Kibarkan selalu Bendera Setengah Tiang di bulan Desember 2

Kamis, 31 Des '09 00:20

            Judul yang saya tulis bukan berarti latah akan himbauan SBY atas berpulangnya K.H Abdurrahman Wahid, tetapi karena rekam jejak sejarah bulan desember yang selalu menimbulkan banyak duka daripada suka. Sejatinya pengibaran bendera setengah tiang selalu identik dengan masa berkabungnya para pahlawan atau juga orang yang berjasa dalam negara kita ini. Lambat laun pengibaran bendera setengah tiang tak hanya dialamatkan kepada para pejuang, pahlawan dan orang-orang yang berjasa di negeri ini, tapi menjadi bentuk keprihatinan atas apa yang melanda negeri kita ini.

            Semisal harga bahan-bahan pokok macam sembako, minyak tanah sampai BBM pun pernah dilakukan pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda wujud keprihatinan. Desember, bulan di penghujung tahun selalu menyisakan dan menghasilkan keprihatinan dan kedukaan mendalam bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimulai dari konflik-konflik daerah, masalah HAM, bencana-bencana alam, meninggal dunianya tokoh-tokoh penting dan revolusioner macam Soe Hok Gie, disahkannya RUU BHP dan lain sebagainya.

            Di tahun ini dan di bulan desember ini muncul juga banyak keprihatinan yang kita rasakan, semacam pelarangan buku-buku, pelarangan pemutaran film-film pengungkapan borok-boroknya Negara, hingga yang terakhir ini mantan Presiden RI K.H Abdurrahman Wahid meninggal dunia di usia 69 tahun. Entah ada mitos apa di bulan desember ini, begitu banyak duka dan keprihatinan melanda kita dari tahun ke tahun.           

            Hal ini tidak boleh diyakini dan dipercayai sebab di bulan desember ini juga merupakan bulan yang banyak sukanya juga. Hal ini justru harus dijadikan pelecut semangat untuk berjaya dan khususnya berbenah diri. Kiranya ada banyak hal-hal positif yang masih harus kita ambil dan masih banyak juga hal-hal yang menjadi borok kita benahi dan perjuangkan agar borok tersebut tak terus menempel di tubuh kita ini. Sejatinya di setiap bulan Desember selalu kita kibarkan bendera setengah tiang dimulai dari tanggal 16 hingga tanggal 31 sebagai bentuk masa berkabung dan sebagai bentuk keprihatinan atas apa yang melanda kita. Kiranya di Purnama yang menghiasi malam terakhir di tahun ini mari kita berbenah diri, refleksi diri agar di tahun depan kita siap menghadapi aral dan rintangan yang pasti akan terjadi. Selamat Jalan Gusdur, Selamat Jalan para Pahlawan Revolusioner, semoga jiwamu tenang di Alam sana.[]


Tag: Gusdur, Pelarangan buku-buku, Film, UU BHP

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Fandy Lasinrang 1 suka | 0
dan tentunya banyakyang harus kita tulis di bulan desember...pun bulan-bulan lainnya...
FF Haq 0 0
Bersedih didepan umum namun tertawa saat sedang sendiri

Silahkan login untuk memberikan pendapat