Cerita Cinta, Di Negeri Sang Pemuja 3

Sabtu, 6 Feb '10 03:19

Cerita Cinta, Di Negeri Sang Pemuja.

Pada sebuah desa ada salah satu pemuda yang bernama Titus. Titus adalah salah seorang yang pendiam apalagi masalah cewek atau cinta, bukan dia tidak normal akan tetapi kepribadian dia yang selalu mesterius tentang cinta memang sengaja ia, bedakan dengan kepribadian – kepribadian yang lain. Titus tidak sama seperti pemuda yang lain, yang selalu mengumbar dan bahkan mempublikasikan cinta yang oleh Titus anggap adalah kepribadian yang harus dijaga dan dilindungi. Usut punya usut sebenarnya Titus telah mengidam – idamkan salah seorang cewek didesanya yang bernama Etis. Etis tercatat sebagai salah satu mahasiswa kampus luar kabupaten. Titus juga tercatat sebagai salah satu mahasiswa disalah satu kabupaten dalam. Titus sebenarnya menaruh hati sejak dia duduk di kelas SMP waktu itu kira-kira kelas II. Apa yang dirasakan oleh Titus sangat berbeda dengan ketika dia memandang wanita selain Etis. Titus merasakan suasana yang beda ketika melihat sosok Etis, semangat, pasang gaya, dan cari perhatian (caper) ketika melihat sidia, jangankan melihat mendengar nama Etis saja dia sudah merespon dengan baik, gerak reflek Titus sangat kuat ketika mendengar nama tersebut. Namun semua yang telah dilakukan oleh Titus tidak dibarengi dengan usaha yang nyata, maksudnya adalah Titus tidak pernah mencoba mendekati Etis, dia hanya sebatas menaruh harapan yang besar terhadap Etis akan cintanya (Pemuja Rahasia). Titus pernah bertanya dalam hati apakah Etis juga merasakan perasaan yang sama ketika melihat Titus?. Rumah Titus dan Etis hanya berjarak sekitar 25 meter. Meskipun jarak rumah mereka dekat mereka sangat jarang bertemu, ini dikarenakan Titus yang sedang berada di suatu daerah dan Etis juga sama, dalam rangka sama-sama menimba ilmu. Namun setiap akhir pekan terkadang Titus dan Etis pulang kampung. Akan tetapi mereka tidak mesti bertatap muka, jangankan tatap muka, bertemu jarak jauhpun jarang. Titus merasakan hal beda ketika memandang ataupun terbayang akan sosok Etis, hemat Titus, tak ada yang menjol dari sosok Etis dalam persepektif wanita kalanya. Titus pun bertanya inikah cinta sejati?. Terkadang kita mengagumi seseorang cewek, tetapi dalam beberapa bulan, bahkn hari, sudah hilang akan kekaguman tersebut. Namun apa yang dirasakan oleh Titus ini bebeda dengan ketika pada sosok Etis. Ketika sebelum mereka berpisah kota, Titus selalu bermain disebelah rumah Etis, yang kebetulan teman karib Titus adalah saudara Etis dan rumahnya bergandengan dengan Etis. Titus yang cukup lihai dalam bermain guitar langsung melantunkan lagu-lagu persepektif cinta. Etis sebenarnya merespon positif terhadapa apa yang dilakukan oleh Titus, namun kerena mungkin merasa malu-malu kucing ia enggan mendekat kea rah gerombolan Titus yang sedang melantunkan nada-nada cinta pada waktu itu. Kepribadian Etis yang sangat tertutup mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Titus sangat mengaguminya, diakui memang selain wajah yang rupawan yang diiliki oleh Etis kepribadiannya pun cukup baik pada setiap hari-hari. Dalam sepengetahuan Titus dan di iyakan oleh semua kalangan, Etis sangat jarang terlihat bergandengan dengan seorang pria, ada memang salah satu pria yang sedang dekat dengan dia, namun ketika diusut ternyata pria tersebut hanya sebatas teman sekolah yang memang satu kelas dengan Etis. Namun selang beberapa bulan kemudian terdengar kabar bahwa Etis memiliki seorang pacar, yang kebetulan pria tersebut anak salah satu orang terpandang di desa tersebut. Bukan omong kosong dengan kabar tersebut, Titus juga pernah menjumpai Etis sedang berboncengan sepada motor dengan pri tersebut. Kita pasti sadar bilamana ada sosok seorang yang kita kagumi (cintai), sedang bergandengan dengan orang lain maka, spontanitas pikiran kita akan kemana-mana, jangankan berboncengan melihat sang pujaan hati yang sedang ngobrol dengan lawan jenis saja perasaan kita sudah yang tidak-tidak, mulai dari pikiran yang curiga, marah, emosi yang tak lain semua iitu sebenarnya adalah perasaan cemburu. Kisah cinta Titus tak berhenti sampai disitu, Titus masih terus berupaya untuk menaruh simpati pada diri Etis. Namun yang sangat diakui oleh Titus ketika waktu itu adalah ketidak beranian dirinya mengungkapkan perasaan tersebut, katakanlah cinta, kepada Etis membuat perasaannya merasa tersiksa. Namun apa yang dilakukan oleh seorang Titus bukan semena-mena hanya cinta biasa, sampai detik inipun Titus tidak bisa melupakan Si Etis. Mungkinkah pintu hati Titus sudah tertutup untuk hati gadis selain Etis? Dan gadis manakah yang beruntung mendapatkan hati Si Titus?


Tag: Cinta, cerita

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rizki 0 0
Kawan Wahyu Eko Prasetyo artikel tulisanmu diatur spasinya, jarak tiap paragraf, biar enak dan mudah dibaca, : )
Wahyu Eko P 0 0
oyi. sory ngantook
FF Haq 0 0
Pucing aku mocone.........
: D: D

Silahkan login untuk memberikan pendapat