Cinta, Tak Harus Buru-Buru 25
Senin, 4 Jan '10 04:23
Kemarin ngobrol panjang lebar soal cinta bareng Arimacs Wilander di warung kopi, ketemu di chat, eh, lanjut. Cinta memang tema abadi sepanjang sejarah menusia:
Arimacs Wilander: Assalamuallaikum wr.wb. Bagaimana soal Cinta yang kemarin?
Oo Zaki: (tersenyum). Cintamu gimana?
Arimacs Wilander: Aku bilang pada Cintaku "Kita begitu berbeda dalam menakar realitas, tapi begitu satu dalam masa depan". Lalu desah nafasnya begitu bolong keluar. Dan Dia berkata "He'eh". Lalu Kita saling berpamitan, bersiap dengan bekal seadanya. Berjaga, kalau2 rellitas bertolak dari laju indah yang diimpikan.
Oo zaki: Siaaaah... Sisi lebaymu terbongkar juga. Ayo pacaran sama Persma Indonesia di Facebook
Arimacs Wilander: Sebentar, Dia sedang siap2. Aku tidak sedang berlebai ria. Tapi sedang coba2 keluar dari sebuah grand narasi "Realitas Termakan Gincu Murahan"
Oo Zaki: Haha. Keluarlah dengan tenang, sayang...
Arimacs Wilander: "Jangan buru2 keluar". Dia bilang begitu. "Kenapa?"Tanyaku sigap. "Karena Kita belum merangkai fundamen yang kokoh" "Ouw!!!" "Ini mirip obrolan singkat warung kopi pinggiran lingkaran kekuasaan "Kampus Kambing". Nyaris atau bahkan sama dengan kata2 lugas seorang kawan yang selalu dirudung situasi "sepi dalam keramaian" asal daerah timur Pulau Jawa." Dalam situasi dramatis, kukatakan bebrapa kalimat itu padanya.
Oo Zaki: Try to fuck me? Haha. Orang itu gila ya...? Saya ingin dengar versi cinta yang berbeda, dari seorang fotografer.
Arimacs Wilander: Orang itu tak Gila, tapi Dia sedang tergila-gila. Tergila-gila pada sisi lain demam realitas. Cinta? Suatu "ada" yang abstrak,tapi begitu kongkrit aktifitas dan geliatnya. Bukan permainan resiprokal, mutualisme, pun juga kalah menang. Tapi ini soal "jembatan keledai ala Tan Malaka" yang harus punya pengaruh
Oo Zaki: Aktifitas dan geliat? Pikiran saya bisa sesat bila dua kata itu tidak dijelaskan.
Armacs Wilander: "Aktifitas dan Geliat"; singkat kata, dampak dari "ada".
Oo Zaki: Kita masih bicara tentang relasi lelaki dan perempuan kan? Apa yang membedakan relasi cinta lawan jenis dengan relasi cinta antara hamba dan "Roh Mutlak", dalam bahasa Hegel. Apakah dua-duanya harus menggunakan ornamen pemujaan?
Arimacs Wilander: Ya, masih perbincangan lelaki dan perempuan. Bukan perbincangan lelaki dan pria. Hehe... Tapi dalam argumen soal "jembatan keledai" sudah menyentuh ranah2 aktifitas kemanusiaan (meski tak dijelaskan kasusnya). Soal ornamen, sejauh saya mengenal buku dan seribu ceramah di tiap masjid, pada ritual-ritual Islam, memang masih butuh ornamen. Tapi bukankah obrolan malam ini akan mencoba mengawal obrolan non ornamen?
Oo Zaki: Jujur, itulah pertanyaan terbesar saya, sampai saat ini. Apakah cinta "sesungguhnya", adalah non ornamen? lepas dari kalkulasi paling ilmiah, sosio kultural? Apakah ia, cinta, selalu datang bersama keajaiban?
Arimacs Wilander: Sampai hari ini Saya masih mengiyakan hal itu. Bagaimana tidak, la wong menggeluti wacana saja masih sampai Marx. Genit-genitan lagi ,hahaha....Tapi kalau Saya boleh berasumsi tanpa penjelasan2 dan tetek bengek keilmiahannya. Witing tresno jalaran soko kulino adalah 90% tepat jika dikatakan pantikan psikis manusia yg asalnya dari geliat manusia. How about you?
Oo Zaki: Hmmm. Kesadaran pertama yang lepas dari skeptisme tingkat tinggi sekalipun, kita bernaung di bawah kuasa ilahiah maha dahsyat. Begitu banyak hal yang gagal dijelaskan filsafat dan ilmu pengetahuan. Arogansi ilmu pengetahun, misalnya oleh Lingkar Wina, dilanjutkan generasi Oxford, di satu sisi sangat membantu laju perkembangan sejarah peradaban. Namun di sisi lain, ada pembunuhan sadis terhadap filsafat dan kemungkinan-kemungkinan teologis. Ugh........ setiap hari saya, kita barangkali, berseteru di antara dua spektrum yang kadang terpisah, serupa jurang. Melompat, berarti bersiap untuk jatuh! Sejatuh-jatuhnya! Dimana rasionalisasi, kemudian menjadi munafik, sebentuk penyangkalan terhadap keajaiban. Sialnya, keajaiban begitu sulit ditebak!
Arimacs Wilander: Mungkin lain kali perbincangan soal ini bisa Kita semai kembali. Ada bosku datang,nih masih disuruh ngrestart server. Tapi, untuk menutup sedikit perbincangan ini. Ada kata2 menarik untukmu "Ketika Cinta Buru-Buru". Terlepas dari kajian Cinta yg lebai ataupun yang paling seriuspun. Cinta. Tak harus buru-buru. Wassalamuallaikum wr.wb. Salam Persma!!!
Foto: Ecpose/Arimacs Wilander
Terkait:
-
Sejenak Ingin Mengasihimu
Minggu, 22 Mei '11 15:32 -
REMAJA, PERASAAN DAN CINTA.
Kamis, 10 Feb '11 14:06 -
(Pacarku) Hakim
Kamis, 22 Jul '10 20:22
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
yusro juga: Bagus
-
andikobe: Bagus
-
Como Bacomboy: Bagus
-
Kemuning: Biasa
-
Anks: Bagus
-
Rizki: Biasa
-
Fandy Lasinrang: Penting
-
FF Haq: Bagus
-
Kopi Persma: Biasa

Komentar:
saya semakin tak rela dengan sebagian orang yang mengartikan cinta cuma sebatas "cipok-an".
Cinta....cinta..
Dimanakah kau..?
Bah, saya kutip lagi kalimat itu..
Kemuning mana?
*Ngarang berat...
@Como : Hush.... anak kecil ngomongin cinta, bisa-bisa jatuh beneran loh......
Gmn kalian pada mau ikut ndak????
Gak homo and lesbi = gak gaul je....
Terpaksa diriku harus misuh sedikit.....
*Anc**
ok pasukan dan rapatkan barisan.....
FF Haq: Rapatkan barisan? Apakah itu sinyal untuk, saling....
Wahyu Eko P: soriii, saya gak berurusan dengan tai..
Kok aku jadi bingung yo........
jangan pura-pura tidur
Silahkan login untuk memberikan pendapat