Mahasiswa,Tukang Jual Koran,Tukang Bakso dan Calon Walikota 4

Rabu, 31 Mar '10 23:08

Tadi siang, aku bertemu seorang penjual koran yang sedang nongkrong dipelataran Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), nampaknya cukup keletihan setelah bergelut dengan panasnya sinar mentari seharian.Dengan menyeruput es teh manis, ia puaskan dahaganya. Usianya sekitar 12 tahun. Kemungkinan bolos sekolah atau bahkan putus sekolah ? Saat menatap koran lokal dikota manado, mimik wajahnya tampak kebingungan. Sebagai mahasiswa, aku berlagak layaknya pahlawan disiang bolong dengan mencoba memberi jawaban atas kebingungannya.

"lagi baca apa, dik ? serius banget." tuturku sok akrab.

Tatapan dan gerakannya seakan - akan mencurgai aku yang hendak mengatasi kebingungannya, mungkin sangkanya aku ini "aktivis" perdagangan anak atau seorang layaknya "babe" yang lagi ngetop di Negara ini. Karena penasaran aku mencoba ngintip bacaannya, si bocah yang tadinya berhati - hati kemudian menanyakan hal yang konyol dan spontan.

"kalau orang ini (sambil menunjuk sosok menggunakan jas hitam dengan kaca mata dan senyum najisnya) jadi walikota pasti biaya sekolah jadi murah." tanyanya penasaran

Aku hampir tertawa, tapi tak etis tampaknya membuyarkan mimpi indah dari bocah ini. Terpaksa aku membalas pertanyaan bocah tersebut dengan senyum manisku yang lebih manis dari senyum orang dalam koran, tentunya. Tapi, bocah tersebut tidak puas dengan senyuman dan kembali ia bertanya dengan polosnya kepadaku.

"kalau dia berpihak pada orang miskin berarti beban orang tuaku akan jadi lebih ringan dong ? dan aku nggak usah lagi bolos sekolah untuk berjualan koran ?"

Aku sadar ternyata bocah ini terbius retorika dari calon walikota tersebut, dan ia telah menaruh harapan yang begitu besar kepada orang tersebut. Mengingat orang tuanya hanya nelayan dengan penghasilan tidak tetap, sialnya lagi reklamasi membuat ikan menjauh dari tempat sebelumnya, otomatis BBM yang dikeluarkan meningkat pula. Berbeda denganku yang sama sekali tidak percaya pada slogan - slogan aneh calon walikota itu. Menurutku, retorikanya menjadi "penyemangat hidup ditengah perut yang lapar".

"mudah - mudahan saja" jawabku, yang ternyata sedikit menenangkan kebingungannya.

Kemudian tukang bakso yang biasa mangkal di PKM juga ikutan nimbrung, berbeda dengan bocah penjual koran tadi tukang bakso tanpa malu - malu nerocos.

"orangnya baik (calon walikota) minggu lalu baru saja bagi - bagi rejeki, saya sempat kecipratan 25 ribu" katanya dengan bangga.

Orangnya baik ? hatiku tergelitik mendengar perkataan tukang bakso barusan. Konon orang dalam koran tersebut telah menghabiskan dana sekitar 4 milyar ( dana kampanye dan "komitmen" pada partai). Lalu pertanyaan kembali muncul dalam hatiku, gaji walikota memang telah dianggarkan naik sekitar 20%. Namun, diperkirakan gaji "bersih" walikota hanya sekitar 5 - 10 juta tiap bulannya, sudah termasuk tunjangan. Dalam setahun, walikota memperoleh 60 - 120 juta. Dan satu periode kepemimpinan mendapatkan 300-600 juta (kalau mereka rajin menabung). Lantas, bagaimana dengan 3,5 milyar sisanya ? diikhlaskan ? wow, mulia sekali hatinya dan tentunya saya tidak percaya. Ketakutan pribadi dalam hati saya kursi tersebut menjadi lahan Investasi, dengan pengeluaran 4 milyar bisa memperoleh hasil yang lebih dari itu. Lantas, bagaimana caranya duit itu bisa "beranak" ? siapa yang "menyetubuhinya" ?dengan investor asing ? lalu mereklamasi pantai untuk dibangun dengan mall ?

Mudah - mudahan penjual koran dan tukang bakso tidak bisa membaca pikran saya dan mengecewakan mereka. Dan saya harap orang dalam koran tersebut "kurang beruntung", agar kekecewaan kedua orang tadi tidak terlalu besar ketimbang menanti janji yang tak kunjung ditepati.


Tag: sosial dan politik

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sisca civitas 0 0
mreka hnya org2 polos.. ( kcuali si Wlikota)
ya , inilah potret rkyat jelata..
di crta2 mnapun sllu sperti itu..
brdoa sj smoga bngsa ini tdk smakin trpruk...

Wahyu Eko P 0 0
hidup rakyat,
sambil tangan terkepal,, hee, heee
diaz..bram 0 0
realita yang ada di sekitar kita......benar-benar membuat miris...kalo jupe jadi bupati pacitan apanya ya yang gratis...
Wahyu Eko P 0 0
diaz..bram: pasti joged bareng gratis

Silahkan login untuk memberikan pendapat