ngomong-ngomong tentang ngomong.. 4

Kamis, 8 Apr '10 12:38

orang yang sering membicarakan tentang peristiwa; orang biasa

orang yang sering membicarakan tentang dirinya; orang kerdil

orang yang sering membicarakan orang lain; orang rendah

dan orang yang besar adalah orang yang membicarakan gagasan-gagasannya.

paragraf di atas, merupakan salah satu hal yang bisa saya tangkap ketika makan malam dengan seseorang yang saya anggap sebagai ‘orang-orang dengan level tinggi‘. ya kurang lebih redaksinya seperti itu, meskipun ada beberapa hal yang saya ubah. terus maksudnya dari itu sebenarnya apa? saya juga sebenarnya tidak dijelaskan secara eksplisit olehnya, tetapi kalo saya pikir dan saya terjemahkan secara bebas mungkin maksudnya adalah seperti ini:

Pertama, kenapa orang yang sering membicarakan peristiwa disebut dengan orang biasa? karena, setiap orang siapa pun dia bisa dengan mudah membicarakan dan memperbincangkan tentang peristiwa yang terjadi, sehingga tidak ada keistimewaan ketika seseorang hanya membicarakan peristiwa yang terjadi.

Kedua, orang yang selalu membicarakan tentang dirinya sendiri diidentikan dengan kerdil, karena mungkin.. biasanya seseorang yang selalu begitu merupakan orang yang ingin diperhatikan oleh lingkungannya.

Ketiga, orang yang sering membicarakan orang lain, apalagi tentang kekurangan dan keburukan-keburukannya/ bergunjing, sudah barang tentu semua orang tau kalau itu memang kebiasaan orang-orang rendahan.

Keempat, orang yang sering mengemukakan gagasan-gagasan, ide-ide, pendapat-pendapatnya, memang merupakan orang yang besar, karena dia berani untuk mengungkapkan segala hal yang ada di dalam pikirannya, dan tak jarang dari sebuah gagasan yang keluar itu, bisa jadi ikut menjadi salah satu ide awal untuk merubah dunia.

Dan terakhir, lalu.. bagaimanakah orang yang tidak pernah berbicara atau pun mengungkapkan perasaannya?

Yang pasti, banyak ungkapan dan peribahasa yang sebenarnya berhubungan dengan 'bicara', dan saya sendiri merasa, orang yang banyak bicara sangat dekat dengan 'dosa'.. oops! tapi memang benar kan?

Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mengungkapkan gagasan kita tapi tetap terhindar dari dosa? kita bisa bermain dengan cara aman, yaitu dengan menulis. Menulislah... menulis bisa mengikat ilmu, menjauhkan kita dari sifat lupa, dan seringkali tulisan lebih tajam dibanding dengan kata-kata...

So, tetap semangat untuk menulis, jadilah 'orang besar' dengan mengikat, menuliskan ide brilian dan gagasan-gagasanmu.

 


Tag: Menulis, bicara, gagasan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

tyo pabelanis 0 0
menyadarkan ku untuk slalulu berfikir gagasan dan ide2 cemerlang. Josss....nden
nenden pabelanis 0 0
tyo pabelanis: hmmm... jangan cuma dipikirkan, tapi juga dituangkan dalam tulisan, dan ditularkan pada semua orang..
andi_tulungagung 0 0
mulutmu harimaumu
nenden pabelanis 0 0
andi_tulungagung: ya.. harus dijaga, kalo nggak malah bakal jadi 'senjata makan tuan'..

Silahkan login untuk memberikan pendapat