Siapa itu bunda? 8
Minggu, 7 Feb '10 05:04
Dalam sebuah rumah yang sejuk penuh dengan keharmonisan, hidupla 2 orang manusia yang telah ditinggalkan oleh orang tuanya untuk selama-lamanya. Kedua orang itu adalah sang kakak yang usianya baru 17 tahun dan sang adik yang berusia 12 tahun. Suatu sore yang cerah sambil membersihkan halaman rumah sang adik membuka perbincangan dengan kakaknya yang sibuk dengan form data belanja (berhubung kakaknya adalah salah satu staff dari toko)
Adik : Mas kok kita tidak pernah jalan-jalan sih???
Kakak : Ya mau gimana lagi? Kakak sibuk dan uang kita untuk sekolah.
Adik : Kakak dulu waktu bersama Ayah apa pernah jalan-jalan?
Kakak : (dengan senyum kecil) Pernah donk...
Adik : Kemana..... Kemana? (dengan semangat sambil menggenggam erat sapunya)
Kakak : ke tempat Bunda beristirahat.
Adik : Dimana itu? Kok aku ngak pernah kesana ya? (sambil menggaruk kepalanya)
Kakak : Tidak terlalu jauh kok dari sini.... Kamu mau kesana?
Adik : Mau sih.... Oh iya Bunda adik seperti apa kak?
Kakak yang teringat kembali tentang kenangan yang sudah lama iya lupakan. Dimana Bunda selalu memberikan yang terbaik kepada Suami dan Anaknya, mulai dari menyiapkan dan menghidangkan sarapan di pagi hari saat semua masih terlelap hingga menceritakan dongeng tentang Raja yang Mati terlindas becak.
Kakak : Bunda itu Cantik, Cerdas, Baik, Perhatian, Penyayang, dan Tak tergantikan.
Adik : Duh enak ya jadi kakak dah pernah ketemu bunda...
Menyibak air mata di ujung mata dengan jari kelingkingnya, mencoba menjawab pertanyaan dari adiknya.
Kakak : Ngak enak de....
Adik : Kok bisa begitu? Ada apa gerangan?
Kakak : TIDAK ENAK (Sambil berdiri menghampiri adiknya)
Adik : Memang apa yang ngak enak? Aku yang lebih ndak enak, karena tidak punya?
Kakak : Memang, tapi sakit hatiku ini tidak pernah bisa sembuh karena Bunda.
Adik : Sakit apa to kak?
Kakak : Sakit saat mengingat senyumnya, sakit saat merasakan rindu padanya, sakit saat melihat orang lain bermain dengan bundanya, sakit saat malam mencekam karena takut, sakit karena aku harus melihatnya pergi karena mu, dan setiap hari aku sakit karena harus melihat mu yang menyebabkan bunda telah tiada.
Adik: (Diam dengan menundukkan kepala dan disandarkan pada sapu yang ia genggam erat)
Kakak : (Merangkul sang adik) Yuk jalan-jalan....
Adik : (Membalas dekapan sang kakak dengan sedikit anggukan)
Pergilah kedua orang tersebut menuju tempat peristirahat kedua orang tuanya. Dihadapan makam sang bunda Adik memanjatkan doa
Adik : Bunda,ku sudah besar karena mu dan telah hidup karena mu. TERIMA KASIH walaupun ku tak tau siapa dirimu...
Kakak-pun mengajaknya untuk menyambangi makam sang Ayah, lalu sang adik pun berdoa dihadapan makam ayahya.
Adik : Ayah, kakak hebat loh bisa cari uang dan menyekolahkan aku. Oh iya da lagi kakak tadi bercerita tentang bunda loh..... Salam buat bunda ya kalau ketemu...
Adik dan kakakitu-pun pergi meninggalkan tempat dimana kedua orang tuanya beristirahat.
Tamat deh...... Jreng.....
Terkait:
-
Berbagi cerita
Senin, 22 Agu '11 04:41 -
M, dari SMS sampai ke hati
Selasa, 15 Feb '11 02:17 -
Bingung
Senin, 8 Mar '10 15:12
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rizki: Biasa
-
Wahyu Eko P: Penting
-
Oo Zaki: Perlu
Komentar:
Itu yang paling penting dari semuanya Riz....
Bukan yang lain
"kenapa bunda mengandung karena bapak pakai sarung dan punya burung "konon"
Kalau gak punya sarung gmn????
Silahkan login untuk memberikan pendapat