kedokteran oh kedokteran 0
Jumat, 19 Mar '10 00:05
dokter - dokteran adalah permainan yang paling aku gemari ketika kecil. sampai saat ini, bila masih ada orang yang mau mengajakku main dokter - dokteran dengan senang hati akan meladeni. mengobati , memberi resep obat sampai menyuntik pasien adalah esensi dari permainan ini, bahkan aku sempat bercita - cita menjadi dokter.
tapi ketika pendaftaran seleksi penerimaan mahasiswa baru dibuka, aku mulai mempertimbangkan cita - cita yang pernah ku miliki tersebut. biaya masuk fakultas kedokteran yang setinggi langit membuatku berpikir lebih realistis. maklum, di negara ini lagi musimnya lelang kursi di perguruan tinggi negeri, apesnya lagi fakultas kedokteran menjadi juara dengan kursi termahal.
berbicara tentang fakultas kedokteran, aku jadi teringat eed ( bukan nama sebenarnya ). dia adalah anak seorang jutawan dikota ini. sejak sma nilai ilmu pengetahuan alamnya terbilang rendah namun karena orang tuanya bersih keras ingin melihat anaknya kelak menjadi seorang dokter, ratusan juta pun bisa ditukar dengan sebuah kursi. padahal jika orang tua eed tidak egois, beliau masih bisa memikirkan nasib orang banyak yang akan menjadi pasien eed nantinya. belum lagi menjadi seorang dokter, eed, mengalami depresi berat karena tekanan orang tua yang menghendaki gelar dokter segera disandangnya.
lain eed, lain pula dodo, kawanku yang satu ini memiliki cita - cita yang begitu kuat untuk masuk fakultas kedokteran. semenjak smp ia selalu berambisi untuk menjadi yang terbaik dalam pelajaran ilmu pasti. namun sialnya ketika ia diterima disalah satu PTN, uang yang ada didompet orang tuanya tidak cukup untuk membeli kursi di fakultas kedokteran. karena kecewa dengan nasib yang dialaminya setali tiga uang dengan eed, ia pun ketularan depresi.
sungguh mengenaskan efek dari lelang kursi yang lagi trend beberapa tahun ini. orang yang secara intelektual tidak mampu namun berhasil memenangkan lelang bisa juga tembus, tapi sebaliknya dengan mereka yang mampu secara intelektual namun " dompet tipis " terpaksa cukup bermimpi.
kenapa pendidikan indonesia matre begini, ya ? tidakkah dunia pendidikan lebih mengutamakan kualitas ? jangan - jangan malpraktek yang kerap terjadi ada hubungannya dengan lelang kursi selama ini ? saya berharap, suatu saat biaya masuk fakultas kedokteran bisa mengempis sehingga orang - orang yang berkompeten bisa diterima.
konon, kuba adalah negara yang sangat memperhatikan kualitas pendidikan. berdasarkan data yang saya peroleh melalui penelusuran di internet, sembilan puluh persen kebutuhan obat-obatan dan vaksin yang diperlukan penduduk Kuba diproduksi di dalam negeri. Hal ini tidak terlepas dari keterampilan dan ketekunan para ilmuan di negeri itu yang didukung kepedulian pemerintah Kuba terhadap pembangunan kesehatan dan pendidikan Kemajuan bioteknologi yang dicapai Kuba memang membuat kita iri.
Di negara berpenduduk 11,2 juta jiwa ini indikator kesehatannya bagus. Misalnya saja angka kematian bayi 6,3/1.000, cakupan pertolongan persalinan dengan tenaga medis 100 persen, jumlah dokter 67.000 orang, usia harapan hidup 76 tahun dan alokasi dana untuk pembangunan kesehatan mencapai 12 persen dan 20% Di bidang pendidikan sejak tahun 1995 , pemerintah Kuba menggratiskan pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai jenjang pendidikan doktor (S3).
saya tidak tahu, apa data diatas benar adanya ataukah hanya rekayasa dari seorang fidel castro? yang jelas pemerintah dan dunia pendidikan negera ini harus berbenah agar bisa menghasilkan sarjana dengan kompetensi dibidangnya masing - masing. maju mundurnya suatu negara bukan hanya dilihat dari segi ekonominya belaka, tapi kemajuan ilmu pengetahuan merupakan nilai positif tersendiri. akhir kata, semoga tidak ada eed dan dodo lainnya di negara ini.
Tag: Pendidikan
Terkait:
-
Stop Pesimis Terhadap Pendidikan!
Senin, 19 Mar '12 13:16 -
Semakin Tinggi Penghargaan Manusia Terhadap Kekayaan, Semakin Rendahlah Penghargaan Manusia Terhadap Kebenaran, Keadilan, Kesusilaan, dan Nilai-Nilai Kemanusiaan
Rabu, 12 Okt '11 02:08 -
Belajar = Proses, Bukan Urusan Ponten
Selasa, 9 Agu '11 13:22
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Eko P: Perlu
-
Oo Zaki: Bagus
-
faruq pabelanis: Bagus
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat