Antara ada dan tiada 2
Rabu, 3 Feb '10 18:16
Menjadi baik atau buruk hanyalah sebuah pilihan semu bagi kita, semuanya tergantung siapa yang melihat, merasakan, dan menilainya. Berkali-kali mencoba memberikan yang terbaik namun hujatan dan cibiran merupakan penghargaan tersendiri. Inilah nasib para alumni. Dimana mereka hanya mencoba memberikan sebuah pengarahan agar tidak terjadi penyelewangan, namun peringatan itu hanya menjadi angin lalu dan hilang bagai embun.
Suatu malam ditengah keramaian dengan menikmati kota Yogyakarta yang makin menggila ini seorang teman bercerita bahwa ternyata masalah kepercayaan dan gengsi menjadi faktor yang amat sangat berbahaya. Mencoba mengambil kesimpulan tersebut ternyata saya mencoba mengambil kesimpulan bahwa ternyata memang benar setiap tahun jaman tidak akan pernah sama, baik dari segi semangat, kemampuan, emosi, dan kepercayaan akan sesuatu.
Dimanakah letak kendali dewan penasehat dan alumni saat sebuah saran dan nasehat hanya bagaikan sebuah berita infotaiment. Apakah hal ini sudah menjadi masalah klasik atau baru saya juga kurang mnegerti. Kiranya menjadi perhatian bagi semua, dimana sebuah posisi dapat menentukan siapa kita.
Tabik
Terkait:
-
LAPORAN KONDISI PENGURUS PPMI NASIONAL (Saat Mukernas)
Jumat, 14 Jan '11 23:19 -
Strong Hold dan Patriarki
Selasa, 20 Apr '10 16:17 -
STRONG HOLD story.. part II
Selasa, 20 Apr '10 13:27
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat