200 Mahasiswa v 325 Polisi, 100 Hari SBY Budiono 3

Minggu, 31 Jan '10 21:12

Malang, Aksi tanggal 28 Januari 2010 dalam rangka memperingati 100 hari kinerja Sby-Budiono terjadi dimana-mana. Berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa terjun kejalan untuk mengkritisi kinerja Sby-Budiono yang dianggap gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin negara.

Ratusan mahasiswa yang bergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat UMM Cabang Malang, terlebih dahulu melakukan aksi di depan kantor DPRD kota Malang sejak pukul 10.00 Wib, kemudian disusul dengan elemen Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah, Sarekat Mahasiswa Anti Rakyat Penindasan dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, mereka melakukan aksi secara bergantian dan terpisah-pisah.

Keempat elemen mahasiswa tersebut pada umumnya mengkritisi kinerja Sby-Budiono yang belum dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seperti kasus bank century yang belum tuntas, aset negara yang dijual ke pihak asing, kesejahtraan masyarakat yang belum terpenuhi dan program-program yang dicanagkan presiden tidak terlaksana dengan baik.

Aksi mahasiswa dilakukan dengan berorasi secara bergantian menuntuk Sby-Budiono untuk memperbaiki kineja selama ini, seperti yang di ungkapkan oleh ketua aksi Jefri dari kampus UMM, kinerja Sby-Budiono gagal total dengan terbukti belum dapat membawa bangsa dan negara ini lebih baik. Lain halnya elemen mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Pro Rakyat yang melakukan teaterika dengan menggambarkan rakyat kecil menjadi korban permainan politik pemerintah.

Tuntutan elemen mahasiswa kepada Sby-Budiono ditanggapi oleh anggota DPRD kota Malang Bpk Arif Wahyudi, didepan ratusan mahasiswa beliau berjanji akan menyampaikan beberapa tuntuatan kepada pemerintah pusat, selain itu secara lembaga DPRD Kota Kalang mendukung agar pemerintah pusat mengadili para koroptor dan menuntaskan kasus bank century.

Aksi yang berawal pukul 10.00 hingga 12.30 berjalan dengan tertib dan damai. Aparat kepolisian yang diterjunkan untuk mengamankan sekitar 200 mahasiswa sebanyak 325 personil, terdiri dari 225 dari polres dan 100 dari polwil, Keterangan ini diambil dari jajaran Polres Malang Bpk D.T.M Silitonga, beliau juga mengungkapkan Polresta Malang telah mempersiapkan beberpa peralatan seperti pentungan, tameng dan kawat berduri untuk mengantisipasi apabila peserta aksi melakukan anarkisme dan kriminal.

Segenap elemen yang melakukan aksi pada hari itu mengungkapkan bahwa mereka senang dengan sikap terbuka dari pihak DPRD kota Malang yang akan menyalurkan tuntutan mereka ke pemerintah pusat sebagai bahan evaluasi. Namun mereka menambahkan, jika pemerintah tetap tidak mengindahkan kritik dan masukan dari mereka maka mereka berjanji akan membawa masa yang lebih banyak di kemudian hari.

 


Tag: 100 hari, sby-budiono

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

FF Haq 0 0
Wow.... Keren dan Menakjubkan...
Syukur semua berjalan damai ya....

: D
Fandy Lasinrang 0 0
ini yang beda dari malang...
Wahyu Eko P 0 0
Ini Yang beda. Dimana aku Ada Ketika Aku Berbeda. ha....haaaaaa

Silahkan login untuk memberikan pendapat