AGAMA dan POLTIK 13

Selasa, 16 Mar '10 14:20

" Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem atau prinsip kepercayaan kepada Tuhan, atau juga disebut dengan nama Dewa atau nama lainnya dengan ajaran kebhaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut. "
" Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan.Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik. "
ada yang menarik mengenai dua hal yang disebutkan diatas, agama dan politik. seharusnya agama dan politik berada pada jalur yang berbeda, agama dengan kekuatan moralnya sedangkan politik dengan berbagai usaha untuk memperoleh kekuasaan.
namun yang terjadi saat ini tidak sedikit tokoh agama yang memanfaatkan popularitasnya untuk terjun langsung dalam dunia politik. banyak alasan mereka untuk terjun dalam parlemen diantaranya memberi pencerahan bagi politikus lain ataupun " berjuang dalam nama Tuhan ". apakah hal ini salah ?
sabtu sore kira - kira sekitar pkl 17.00, aku dan beberapa seniorku sempat mendiskuskian kejadian ini. banyak yang mempersalahkan tokoh agama yang "banting setir" ke arena politik, alasannya belum ada tokoh agama yang terjun ke poitik dengan selamat. jangankan mencerahkan orang lain, menahan diri untuk tidak menjadi sama dengan politikus lain saja mereka tidak bisa.
selain itu, salah seorang seniorku beranggapan bahwa lembaga agama harus bebas dari intervensi politik. menurutnya, agama tidak harus merasa " berhutang budi " pada salah satu partai politik atau orang yang berada didalamnya. ini adalah hal yang biasa terjadi ketika salah satu calon legislatif, wali kota atau gubernur memberikan " sumbangan " bagi pembangunan rumah ibadah. lembaga agama yang menrima " sumbangan " tersebut merasa perlu untuk memberi dukungan kepada parpol ataupun oknum yang " menyumbang ".
namun hal - hal yang disebutkan diatas mendapat sanggahan dari seniorku yang lain. ia berpendapat, kita tidak bisa melarang tokoh agama yang ingin masuki ke arena politik selama sang tokoh agama merasa mampu untuk menjadi " garam dan terang " dalam dunia politik ( walaupun sampai saat ini masih belum ada yang mampu ). faktor kedua yang membuat ia mempersilahkan tokoh agama untuk berjuang di kancah politik, selama sang tokoh tidak menjadikan agama sebagai " kendaraan " untuk meluncur ke parlemen adalah hal yang sah dan wajar saja.
memang begitulah keadaan di negara ini. tidak sedikit tokoh agama yang kehilangan tempat dihati masyarakat karena gagal menunjukkan terangnya dalam dunia politik, selain itu banyak juga tokoh politik yang menjadikan agama sebagai " media " untuk mendapatkan kursi di parlemen.
miris memang, tapi yang menjadi harapanku sekarang agama dan poltik mengerti batasan masing - masing.menurut daniel johan, seorang tokoh agama yang juga politisi : " masyarakat agama memiliki kepentingan mendasar agar agama tidak dikotori oleh kepentingan politik, karena bila agama berada dalam dominasi politik, maka agama akan sangat mudah diselewengkan. Akibatnya agama tidak lagi menjadi kekuatan pembebas atas berbagai bentuk penindasan dan ketidakadilan, sebaliknya agama akan berkembang menjadi kekuatan yang menindas dan kejam."
Di pihak lain, adalah kewajiban moral agama untuk ikut mengarahkan politik agar tidak berkembang menurut seleranya sendiri yang bisa membahayakan kehidupan. Agar agama dapat menjalankan peran moral tersebut, maka agama harus dapat mengatasi politik, bukan terlibat langsung ke dalam politik praktis. Karena bila agama berada di dalam kooptasi politik, maka agama akan kehilangan kekuatan moralnya yang mampu mengarahkan politik agar tidak berkembang menjadi kekuatan yang menekan kehidupan dan menyimpang dari batas-batas moral dan etika agama, masyarakat, dan hukum " lanjut johan.
tapi yang menjadi harapan pribadi dari kemelut yang terjadi selama ini, baik politik maupun agama tidak lagi menjalin hubungan yang terlalu dalam. terlebih lagi jika agama begitu mempengaruhi politik di negara ini, maka pemaksaan kehendak dari agama satu pada agama lain akan terjadi dan kebebasan untuk menjalankan kegiatan keagamaan dari kaum minoritas semakin dibatasi.
semoga hal yang seperti ini dijauhkan dari negeri ini....


