PEMBALAKAN KREASI MAHASISWA 25

Minggu, 21 Feb '10 23:26

<!-- /* Font Definitions */ @font-face {font-family:"Amethyst Lite Italic"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face {font-family:"Bradley Hand ITC"; panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-alt:"Courier New"; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:script; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-language:AR-EG;} p.MsoHeader, li.MsoHeader, div.MsoHeader {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-language:AR-EG;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter {margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; tab-stops:center 216.0pt right 432.0pt; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-language:AR-EG;} @page Section1 {size:612.1pt 33.0cm; margin:3.0cm 3.0cm 3.0cm 3.0cm; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:18312320; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-67864806 -1774530412 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:72.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:72.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-font-weight:bold; mso-bidi-font-weight:bold;} @list l0:level2 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:108.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:108.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3 {mso-level-number-format:roman-lower; mso-level-tab-stop:144.0pt; mso-level-number-position:right; margin-left:144.0pt; text-indent:-9.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4 {mso-level-tab-stop:180.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:180.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:216.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:216.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6 {mso-level-number-format:roman-lower; mso-level-tab-stop:252.0pt; mso-level-number-position:right; margin-left:252.0pt; text-indent:-9.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7 {mso-level-tab-stop:288.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:288.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:324.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:324.0pt; text-indent:-18.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9 {mso-level-number-format:roman-lower; mso-level-tab-stop:360.0pt; mso-level-number-position:right; margin-left:360.0pt; text-indent:-9.0pt; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} -->

Dalam sebuah perjalanan yang tiada ujungnya sehingga menyisakan isak tangis yang berkepanjangan dikalangan mahasiswa khususya aktivis kampus yang bertujuan memperjuangkan hak – hak mahasiswa dan kaum teraniaya. Dalam hal ini perlu adanya kesadaran bersama bahwa mahasiswa tidak hanya datang, duduk dan diam mendengarkan dosen ceramah dikampus, akan tetapi bagaimana meningkatkan kapabilitas dan kapasitas dalam dirinya sehingga dapat menjawab tantangan dan tututan zaman.

Memang kita akui bersama bahwa pasca tragedi semanggi ’98 yang sudah banyak menelan korban. Kejadian itu masih terasa dan membanyangi kita semua, sehingga kita selalu bertanya – tanya, apakah pengorbanan mereka sia – sia ataukah perjuangan untuk membela kaum Mustadz Afin sudah usai sampai disini?

Kejadian semanggi dapat melengserkan era Orde Baru  menjadi era Reformasi, namun sekarang Mahasiswa sudah banyak membuang waktunya didalam kelas dan sekarang sudah tidak terlihat lagi Mahasiswa yang berkoar – koar memperjuangkan kaum yang teraniaya dan tertindas, gerakan mahasiswa yang dulunya massif kini bagaikan singa tak bertaring lagi.

Dari beberapa manifesto diatas maka jelaslah sudah bahwa keatifitas mahasiswa sudah dibalak habis – habisan oleh orang – orang yang tidak senang dengan kreasi mahasiswa. Mereka menganggap bahwa ada sebuah ketakutan – ketakutan tesendiri karena dikhawatirkan menggerogoti kekuasaan yang dipimpinnya saat ini maka dari itu, mereka menyiasati dengan memberi kesibukan kepada mahasiswa agar mereka (Mahasiswa,Red) tidak banyak menuntut.

Disamping memberi kesibukan terhadap mahasiswa dengan trik memberi tugas, absensi kehadiran berkisar sampai 80%, bahkan sampai mengatur gerak mahasiswa pada hal teknis. Memang selama ini sudah mulai terasa oleh mahasiswa sejak tahun 2003 mesikpun mereka (Mahasiswa.red) belum menemukan langkah apa untuk mengantisipasi itu semua. Terkadang kita bentrok sesama mahasiswanya demi mencari sebuah solusi atas apa yang dilakukan oleh orang – orang tersebut.

Renungkanlah semua itu Wahai Mahasiswa yang memiliki 3 agent :

1.      agent of change

2.      agent of control

3.      agent of knowlage   


Tag: Mahasiswa, PEMBALAKAN, KREASI

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

sisca civitas 0 0
ehmm,,
jadi mnurut bang King's.. "vakumnya" grakan mhsiswa.. krna bnyak oknum yg dgn sgaja mmbungkam kreativitas mhsiswa , bgitu?

dan, apa utk mmbuat nma mhsiswa ( yg ktanya "3 agent" itu,) terangkat sperti thun 90-an.. mesti koar2 ke jlan kmbali?? saya kira tidak.
FF Haq 0 0
hmm...... ada benarnya mbak sisca.....

