apa itu arti kata hidup bagimu? 32
Sabtu, 20 Feb '10 09:57
sebagai newbie di persma.com, saya tidak tahu harus menulis apa, agar menunjukkan kalau saya aktif pada web ini, saya mencoba mengobrak - abrik artikel lama saya, arikel pendek yang sebenarnya biasa saja.
baiklah . . . saya hanya ingin menulis apa itu definisi hidup menurut saya . . .
hidup
menurut saya, satu kata yang berat untuk saya uraikan
saya tak terlalu pintar untuk berkata - kata tentang hidup atau kehidupan
yang saya tahu,
hidup adalah nafas, jika tak ada nafas, maka kita tak hidup lagi
namun da kelanjutan dari kalimat itu
jika hidup adalah nafas, maka bagaimana cara kita memperjuangkan nafas itu untuk tetap berhembus
maka hidup, adalah perjuangan untuk bernafas
dalam perjuangan, banyak serba - serbi yang kan kita dapatkan, susah dan senang
maka hidup, adalah perjuangan untuk bernafas, yang diwarnai dengan susah dan senang
kesusahan dan kesenangan itu kita dapat, tidak lain adalah untuk mendapatkan apa yang kita sebut dengan tujuan
maka hidup, adalah perjuangan untuk bernafas, yang diwarnai dengan susah dan senang untuk mencapai sebuah tujuan
dan tujuan akhir kita adalah mati, mati dalam keadaan khusnul khatimah
=)
Tag: kehidupan
Terkait:
-
KEBENCIAN YANG MEMBARA
Kamis, 22 Apr '10 11:36 -
Anak-anak Down Syndrome Tetap Berprestasi
Senin, 12 Apr '10 15:23 -
Ironi Metropolitan Jawa Timur
Minggu, 7 Mar '10 09:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Oo Zaki: Perlu
-
bung hakim: Responsif
-
FF Haq: Biasa
-
Kemuning: Biasa
-
Rizki: Biasa
-
Como Bacomboy: Bagus
-
BJ: Responsif
-
yanda: Bagus
-
The President's: Perlu
-
Wahyu Eko P: Penting

Komentar:
itulah hukum dunia...(soekarno)
@zaqiz: kalau hanya untuk bernafas dengan sedikit warna warni maka Tuhan itu tidak ada. Kalau mati merupakan akhir, kemanakah kita bisa tau sebuah awal?
tentu saja ada . .
melihat dari masing2 individunya
TUHAN itu ada dalam mempertahankan nafas itu^^
Kita bukan angkatan kerja ! Toh kesalahan Lorenz dalam upayanya membaca penyebab perang, yang dianggap alamiah sudah berhasil diruntuhkan Fromm. Dan dari Fromm, pada beberapa hal fundamental yang pasti kita sepakati, bahwa hidup, ternyata bukanlah "perjuangan" seperti dalam pemahaman yang paling banyak kita terima. Terutama dari buku-buku How to dan motivator-motivator busuk ! :
Hidup memang layak untuk ditangisi !
Hidup juga sangat layak untuk ditertawakan !
@Oo : Kelahiran dan kematian merupakan pergantian pemain dalam permainan.
@zaqiz: jika nafas itu memiliki arti lain, bukan sebagai sebuah siklus tubuh mungkin saya bisa setuju.
Lalui saja.Cuma tempat pesinggahan, nmun bisa saja merupakan tempat persinggahan terakhir setelah rahim..
tapi teman2
ini arti simple dari hidup menurut saya
jadi setiap orang bisa menjabarkan dengan sendirinya, dari perjuangan nafas itu
kan banyak warna di dalamnya
mencakup banyak hal disitu, Tuhan, persaingan, kompetisi dan lainnya^^
pelukis bukan karena dia suka melukis tetapi karena butuh utk melanjutkan hidupnya.
Nah, sekarang bagaimana dengan zaqiz sendiri? merasa terassing gak? dgn kerja mu selama ini.....
Teman kawanku bilang, yang berada di depan mata adalah fakta terdekat yang tidak dibukukan.
Kewarasan setiah hela napas itu kadang kala tidak membantu, kegilaan hidup itu adakalanya ingin memberitahu sesuatu...
(from Teman diskusi jalanan yang Sehati)
itulah nilai hidup diluar sana yang mungkin harus kita paham dan adakalanya kita tangisi karena tidak dipedulikan...
saya sangat mencintai pekerjaan saya
jadi sejauh ini saya belum merasakan rasanya terasing
entah beberapa waktu kedepan
tapi . . .
bapak saya melukis karena dia mencintai seni
bukan untuk bertahan hidup
sama dengan memperhankan nafas
nafas itu itu akan berhembus sepanjang zaman
kecuali kehendak Allah^^
zaqiz: "Saya sangat mencintai pekerjaan saya,
jadi sejauh ini saya belum merasakan rasanya terasing."
Narasi EQ dan SQ yang belakangan laris manis di "pasaran" akan membenarkan kutipan zaqiz di atas. Tapi setelah membaca Seni Mencintai Erich Fromm, kutipan tersebut akan patah dengan sendirinya. Atau barangkali kita akan kecewa dengan pemahaman kita tentang "cinta" sebelumnya. Saya memberikan tanda petik pada cinta untuk membedakannya dengan konsepsi cinta D Massiv dan lagu-lagu serupa, yang juga sedang laris manis di pasaran.
Fromm memulai bukunya dengan menjabarkan cukup mendalam tentang seni, apakah itu seni dan lain-lain. Pada bab bab selanjutnya ia membagi cinta menjadi beberapa katagori berdasarkan pertautan antar relasinya: cinta persaudaraaan, cinta Allah dan sebagainya. Dari semua katagori dan "domain" yang diberikan Fromm ternyata semua jenis cinta selalu berangkat dari keterasingan, keterpisahan, baik dengan diri sendiri maupun dengan entitas di luar diri. Bukankah kita mencintai Tuhan karena kehendak untuk menyatu dengan Tuhan? Artinya unagkapan zaqiz ketika bilang ia mencintainya pekerjaannya adalah ungkapan yang tidak jujur. Secara ekstrem bisa dikatakan keluar dari konteks kemanusiaannya sendiri. Dengan kata lain, seseorang yang mencintai sesuatu, harus mengakui bahwa ia sedang terasing dengan sesuatu yang dicintainya itu.
Hal ini berbeda dengan alienasi dalam pengertian Marx.
Wahyu Eko P: Suga hanyalah sebuah perpustakaan kecil di mana kita bisa berbagi. Gak perlu ribut soal itu, apalagi bawa bawa nenek moyang segala.
tapi yang saya tahu
pekerjaan bisa dibilang sukses itu jika kita mencintai dan menikmati pekerjaan itu [janji joni]
dan alhmd menurut saya
saya sudah sukses dengan pekerjaan saya
Silahkan login untuk memberikan pendapat