Anjing Penjilat 2
Rabu, 17 Mar '10 21:50
Terbelenggu dengan rantai pemberian majikan,
dengan liurnya yang menetes
bermalas - malasan dalam kandangnya.
makanan datang...
ia kenyangkan perutnya,
minuman datang...
ia puaskan dahaganya,
si anjing rumahan hidup monoton
makan - tidur,,,
majikan datang ia menjilat,
tak jarang merengek minta tulang.
jika majikan melempar tulang
anjing yang harus mengejar.
hidupnya sangat membosankan...
majikan mengusir, menyingkirlah ia..
majikan memanggil, dengan lekas ia harus tiba..
sudah nasib memang menjadi anjing..
harus dengar apa kata majikan.
jika tidak ia bisa diusir dari rumah..
si anjing takut hidup di jalan..
ia lebih memilih menjilat dari pada mati kelaparan.
Tag: Puisi
Terkait:
-
Bersenggama dalam kepala
Jumat, 28 Jan '11 15:09 -
Duka Cita Untuk Omi
Sabtu, 18 Des '10 04:35 -
bibir pelacurku
Jumat, 12 Nov '10 00:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
FF Haq: Biasa
-
Irwan Bajang: Biasa
-
faruq pabelanis: Bagus
Komentar:
tapi kalau berbicara puisi, kayaknya pengandaian yang lain juga masih banyak ya..hehehe
kasian anjing, selalu jadi simbol yang jelek2.
padahal kan sekarang banyak anjing yang mahal dan dicintai majikannya
hehehehe
Silahkan login untuk memberikan pendapat