Hati dan Harga Diri 24
Sabtu, 13 Feb '10 20:43
Kesucian adalah harga yang mahal untuk seorang wanita. Perawan atau tidak merupakan ukuran dalam menilai harga diri seorang wanita. Keperawanan hilang maka seorang wanita akan dianggap sampah dan benar-benar tidak ada artinya. Tetapi zaman sudah berubah, bagi para pemuda norma dan aturan hanya sebuah nyanyian merdu yang selalu didendangkan para orang tua.
Saat seorang remaja dilanda cinta, semua dimata dia seperti tidak ada artinya. Nasihat orang tua sudah tidak didengarkan, yang didengar hanya kata manis dari kekasihnya. Tidak salah pemuda jatuh cinta, normal menyukai lawan jenis, dan mengasihi itu suatu hal yang terpuji, tetapi semua dikatakan salah jika tidak sesuai dengan jalannya. Tidak punya pacar dikatakan tidak laku, pacaran tidak ciuman dikatakan ketinggalan zaman, dan parahnya lagi menjalin hubungan pacar tanpa sex dikatakan tidak setia, semua dipandang sia-sia. Apa ini yang dikatakan cinta? Apa cara ini yang selalu jadi paket dalam pacaran ?
Harga diri itu mahal harganya, apalagi kesucian seorang wanita, sangat tinggi nilainya. Coba seandainya wanita berpenampilan yang sopan, tidak berpakaian yang seksi sehingga membuat lawan jenis berfikiran kotor. Begitu pula laki-laki, coba bisa lebih melindungi dan menghormati wanita, mungkin kelahiran bayi tanpa nama ayah atau aborsi yang merajalela akan berkurang. Perjalanan kita sebagai pemuda masih panjang, masih banyak yang harus dilakukan. Jangan hanya gara-gara free sex impian jadi padam. Jika memang dia setia, dia akan menunggu datangnya waktu selama apapun itu. Jika memang selalu mengikuti pergerakan dan kemajuan zaman, seharusnya lebih bisa waspada dalam menghadapi dunia. Jika memang cinta, dia tidak akan menuntut yang berakir dengan kesuraman. Jika perasaan itu memang dari hati, maka katakan pada mereka, “Aku akan berikan kesuciankua kepada dirimu setelah kau ucapkan janji sucimu di depan penghulu”. Dan kau kan temukan hati yang sebenarnya.
Tag: opini
Terkait:
-
Ke"tidak"siapan Menyongsong Jurnal Ilmiah
Selasa, 28 Feb '12 15:08 -
Kampusku Bukan Sarang Teroris
Rabu, 4 Mei '11 12:43 -
Pentingnya Memosisikan Diri
Sabtu, 24 Apr '10 14:47
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
FF Haq: Penting
-
Oo Zaki: Perlu
-
Rizki: Bagus
-
Wahyu Eko P: Responsif
-
si berang-berang: Biasa
-
bung hakim: Responsif
-
Kemuning: Perlu
Komentar:
Masalah klasik yang sangat menyakitkan ini amat sangat sulit untuk dihindari. Kesadaran masyarakat akan sex sendiri amat sangat kurang dan tidak pernah ada.
Saat kita membahas sex selalu saja dibilang tabu dan buruk.....
Gmn ya jadi bingung.......
Novreta: Masalah dalam keluarga berawal di ranjang dan berakhir di ranjang.....
emg kekerasan yg di alami mas fakih apaan ???
bukannya, masalh keluarga bs terselesaikan dengan ranjang ya ??? intinya komunikasi
@Rizki: Kau memang mau dibunuh ya....
Ada apa lagi sih Wahyu Eko P..? Ayo ngopi di bulek kapan-kapan !
merobek atau dirobek selaput dara dan selaput yang lainnya (ini untuk oo) itu pilihan.
kalau sudah memilih, ya terima konsekuensinya.
norma, agama, nilai??!
arghhh,
tiga hal itu juga ikut andil kenapa mbok minah dan prita masuk penjara dan korupsi dimana-mana.
Kesucian itu untuk apa dan siapa????
@si: Memang benar juga 3 hal itulah yang mencipatakan tembok yang tidak terlihat namun di amini oleh banyak pihak. Apakah kamu juga meng amini nya?????
soal robek hati, sakit emg tp cinta itu kan misteri wl sakit tetep aja mencari. sama kyk sex, kapok lombok
@ si berang : norma, nilain, agama, diterima atau tidak, kita jg harus mengakui tanpa itu dunia berantakan. ada saja uda gk karu2an ...
@ ff Haq : wanita itu makhluk yg diciptakan lbh lemah dr laki2. dia diciptakan dr tulang rusuk laki2 (adam, hawa).., sekuat apapun tenaga wanita, atau sehebat apapun dia, tetap saja dia tunduk pada laki2 (suami). nah laki2 jg harus sadar, bahwa wanita ada utk melengkapi dan harus dilindungi,, bukan malah diperlakukan sesuka hati
Terkadang ada wanita yang lebih hebat dan perkasa ketimbang pria, begitu pula kebalikannya. Semuanya tidak ada yang pasti kecuali Dia.
Polygami itu adalah pelacuran dengan surat nikah
Keduanya sama2 pelanggaran pidana, karena tidak bisa dianggap pasangan suami isteri kalo tidak ada surat nikahnya, juga tidak bisa dianggap pasangan suami isteri kalo seorang suami bisa meniduri banyak wanita meskipun dikamuflase dengan surat nikah.
@FF-ela: aduh, sek musim memperkarakan gender? masak hanya gara2 daging secuil manusia jadi terkotak-kotak.
@ela (lagi): ya, dan 3 hal itu membuat dunia makin rusak.
@FF (lagi): amin? opo iku? hahaha... q sudah gak ngerti terma-terma keagamaan.
@wayou: waduh, dasar fasis jawa.
mudah2 Bung sebelum saya mati saya di sudah satu kandang dengan Si DIA !!!! Amiin.
Silahkan login untuk memberikan pendapat