Dalam satu sisi kita tetap perlu turun ke jalan dengan syarat. Dimana aksi tersebut damai dan menebarkan pencerahan bukan mencekam, karena kita adalah "Mahasiswa".

3 Agent tersebut sebenarnya sudah ada didalam tubuh LPM (Lembaga Pers Mahasiswa). Apabila kita mencoba melihat kebelakang (sebentar aja ya...), orang terpelajar awalnya melakukan gerakan melalui media dan apabila tidak mendapat respon baru kita laksanakan cara lainnya.

Kita punya cara yang lebih cerdas, tidak perlu mengikuti trend pop gerakan di Indonesia.
: p
BJ 0 0
Di browser ku kok ada metakarakter word banyak sekali (sekali aja) ya di atas, saran: admin kudu perbaiki halaman di atas (biar menarik dipandang).
---------------------------------- ---------------------------------------------- --
Koment lewat coretan aja ah...
http://www.persma…itu-hak.html
bung hakim 1 suka | 0
makanya jadi mahasiswa ikutan lembaga Pers biar cerdas dan trampil.
: D : D : D

FF Haq 0 0
Setuju 100% : )
The President's 0 0
sisca civitas: iy betul,sekarang lambat laun kita sudah mulai dibatasi ruang gerak kita,iy kan?

setidaknya kita sekarang itu 3 agent kta aplikasikan bukan hanya dijadikan simbol saja.
The President's 0 0
bung hakim: apakah kita ikutan Lembaga Pers bisa membuat kita cerdas dan terampil?
The President's 0 0
BJ: BJ: makasi atas masukannya bang BJ,selai itu apa ada lagi bang soalnya aku masih belajr ntorat nyoret saja?
FF Haq 0 0
@King's: LPM bisa menjadi sesuai yang kau inginkan bila kau mampu membuatnya menjadi sesuatu yang indah seperti dalam mimpi mu... Karena kau adalah bagian dari LPM itu sendiri bukan cuman sekedar anggota. : )
Wahyu Eko P 0 0
FF Haq: LPM bukan hadiah
si berang-berang 0 0
persma membuat cerdas dan terampil??
hahaha....
ga nyangka kalo awak persma ternyata lebih narsis daripada yang lain.
semoga tidak terlena kawan.
bung hakim 0 0
Lho, insan pers harus cerdas membaca realitas walau pun harus bebas nilai. seorang jurnalis jg harus terampil mengolah berita. seperti ratusan kali klo kita rapat redaksi. penentuan angel-fokus khan para staff redaksi harus berebutan utk mengajukan headline dan merebut kolom. benar kagak neh? atau sdh tdk seperti itu lg
hikz : ((
The President's 0 0
Wahyu Eko P: LPM adalah hadiah terbesarku karena sudah mengizinkannku inut menjadi anggotanya..........!
The President's 0 0
FF Haq: memang betul bang, akan tetapi kita selama ini masih mengalami konflik peran,apakah semua ini adalah sebuah proses....?
The President's 0 0
bung hakim: BETUL banget bang, kita tetap seperti itu bahhkan lebih dari itu bang...
Wahyu Eko P 0 0
si berang-berang: Persma pancen oye!!
si berang-berang 0 0
pasca 98, sampai sejauh yg q tau, itu semua masih harapan.
haha,
masih ingat legenda dewa narsisius?
dewa yg senang sekali bercermin dan bangga pada dirinya sendiri?
semoga (lagi) kita bukan dia.
banyak yg masih belum dan harus digarap bung!
Wahyu Eko P 0 0
si berang-berang: ayo gantungkan kepala sama-sama
FF Haq 0 0
Itulah.....
Foto mampu menceritakan sebuah tragedi dan menjadi saksi, namun tidak bisa memberikan sebuah pemahaman. Siapkan pena dan kertas (mungkin sekarang laptop dan recorder) kita ciptakan karya ala Persma. : p
arman dhani bustomi 0 0
WOOOOOOOOOOOOOOOOOOY ADMIN! MBOK YA ITU AWALAN DIBENERIN!!!! GAG ENAK BACANYA!
The President's 0 0
Wahyu Eko P: jangan ikut slogannya wa you ntar kita mati semua.
The President's 0 0
arman dhani bustomi: saya kemarin dan sekarang masih belajar mas makanya tidak tertib seperti itu akan tetapi saya tertib mengunjungi Persma.com
The President's 0 0
FF Haq: itu yang kita harapkan selama ini meskipus kita protesnya lewat tulisan.
The President's 0 0
si berang-berang: betul itu,
terutama yang harus digarap terlebih dahulu adalah moral mahasiswa saat ini yang masih semrawut.
salam persma...........!!!!!!!!!!
fu'ah DIMENSI 0 0
LPM... mengisi hampir separo lebih pikiranku.

Silahkan login untuk memberikan pendapat