Repotnya Ditinggal Gus Dur [3] 0
Minggu, 10 Jan '10 03:41
Benarkah Gus Dur sudah tiada? "Memang Gus Dur telah tiada tapi pemikirannya menjelma di dada-dada kita," ujar Hendra, salah satu peserta dari generasi muda NU.
Pesimis pasca Gus Dur tiada, tambahnya, itu bentuk dari sikap yang tidak tanggungjawab. "Berlindung di bawah ketiak Gus Dur," tegasnya. Lantas, jika tidak segera bertindak akan ada arus balik dari pihak yang berlawanan. Maka, selanjutnya perlu ada konsolidasi.
Akan semakin sedikit orang yang membela kaum minoritas, meski itu hanya karena berbeda pandangan. Gus Dur tidak melarang marxisme, Gus Dur membela orang papua, etnis cina, Gus Dur tak pernah mengaku orang Jawa. Perbedaan keturunan [etnis], agama, status, dalam kehidupan adalah kondisi sosial. Ini yang disebut takdir sosial oleh Munir.
Perbedaan terjadi karena takdir sosial. Takdir sosial ini yang kadang dipandang membuat sekat dan membatasi keimanan seseorang, berpikir dan sikap seseorang. Menurut Munir, multikulturalisme itu kehendak sejarah. Dan sejarah membuktikan bahwa tuhan tidak berkehendak akan kesamaan.
"Berbeda itu bukan halangan untuk berbuat baik," tutur tokoh Muhammadiyah ini.
Multikulturalisme, kata Musa Asy'ari, itu menyangga multipartai. Guru besar ini lantas mengkritik ideologi partai-partai kini yang kering, tanpa filosofis. Searah dengan pendapat Bayu, bahwa implikasi logis pengaruh pragmatisme di tubuh partai. Selain pragmatisme, ada otoritarianisme, radikalisme, ultranasionalisme berpeluang muncul sekarang ini.
"Mungkin tuhan mewafatkan Gus Dur itu sebuah kesalahan," kata Musa Asy'ari, guru besar UIN Sunan Kalijaga. Hari ini tak ada orang sekomplit Gus Dur, yang mampu menyatukan antara pemikiran dan praksisnya. Seorang pemikir dan sekaligus aktivis [agent]. Sulit mencari orang seperti itu.
Namun, bukannya tak mungkin akan muncul sosok baru dalam kondisi otoritarian jenis baru, seperti sekarang ini.[]
Tag: gus dur, refleksi, munir mulkhan
Terkait:
-
Repotnya Ditinggal Gus Dur [1]
Minggu, 10 Jan '10 03:11 -
Repotnya Ditinggal Gus Dur [2]
Minggu, 10 Jan '10 03:37 -
Gus Dur in Memorabilia: Oalah Gus-gus…
Kamis, 7 Jan '10 03:21
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat