Negeri Para Bedebah 7

Minggu, 31 Jan '10 07:31

Ada satu negeri yang dihuni para bedebah
Lautnya pernah dibelah tongkat Musa
Nuh meninggalkan daratannya karena direndam bah
Dari langit burung-burung kondor jatuhkan bebatuan menyala-nyala

Tahukah kamu ciri-ciri negeri para bedebah?
Itulah negeri yang para pemimpinnya hidup mewah
Tapi rakyatnya makan dari mengais sampah
Atau jadi kuli di negeri orang yang upahnya serapah dan bogem mentah

Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan

karya : Adhie Massardi


Tag: SBY, negeri

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

ikhwan 0 0
puisi ini punya sejarah sendiri dalam perjalanan PPMI DK Jogja, saat aksi turun ke jalan tanggal 10 November bersama gabungan massa rakyat dan mahasiswa, puisi ini dibacakan dengan apik oleh teman2 seniman jalanan di jogja..

saat itu, saya tergugah untuk bergerak lebih, tidak hanya berwacana, dan berbicara melangit..

"..dengan diskusi, tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan.."

salam pers mahasiswa!
FF Haq 0 0
I lope u Full aja deh........
Arya Dwipangga 0 0
Ah, ternyata Sublimasi itu sangat penting di saat kapal kan pasti karam...
ikhwan 0 0
haha.. anda kok bawa2 masalah pribadi bung! tak sunat lho koe..
FF Haq 0 0
waduh......... Pahit terasa nih........
dhoe_fear 0 0
membingungkan, memang tidak da orang yg bersih, celakanya kita berada diantara pemimpin yg amat tidak bersih.
si berang-berang 0 0
untunglah kita juga bedebah.

Silahkan login untuk memberikan pendapat