anak-anak lain, kita harus menerima ekspresi ataupun perilaku yang menurut kita aneh, ketika dia sadar bahwa ada orang lain disampingnya ia akan kembali normal seperti kebanyakan anak lainnya. Intinya anak indigo membutuhkan pengakuan dari lingkungan bukan malah dikucilkan atau disembunyikan.

Peran orang tua sangatlah penting dalam penangangan anak indigo, Orang tua harus memberikan respon positif aktif, membimbing melihat secara positif bisa melihat perkembangannya dan diarahkan dengan baik, jangan sampai anak tersebut jadi sombong. Juga harus ditelaah perkembangannya, jangan dibiarkan saja.

Orang tua yang mengerti kondisi anak yang berbeda dengan teman sebayanya tak perlu memperlakukan anak tersebut secara istimewa, karena setiap anak itu mempunyai potensi kecerdasan yang berbeda.

"Cukup beri mereka fasilitas untuk mengembangkan kemampuan mereka, jangan ada salah satu yang di unggulkan dan lainya diabaikan, optimalkan kemampuan mereka, karena kecardasan anak itu variatif" Tutur Juliani Prasetyaningrum salah satu dosen psikologi saat ditemui reporter majalah Pabelan.

Pendidikan untuk anak Indigo

Salah satu ciri khusus dari anak indigo adalah memiliki Intelligence Quotient (IQ) diatas rata-rata, sekitar diatas 120. Meskipun demikian mereka sering bermasalah dengan sistim pembelajaran disekolah pada umumnnya.

Masalah yang sering terjadi adalah dari pihak lingkungan sekolah belum bisa menerima keadaan anak-anak indigo tersebut sehingga banyak yang diabaikan mengingat juga jumlah mereka yang terlalu sedikit.

"Anak indigo bisa dimasukkan dalam sekolah regular atau homeschooling" tambah Nurina.

Menurut Munawir Yusuf, seorang pemerhati anak berkebutuhan khusus Anak indigo yang harus dibiarkan bersekolah dalam sekolah regular ini dikarenakan kemampuan interaksi sosialnya bisa terasah dan dapat beradaptasi dengan lingkungan. Ini juga untuk menghindari perlakuan-perlakuan istimewa yang akan diperoleh anak-anak indigo tersebut.
Hal tersebut diamini oleh Rahma yang seorang dosen Psikologi anak berkebutuhan khusus,

"Kalau bisa seharusnya malah di sekolah regular agar dia bisa bergaul dengan teman-temannya yang lain."

Surakarta telah dikenal sebagai kota yang memiliki pendidikan khusus paling lengkap ini belum memiliki sekolah berkebutuhan khusus yang menangani masalah anak indigo.

Dari pihak Direktorat Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) wilayah Surakarta yang diwakili oleh kepala seksi kurikulum, Hasto Raharjo menyatakan bahwa untuk wilayah Solo sendiri belum ada untuk pendidikan khusus anak indigo selama ini hanya sebatas sekolah-sekolah inklusif.

"Ironisnya kepala seksi tentang anak berkebutuhan khusus tentang anak indigo di Dikpora itu tidak ada." Tambah Munawir saat ditemui dikediaman beliau yang masih lemah.

Ini bukan berarti pemerintah tak memperhatikan anak indigo hanya saja kurang maksimal dalam pemerintah kota. Untuk tingkat nasional pihak direktorat jenderal sudah punya program khusus yang sasaranya anak-anak berkebutuhan khusus, juga indigo.

Dalam penangangan anak indigo orang tua dan lingkungan sekitar sangat berpengaruh, memberikan pendidikan regular membuat mereka merasa normal dan memperlakukan mereka sewajarnya akan membuat mereka sama dengan kita. Sikap mengabaikan, menyembunyikan bahkan hingga mengistimewakan bukan jalan terbaik untuk memperlakukan anak indigo.

 

 


Tag: Indigo

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Silahkan login untuk memberikan pendapat