“Salah”isme 1

Kamis, 11 Mar '10 08:18

Ajaran / konsep / faham apakah SALAHISME itu !!!!, SALAHISME berawal dari obrolan ringan di kantin tempat kerja rakyat jelata. Obrolan ringan ini awalnya mengenai kejadian di tempat kerja dimana ada tindakan yang di anggap salah yang terdakwanya sebuah unit lalu kemudian di carilah kambing yang warnanya hitam untuk di persalahkan di unit tersebut.

Salahisme berdasarkan hasil rembukan obralan ringan di simpulkan menjadi Praduga bersalah yang berkembang pada komunitas / kumpulan orang sehingga ujung-ujungnya ada terdakwa yang dipersalahkan. Salahisme ini sebetulnya sudah terjadi semenjak berkembangnya peradaban manusia. Salah satu tokoh besar dunia yang terkena praktek faham SALAHISME adalah Galileo

Galileo mengungkapkan sebuah pemikiran dari hasil temuan yaitu Bumi bukan pusat galaksi, Bumi berotasi dan berevolusi. Tetapi pada saat tersebut, opini yang berkembang dan dikembangkan oleh masyarakat bahwa Bumi menjadi pusat tata surya. Karena pemikiran tersebut dia di hukum. Galileo akhirnya dipaksa mati pada usianya yang ke 86 di tahun 1642. 200 tahun setelah kematian sang pemikir akhirnya diakui bahwa pemikirannya itu benar.

Sedangkan di Indonesia faham Salahisme pernah mengenai pelopor jurnalistik perempuan yaitu ibu Roehana Koeddoes. Ibu Roehana koeddoes di tuduh dan di gunjingkan oleh masyarakat di tempat dia tinggal bahwa ibu roehanna melakukan tindakan tercela perselingkuhan. Hal ini berawal dari lemparan isu perselingkuhan di karenakan beliau mempelajari bahasa Belanda. Pada saat isu perselingkuhan berkecamuk hasil karya ibu roehanna laku di kalangan petinggi Belanda. Isu itu termunculkan karena di duga bersalah, ibu roehanna kudus melakukan tindakan perselingkuhan untuk mendorong penjualan karyanya. Tetapi apa yang terjadi tuduhan tersebut SALAH, praduga bersalah ini dikembangkan awalnya dari sifat iri dan dengki yang berhasil memanas-manasi publik sehingga faham SALAHISME ini muncul.

Sedangkan yang sedang hangat-hangatnya dan baru saja semalam di tayangkan di kick Andy yaitu faham SALAHISME terhadap mantan Kabareskrim Susno Duaji. Beberapa bulan lalu bapak Susno Duaji dihujat, di caci, di maki karena di anggap bersalah sebagai aktor yang merekayasa kasus Bibit-Chandra dan Antasari. Bapak Susno disebut-sebut namanya oleh Anggodo dalam rekaman percakapan yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Dalam percakapan itu di sebutkan nama Susno dan Truno 3, dari hasil rekaman tersebutlah akhirnya berkembang opini masyarakat praduga berSALAH terhadapnya. saya pun awalnya melakukan tindakan SALAHISME terhadap beliau.

Awal dari apakah faham SALAHISME patut di pertanyakan yaitu semenjak bapak Susno menjadi saksi dalam persidangan Antasari. Di persidangan tersebut bapak Susno membantah dan menolak bahwa dirinya adalah Truno 3 karena Truno 3 merupakan panggilan pihak lain. Lalu kesaksian dan pembelaan bapak Susno di acara Kick Andy tgl 19/02/2010 malam yang menyatakan tidak terlibat dalam kasus Bibit-Chandra karena ada tim yang dibentuk untuk menangani di luar tanggung jawab beliau. Juga kesaksian praktisi hukum senior Adnan Buyung dalam acara Kick-Andy bahwa awalnya menduga ada keterlibatan bapak Susno dalam kasus Bibit-Chandra dan kemudian berpikir ulang semenjak kesaksian bapak Susno di persidangan Antasari. Bahkan sepertinya beberapa masyarakat menarik ludahnya sendiri atas pemikiran bersalah terhadap bapak susno, ini bisa di lihat pada komentar-komentar yang di layangkan pada artikel PENGAKUAN SUSNO yang dimuat oleh website Kick-Andy. Menyangkut bapak Susno biarkan waktu yang menjawab seperti halnya kasus Galileo, apakah beliau salah atau benar.

Yang sekarang lagi Heboh adalah kasus Century, apakah kasus ini SALAHISME atau BENERISME. Sama seperti kata penutup menyangkut bapak Susno..biarkan waktu yang menjawab. Semenjak sedikit belajar faham SALAHISME saya rakyat jelata tidak mau lagi ikutan opini yang berkembang di masyarakat. Apalagi sekarang banyak perang politik dan kepentingan, sama seperti apa yang terjadi pada ibu Roehanna Koeddoes ketika beliau dituduh selingkuh dan melakukan tindakan koropsi lalu akhirnya waktu yang menjawab beliau tidak Bersalah. Opini masyarakat terhadap ibu roehanna yang menyatakan bersalah berawal dari gossip, isu, dan Fitnah yang dikipas-kipasi oleh orang-orang yang iri dan dengki terhadap beliau.

Ketika kita dari awal pemikiran sudah menyatakan seseorang bersalah / terhasut opini menyalahkan, alam bawah sandar memerintahkan…salah..salah itu orang…salah. Mari berprasangka baik sehingga Alam bawah sadar tidak mengarahkan kita pada fitnah dan mencegah terjadinya dosa


Tag: paham

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

FF Haq 0 0
Sungguh luar biasa obrol ini. Menyenangkan membuat saya harus mengoreksi diri. Makasih mas : )

Silahkan login untuk memberikan pendapat