PSSI Harus Bertanggung Jawab. 7

Kamis, 4 Feb '10 02:14

TimNas Tak Mampu Berbuat, PSSI Harus Bertanggung Jawab.! Oleh * Wahyu Eko Prsetyo * Kegagalan demi kegagalan telah di raih oleh timnas PSSI. Setelah di Sea Games 2009 Laos, Timnas yunior kalah bersaing dengan Laos yang sejatinya tim anak bawang dalam kancah sepak bola Asia Tenggara. Keterpurukan tersebut kembali terulang setelah Timnas senior terpaksa harus menyerah 1-2 dari tamunya Oman dalam babak kualifikasi group B Piala Asia 2011. Hasil tersebut sekaligus memastikan gagalnya Indonesia untuk berlaga di putaran final Piala Asia 2011, Qatar nanti. Dan ini catatan buram awal tahun sepak bola Indonesia yang selalu berpartisapasi secara berturut-turut, sejak Piala Asia 1996 Uni Emirat. Hemat saya PSSI harus intropeksi diri dengan keterwujudan ini. Karena mau tidak mau PSSI adalah badan tertinggi yang menangani sepak bola Indonesia. Kebobrokan tim nas Indonesia tak lain adalah hancurnya pembinaan pemain muda, dan carut marutnya Liga yang secara riil di handel oleh PSSI. Liga merupakan salah satu bentuk program yang dimana akan bersumbangsih dalam segi pemain untuk memperkuat Tim Merah Putih. Program pembinaan pemain usia muda yang terkesan instant yang selama ini PSSI jalankan harus di ubah. Ini permainan sepak bola yang harus di bangun sejak dini, bukan seperti makanan warung yang siap saji bila dipesan. Kita sekarang sudah ketinggalan jauh dari Negara-Negara ASEAN, Laos, Myanmar adalah lumbung goal Indonesia dahulu kala, namun sekarang mereka dapat memutar balikkan keadaan dengan terbukti mampunya Laos menundukkan Timnas U-23 dalam laga Sea Games kemarin. Jika kita berpikir dengan nalar rasio yang waras, kita jangan berkoar – koar dalam lingkup jauh internasional. Merajai dulu sepak bola ASEAN adalah harapan utama kita. Bila dalam lingkup ASEAN kita tak mampu berbuat banyak, secara logika kita akan remuk dalam konteks lingkup luas (internasional). Mungkin hari-hari ini kita sering mendengar nama Hendri Mulyadi. Apa yang telah di lakukan oleh Hendri Mulyadi, ketika itu pria asal Semarang dengan sengaja merangsek masuk ke dalam lapangan pertandingan adalah bentuk seruan moral untuk setake holder dalam tubuh PSSI. Menurut Hendri Mulyadi, apa yang dilakukannya bukan ada niatan melecehkan pemain atau bahkan Timnas Merah Putih, akan tetapi dia memberikan seruan moral bagi pentolan-pentolan PSSI yang duduk berwajah buram di tribun VIP yang kebetulan menyaksikan Indonesia Vs Oman, (Kompas 09/01/10). Dalam tesis saya PSSI harus melakukan perombakan besar-besaran dalam segi kepengurusan. Dalam decade ini pasca Anwar Anas, Agum Gumelar lalu dua periode Nurdin Halid ini, tubuh PSSI di lumuri oleh orang-orang yang tak begitu tau menau tentang sepak bola. Maka hasilnya pun bukan prestasi yang di dapat oleh sepak bola Indonesia. Henri Mulyadi adalah pecinta sepak bola sejati, dia berani menerobos pagar betis Polisi di pinggir lapangan, hanya ingin memnyampaikan pesan moral kepada pentolan PSSI. Pandangan saya, lebih condong dengan apa yang sempat dikatakan oleh Menegpora Andi Malarangeng, bila PSSI berkata bahwa uang kendala utama tentang pembinaan pemain muda, tapi mengapa pencalonan Indonesai sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 yang sejatinya menelan dana sebanyak trliunan, digalakkan (Sportifitas.com). Andi Malarangeng bukan bermaksud tak mendukung pencalona tuan rumah Piala Dunia 2022, tapi ini ironis sangat ketika kita melihat jebloknya prestasi Indonesia saat ini. Sekali lagi, Henri Mulyadi adalah pecinta sejati bola. Dia tak mampu menahan kegelisah ketika Timnas Indonesia terpuruk. Pesan moral yang disampaikan oleh Henri adalah bentuk kecintaan terhadap sepak bola tanah air ini. Bukan PSSI, yang selalu berdalih, berkoar, berretorika dan dibarengi embel-embel politikanal, Maka PSSI sukses menanam pohon yang lalu mandul berbuah. Bangsa ini rindu akan prestasi sepak bolanya. Kegagalan demi kegagalan seharusnya di jadikan intropeksi setakeholder dalam tubuh PSSI. Berbuat kemudian bertanggung lalu jawab adalah sifat mulia. Namun bendera Merah Putih sudah pasti tak berkibar di Qatar 2011 nanti. Maukah PSSI bertanggung Jawab atas semua ini?. MAU??


Tag: TintaPena

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

FF Haq 0 0
Bukan cumana PSSI tapi mental masyarakat juga harus dibenahi.....

: D
Wahyu Eko P 0 0
BONEK dengan bondo nekatnya. salah satunya adalah bentu kompleks permasalahn mereka yang sangat lengkap
FF Haq 0 0
Wahyu : Seharusnya pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi wadah yang mampu untuk dapat menampung keluh kesah, setidaknya untuk meminimalisir terjadinya tindakan anarkis....

: D: D: D
arman dhani bustomi 0 0
mas, oi! mbok ya tulisannya ditata agak rapi biar yahud bacanya
FF Haq 0 0
Di komputernya gak ada "Enter" : D
Wahyu Eko P 0 0
FF Haq: terlalu enter bisa ruwet
arman dhani bustomi: maaf baru belajar semua
FF Haq 0 0
Kok bisa gara2 aku...... ZZZZZZZ

Silahkan login untuk memberikan pendapat