Tag: AGAMA dan POLTIK

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Elly LPM Situs 0 0
pada dasarnya untuk menjalankan dakwahnya,agama memakai politik sebagai sarana untuk objek. dimana dalam sebuah hadits dikatakan, ketika wanita dalam sebuah negara itu baik, maka neganya pun akan baik,namun ketika wwanita dalam suatu negara itu buruk, niscaya puruk pula negaranya. ini bisa di samakan dengan pemimpin saat ini pemimpin baik, negaranya pun baik, pminmpin buruk negaranya pula buruk...
sehingga faktor tersebut yang bisa dijadikan salah satu landasan mengapa agama juga berhak dan mempunyai kewajibam memasuki ranah politik kawan.
lihas saja FPP , HTI , golongan ini sangat semangat sekali memasukan ideologi mereka dalam pemerintahan ini.mungkin, bisa ditambahi...
Themmy 0 0
Elly LPM Situs: saya cukup setuju dengan fungsi control agama dalam politik, tapi bukannya mencampuri terlalu dalam kegiatan politik dalam suatu negara, karena akan ada diskrimnatif dari mayoritas terhadap kaum minoritas. apalagi kita ini negara demokrasi, cukuplah agama memberi masukan moral bagi kemajuan suatu negara.
btw salam kenal....
*_^
FF Haq 0 0
Ajaran agama yang memberikan landasan politik, bukan agama dalam politik ataupun sebaliknya. Sepengetahuan saya ajaran agama selalu baik dan benar. Jika diterapkan maka politik akan berjalan dengan sebagaimana mestinya.
: )
Themmy 0 0
semua agama memang mengajarkan kebaikan,,,
tapi jika dominasi salah satu agama dalam politik begitu kuat maka diskriminasi terhadap golongan agama yang lain pasti akan terjadi. dan ini harus dijauhkan dari negara yang menganut paham demokrasi.
: D
Elly LPM Situs 0 0
Themmy: kalo dihubungkan dengan partai2 sekarang sperti Hanura, demokrat, PDI, P3, PAN, de el el,
mereka juga pnya tujuan masing2 bahkan ambisi yang mendasari terbentuknya partai mereka....apa bedanya dengan suatu golongan agama yg mw gabung di ranah politik??? toh tujuan mereka juga baik. malah bagus berdakwah+berpolitik...biar kagak kuper,, biar lulusan pondok pesantren atau lulusan pendeta dapat dibanggakan. biar negeri kita tidak disetir beberapa golongan yang tidak bertanggungjawab !!!
Themmy 0 0
@ elly : kalau tujuannya untuk kepentingan nasional dan demokrasi silahkan saja...tapi kalau hanya untuk kepenitngan pemeluk agama tertentu, tolong ditinjau kembali...
: )
tapi saya cukup senang bisa berdiskusi dengan wanita sekritis anda....disini jarang sekali ditemui...
8)
Elly LPM Situs 0 0
jadi malu...Hehehe...
FF Haq 0 0
Seperti yang saya sampaikan, "agama" hanya menjadi landasan. Bukan tujuan atau masalah lainnya. Jika sampai landasan dijadikan sebuah alat maka bergeserlah semua kebaikan itu. : )
Elly LPM Situs 0 0
FF Haq: agama itu tujuan Tujuan 'AKHERAT'
Hohoho...
FF Haq 0 0
Elly LPM Situs: Tujuan akherat memangnya dari "AGAMA" ya???
Saya jadi bingung nih... Padahal agama hanya sebuah alat bantu, bagi ku. : )
Elly LPM Situs 0 0
FF Haq: yo iku urusanmu...
pokok'e agama nomer siji bagiku...

km perlu tau...agama yang menjadi pondasi manusia untuk mendekatkan diri 'tawakal' kepada Tuhan...
lalu,,kemana tujuan akhir qt kalo bukan ke Akhirat???
Elly LPM Situs 0 0
koreksi [kemana tujuan akhir qt kalo bukan ke Akhirat???]
kemana tujuan qt kalo bukan ke Akhirat...
kembali kehadapan Illahi...
Luki 0 0
Ada ungkapan yang sangat terkenal di bumi pergerakan amerika latin terkait agama, "Manusia di dunia ini tidak dibagi berdasarkan manusia beragama atau manusia tidak beragama, manusia di dunia ini dibagi dua, manusia yang penindas dan manusia yang bukan penindas."

Dengan itu kita akan melampaui dikotomi atau pembedaan dan penyekatan antara mereka yang menggunakan basis ideologi agama maupun non agama. Selama agama itu digunakan sebagai alat pembebasan untuk melawan penindasan maka sah bila agama itu juga menggunakan kekuatan politik.

Coba lihat pergerakan di Indonesia, ada Serikat Islam. Di amerika latin juga ada golongan pastur dan agamawan nasrani dalam teologi pembebasan. Tentu mereka harus dibedakan dengan para penindas yang menggunakan kedok agama dan ayat-ayat kitab suci sebagai dalih penindasannya.

Politik tentu tak bisa dimaknai secara sempit hanya sekedar pemilu, pilkada, pilgub, kampanye caleg atau capres. Pemaknaan sempit macam itu akhirnya membuat terminologi politik jadi buruk karena carut marut politik struktural-formal di Indonesa.

Bila politik dimaknai sebagai segala daya dan upaya untuk meraih kekuasaan tetap saja politik itu tidak bisa dianggap buruk. Karena cara dan penggunaan kekuasaan itu ditentukan oleh mereka yang menggunakan. Perjuangan petani yang menuntut reformasi agraria adalah perjuangan politik karena mereka ingin punya kuasa (kekuatan) untuk bebas dari eksploitasi tuan tanah dan tengkulak, perjuangan serikat buruh yang menuntut peningkatan gaji dan perbaikan kondisi kerja juga perjuangan politik karena mereka menggunakan kekuasaan (kekuatan) mereka dalam memobilisasi massa untuk tercapainya kehidupan mereka yang lebih baik, dan tidak bisa dikecualikan, perjuangan mahasiswa menolak komersialisasi pendidikan juga merupakan perjuangan politik karena mereka menggunakan kekuasaan mereka (yang berbeda dengan kekuasaan parpol) untuk menggugat dan menuntut dihapuskannya komersialisasi pendidikan.

Sadar atau tidak politik ada dimana-mana. Kita harus punya kesadaran politik, bukan untuk menggunakan politik demi kepentingan kantong pribadi, melainkan agar mampu mencermati keadaan masyarakat dan pemerintah kita, agar tidak gampang dibohongi propaganda tipu-tipu, agar tidak mudah dirayu janji-janji palsu, dan agar kita bisa memperjuangkan hidup kita semua. Dus, oleh sebab itu mereka yang 1001 kali tidak mau mencampuri politik akan 1001 kali dicampuri politik.

Silahkan login untuk memberikan pendapat