Memanfaatkan Keramahan Indonesia 6
Sabtu, 27 Feb '10 23:10
Berdasarkan hasil survey The Smiling Report (TSR) dari AB Better Business yang berbasis di Swedia, Indonesia merupakan negara yang paling murah senyum dan memberikan salam. Hal ini semakin menegaskan bahwa di mata dunia, kita(bangsa Indonesia) merupakan bangsa yang ramah. Jika ditelusuri, mungkin kita tidak asing dengan kalimat 'Indonesia negara yang ramah'. Karena memang sejak kita kecil, sewaktu di sekolah dasar, kita memang sudah dijejali kalimat itu dipelajaran PKN dan Sosial dulu.
Keragaman budaya yang ada menjadikan kita kaya dan bisa dengan mudah menerima perbedaan. Kita tidak canggung untuk menerima perbedaan. Karena selama ini kita memang terikat oleh yang namanya 'KESATUAN'. Bayangkan seandainya kita masih berbentuk serikat, bukan tidak mungkin bahwa kita akan bersifat seperti Negara-negara serikat lainnya. Kesatuan menjadi kata yang 'magis' seperti para pesulap yang mengucapkan 'Abrakadabra'. Kita yang terpisah pulau masih memiliki sense of belonging yang sama akan Negara ini. Indonesia. Ketika saling bertemu, perbedaan yang ada tidak menjadi masalah. Kita bisa menerimanya karena pada dasarnya kita memang telah diikat oleh kata 'Kesatuan' tadi. Inilah yang menjadikan kita ramah terhadap sesama.
Alah bisa karena biasa. Kita ramah karena kita telah terbiasa ramah terhadap sesama bangsa Indonesia. Jadi ketika bangsa lain datang ke Negara ini, kita juga bersikap ramah terhadap mereka. Kita menerima mereka dengan tangan terbuka. Kita berusaha membuat mereka nyaman di negeri kita. Dan hasilnya memang seperti itu. Bangsa lain menaruh salut atas keramahan yang ditunjukkan oleh bangsa kita.
Tapi ramah bukan berarti kita lemah. Kita harus menunjukkan kepada bangsa lain bahwa kita juga bangsa yang kuat. Bangsa yang tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang mampu merusak 'Kesatuan'. Kita juga harus tunjukkan bahwa kita bangsa yang mandiri. Kita mampu menjalani kehidupan kita dengan tidak sekedar berpangkutangan terhadap bangsa lain. Mari kita manfaatkan keramahan kita ini untuk membuktikan kepada bangsa yang lain bahwa kita punya potensi yang lain. Kita tunjukkan kekuatan kita melalui pariwisata dan sektor yang lain. Kita tunjukkan kemandirian kita melalui sektor ekonomi. Industri kreatif kita sangat berpotensi. Usaha-usaha kecil menengah kita menghasilkan produk-produk yang tidak kalah kualitasnya dengan barang impor. Malah terkadang kita menghasilkan sesuatu yang lebih baik dari mereka (bangsa asing).
Ramah merupakan salah satu pilar utama bangsa ini yang bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan program-program pemerintah, terutama sektor pariwisata dan industri kreatif. Karena logikanya, tidak ada yang mau datang ke suatu tujuan, jika yang didatangi bermukim 'macan kelaparan'.(Andri Islyanda)
Tag: cerita, pengalaman, bangsa
Terkait:
-
Pengalaman Masuk Ahmadiyah
Selasa, 29 Nov '11 17:10 -
Aku, Persma, dan Tulisanku
Rabu, 31 Agu '11 19:17 -
Bacaan Liburan: Tentang Saya dan Jurnalistik... (2)
Senin, 29 Agu '11 23:33
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Wahyu Eko P: Penting
-
FF Haq: Bagus
-
Rizki: Bagus
-
kailila: Bagus
Komentar:
mohon kritikannya juga...
akhirnya
di bodohi!!
terus dan selalu begitu..
buatku,
keluguan, keramahan dan ketulusan
bagian dari moral.
namun faktanya, di realita kehidupan bangsa ini kita juga menemukan hal yang sama...
sesuatu yang berwujud kebaikan menjadi anak panah versi baru bagi para asing...
karena mmg ramah tdk bsa dipukul rata,
dlm brbagai hal.
Silahkan login untuk memberikan pendapat