Mengikuti arus yang sulit 2

Senin, 1 Feb '10 03:59

Mari kawan kita berjalan bersama. Mungkin kata sederhana itu sudah mampu menciptakan sebuah semangat yang luar biasa. Layaknya embu yang menyegarkan musafir disaat dahaga yang tak terbendung. Hanya serangkai kata dan senyumlah yang bisa memapah mereka dari jurang kehancuran dan kesepian. Kita sebagai orang yang sudah semakin mencapai batas maksimal harus segera mempertimbangkan bagaimana selanjutnya perjuangan ini dianjutkan, agar tidak sia-sia. Bukan teori yang bagus dan mendalam yang terkadang mereka butuhkan melainkan dorongan semangat dan sedikit rangkulan pengetian sudah cukup. Teori dapat dipelajari seiring berjalannya waktu tapi emosi dan kepercayaan bagaikan kapuk yang digenggam oleh tangan, sedikit saja kau lengah dan lalai maka terbanglah ia bersama hembusan angin.

Terkadang kita terlalu kolot dalam menanggapi masalah-masalah yang terjadi, padahal masalah itu sangat sederhana. Mengapa saya katakan kolot disini karena kita terkadang terlalu teoritis dan kekeh pada suatu pendirian, padahal bisa jadi apa yang kita yakini sudah basi disaat ini. Memang kita-pun sering melupakan apa yang biasa disampaikan seorang anak kepada kedua orang tuanya, "Itukan jaman dulu beda donk sama jaman sekarang" ini yang biasa disampaikan anak-anak saat mencoba menghindar dari sebuah kesalahan.

langit bisa dipandang namun tak dapat digenggam

bumi dapat dipijak namun tak dapat dimiliki.

Salam perjuangan


Tag: LPM, organisasi, kaderisasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Aha Gambreng 0 0
""""langit bisa dipandang namun tak dapat digenggam

bumi dapat dipijak namun tak dapat dimiliki."""

Tapi mimpi-mimpi dapat dapa di raih... maka biarkanlah kami jadi sang pemimpi...
FF Haq 0 0
Wakakaakakaka....

Jangan kebanyakan mimpi nnt keseringan tidur loh.....

: D

Silahkan login untuk memberikan pendapat