Rumah Sakit yang tidak me'rumah'kan orang sakit 5
Selasa, 6 Apr '10 01:41
Waktu itu pukul 11 malam, seorang teman mengeluh sakit di bagian ulu hati. Karena merasa awam dengan jenis penyakit yang seperti itu akhirnya kami memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit terdekat. Dengan dibantu oleh teman-teman tim medis kampus, kami membawa teman itu menuju rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil pinjaman dari teman-teman kampus tetangga yang saat itu memang sedang mengadakan dolan bareng ke kantor redaksi kami.
Sesampai di rumah sakit terdekat tersebut, beberapa dokter jaga mengatakan bahwa penyakit jenis itu adalah di luar kendali mereka, mereka tidak berani melakukan tindakan apa-apa karena dokter ahli yang mereka miliki telah terlebih dahulu pulang sejak jam 9 malam. Akhirnya mereka menyarankan untuk dirujuk ke rumah sakit umum daerah.
Dengan sigap, kami dan tim medis membawa teman itu kembali ke mobil dan merujuknya ke rumah sakit yang mereka sarankan. Sebelumnya, beberapa tim jaga tadi mengatakan ‘langsung saja menghubungi ruang gawat darurat'. Sesuai dengan sarannya, kami langsung menuju instalasi gawat darurat. Sesampai di sana, beberapa tim medis jaga kelihatan memandang sekilas. Dan mengambil semacam tempat tidur dorong (yang entah apa itu namanya), kami dan tim medis mengangkat teman itu secara perlahan, dengan kondisinya yang begitu lemas membuat kami semakin iba. Beberapa orang telah membawanya masuk, akan tetapi langkah kami yang hampir terburu-buru terhenti di sebelah ruang administrasi. ‘maaf mbak, daftar dulu' . aku dan salah seorang temanku berhenti di ruang tersebut, setelah sebelumnya aku dan temanku memberikan isyarat teman ku yang lainnya untuk melanjutkan mendorong.
Biodata, dan jenis penyakit, begitulah kira-kira yang ditanyakan petugas administrasi. Setelah itu aku dan seorang temanku tadi masuk ke tempat luas yang ternyata di sana terbujur beberapa pasien yang membutuhkan perawatan dengan segera. Ada sebuah rasa terkejut sebenarnya, karena temanku tadi hanya disandingkan dengan pasien lama yang sepertinya tidak diambil tindakan yang jelas atasnya. Kemudian beberapa saat kemudian, seorang dokter perempuan datang. Dokter jaga mungkin, dia bertanya kepada temanku yang sakit tadi, ‘sakit apa mbak?' tanyanya dengan memegang lengan temanku. Dengan suara yang lemas, teman ku yang terbaring menjawab, ‘lemes bu...' karena suaranya yang terlalu ‘pelan' akhirnya dokter tadi mengulangi pertanyaannya, ‘sakit opo to mbak?? Ditakoni lek jawab sing tenanan to' katanya dengan membentak. Aku terkejut sebenarnya, sekali lagi teman ku yang sakit menjawab ‘lemes..'. sekali lagi dia berkata, ‘heh...jawab sing banter' karena aku tidak nyaman dengan kondisi tersebut, akhirnya aku yang menjawab.
Beberapa saat kemudian aku mengamati sekitarku, beberapa pasien yang tergeletak di ranjang dorongnya masing-masing memang menunggu untuk ditindak lanjuti oleh dokter setempat. Namun, memang aku sejenak berfikir. ‘apakah memang begini kabar rumah sakit sekarang?' yang memang tidak merumahkan orang sakit?
Layaknya rumah, suasana homey nan nyaman adalah idaman semua orang. Kemana pun kita melangkah pergi, bagaimana pun juga rumah lah tempat kembali. Jika memang terminologi penyebutan ‘rumah sakit' adalah memang untuk merumahkan orang sakit, yang malam itu aku temui bahkan sebaliknya, suasana rumah sama sekali tidak aku temukan. Bahkan sisi kemanusiaan dokter-dokter yang aku temui malam itu sangatlah jauh dari kata ‘santun' sebagai si pemilik rumah. Apalagi, ketika mereka mengetahui status mahasiswa kami.
Entah kenapa juga terbersit sebuah pikiran, ‘aku tidak ingin sakit'. Karena sakit jaman sekarang mahal. Apa benar orang miskin dilarang sakit?
Ah... aneh memang dunia sekarang.
Tag: Pelayanan Publik, Kritik
Terkait:
-
Kritik dan Peradaban
Kamis, 22 Des '11 11:08 -
BRENGSEK!!!
Jumat, 16 Apr '10 12:28 -
Buat Kamu yang (Sedang) 'Sakit'
Kamis, 15 Apr '10 10:17
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Oo Zaki: Bagus
-
Wahyu Eko P: Responsif
-
diaz..bram: Responsif
-
pietre: Responsif
-
ketoles ARBIMAPALA: Bagus
-
Rizki: Bagus
-
faruq pabelanis: Bagus
-
ppmi_ta: Penting
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat