Obama Anak Menteng? So What Gitu Loh! 5

Kamis, 18 Mar '10 02:41

Obama anak Menteng dan pernah sekolah di SD Menteng Dalam (Besuki). Terus kenapa memangnya?!

Saya sebenarnya sudah lama sekali menghindarkan diri untuk menulis tulisan semacam ini: Tulisan tentang Obama, seorang presiden Amerika Serikat yang pernah sekolah dan tinggal di Indonesia. Namun, saya lama-kelamaan semakin jengah dengan sikap banyak orang yang terlalu berlebihan dan norak dalam menyikapi hal ini. Ada yang mebuat tugu untuknya, mendirikan tugu si Obama Kecil yang membawa burung merpati sebagai simbol perdamaian, ada lagi yang menulis novel tentang kisah hidup Obama kecil sewaktu di SD Menteng Dalam dan akan mempersembahkannya buat Obama saat datang nanti di Indonesia. Bahkan ada yang katanya telah menciptakan lagu untuk Obama, "Bocah kecil lucu, dulu ada di sini, Barack Obama", begitu kira-kira liriknya. Astaga, apa-apaan ini?

Saya heran, kenapa orang Indonesia begitu senang dan bangga sekali mengkultuskan Obama, terutama membanggakannya sebagai manusia yang pernah sekolah di Indonesia. Pertanyaannya adalah: apakah sekolah Obama di Indonesia ketika kecil itu begitu berpengaruh baginya untuk mencapai posisi Presiden AS saat ini? Kalau memang pendidiakannya di Indonesia saat itu adalah segala-galanya bagi karir politik Obama, silakan saja mengkultuskannya dan berbangga, tapi kalau tidak, kenapa juga harus sibuk setengah mati memuja-muja Obama. Bukankah Obama belum tentu berkontribusi bagi kemaslahatan rakyat Indonesia? Dan bukankah pendidikan yang pernah dikecam Obama di Indonesia saat itu masih tak jauh berbeda dengan sistem pendidikan kita yang masih saja bobrok sampi saat ini?

Memang benar, bahwa Obama adalah salah satu dari manusia yang mencapai puncak kesuksesan dan bisa jadi contoh. Tetapi kenapa harus Obama? Apakah cuma dia manusia satu-satunya yang pantas dijadikan tauladan? Bukankah Tan Malaka, Soekarno, Hatta, adalah manusia-manusia yang meraih jabatan politik penting negara, atau organisasi dan gerakan perintis kemerdekaan dalam usia yang sangat muda belia? Bahkan jauh lebih muda dri Obama saat itu. Dan mereka adalah manusia Indonesia tulen, lahir, besar dan hidup di Indonesia. Kurang hebat apa Soekarno saat mempelopori KAA yang dihadiri puluhan negara. Kurang keren apa Tan Malaka saat usia dua puluhan telah menjadi Agen Komintern di Asia. Bahkan Malaka pernah gagal menduduki parlemen Belanda hanya karena usianya terlalu muda.
Kenapa harus Obama yang dikultuskan berlebihan semacam ini? Apakah dengan memujinya habis-habisan, membuatkan lagu untuknya, membuat patung dirinya akan berimbas pada kesejahteraan, peningkatan ekonomi dan kemajuan lain bagi bangsa kita? Oh!

Bagimanapun, pola sistem politik di AS akan sangat susah untuk berubah, meskipun dipimpin oleh beragam karakter presiden, baik dari Republik maupun Demokrat. Eforia kejayaan masa lalau Amerika, kemenangannya di Perang Dunia kedua, gelar adikuasa dan lain sebagainya, tidak mungkin bisa dikubur cepat hanya karena negara tersebut dipimpin oleh seorang manusia yang berbeda. Apakah karakter politik AS berubah secara signifikan sejak George Wasington
sampai Obama? Lihat saja, tidak ada perubahan yang begitu berarti. Tetap saja AS adalah negara Agresor, Adikuasa dan negara dengan sistem kapitalis dan liberal.

Bagi saya, sama sekali tak ada kegembiraan dan kebanggaan sebab Obama pernah tinggal di Indonesia. Bayangkan saja kalau Obama tidak jadi presiden saat ini, pasti tidak akan ada kenangan yang begitu histeria oleh sebagian orang Indonesai. Tidak akan ada perayaan-perayaan senorak dan selebay saat ini.

Saya tidak kagum pada Obama, sebabab siapapun presiden Amerika, dari manapun asalnya, saya yakin, gaya berpolitik dan gaya berekonominya susah untuk berubah. Adakah negara mapan yang ingin bermain eksperimen dengan gaya berpolitik atau membentuk pemerintahan gaya baru? Hanya negara berisi manusia-manusia gila yang akan mencobanya.

Siapapun presiden AS, entah dia dari Menteng, atau dari manapun, masih saja BBM di Indonesai mahal. Masih saja ada pemadaman listrik, penggusuran PKL, sekolah mahal dan kesehatan tak terjangkau. Lalu, kenapa harus membanggakan Obama?


Obama adalah anak Menteng, pernah sekolah dan tinggal di Indonesia? So what Gitu Loh!!! Bahasa Indonesia saja Obama tidak lancar.


Jogja, Maret 2010.

 


Tag: politik, Obama

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Themmy 0 0
kemiskinan dan kebodohan begitu menyengsarakan masyarakat karena itu mereka berharap akan datangnya " mesias ". " Menjilati pantat " obama menjadi pilihan dengan harapan suatu perubahan dalam hidup mereka. kolot dan dangkal pemikiran mereka seharusnya intelektual muda bisa memberi pencerahan.
: )
FF Haq 0 0
Masyarakat penjilat. Irwan saya juga sama dengan anda. Obama tidak akan membuat nilai saya yang E,D, dan C berubah, terutama dia tidak bisa dijadikan tauladan bagi kita semua. Kalau karna dia hitam. Saya juga hitam dan bersekolah di Indonesia, bedanya saya lancar bahasa Indonesia dan jawa. Dia "tidak".
: D: D: D
sisca civitas 0 0
iya2x..
klo dia bisa buat kmiskinan di indnsia nol persen,,bru kta sanjung2 dah...
Irwan Bajang 0 0
Karakter penjilat yang norak dan kampungan membuat martabat kita jadi serasa sampah dihadapan orang yang kita puja. Ya, begitulah, secara kesejarahan, kita memang sudah dikecewakan dengan pola dan gaya mengemis yang bernegsek di negeri ini. Dan hal ini dilakukan oleh raja2 di Indonesia. Raja2 Jawa Mataram, Raja2 di sumatera dan sulawesi bertanggung jawab atas penindasan rakyatnya di Indonesia oleh kaum kolonial.
Mereka yang pertama kali menjadi penjlat, dan membuat bangsa penjajah betah di Indonesia.
Luki 0 0
Satu fakta yang harus kita cermati bersama adalah dibawah rezim Soeharto sampai rezim SBY, pemerintah adalah kaki tangan imperialis AS. Rencana kedatangan Obama ke Indonesia otomatis memiliki kepentingan imperialis dengan tanah jajahannya. Berhubung AS sedang ditimpa krisis ekonomi akut maka ia perlu memastikan bahwa pemerintah jajahannya alias rezim SBY tetap mengamankan aset-aset kapitalis dan sumber-sumber eksploitasi di Indonesia. Euforia Obama bekas orang Indonesia tidak terjadi begitu saja. Media massa, yang mayoritas dimiliki oleh kalangan kapitalis bukan kalangan wartawan, sengaja menggiring perhatian rakyat kesana untuk mengalihkan perhatian rakyat ke persoalan sesungguhnya. Persoalan bahwa hubungan AS-Indonesia adalah hubungan penjajah dengan rakyat terjajah beserta pemerintah Indonesia sebagai kaki tangan AS. Disinilah peran media alternatif dibutuhkan untuk menyoroti kejadian yang sesungguhnya.

Silahkan login untuk memberikan pendapat