Minah dan Korupsi 8

Senin, 14 Des '09 12:15

 

            Akhir-akhir ini perbincangan publik mengenai korupsi kian menghangat, mulai dari penahanan beberapa pimpinan KPK hingga kasus kucuran dana Bank Century yang tak jelas rimbanya. Miris, beberapa kasus yang masih diselidiki kebenarannya ini menambah buruk citra Indonesia. Tapi di balik kejadian pasti ada hikmahnya. Beberapa fenomena tersebut membongkar fakta yang sebenarnya terjadi dalam tubuh aparat negara kita.

            Bisa dibayangkan, di satu sudut ada Minah yang duduk di kursi pesakitan lantaran membutuhkan bibit kakao untuk ladangnya yang kecil itu hingga harus mencuri tiga buah kakao dari kebun PTP. Minah harus menjalani hukuman selama satu setengah bulan akibat perbuatannya tersebut. Tapi di sudut lain ada banyak pencuri uang negara yang lepas dari jeratan hukum.

            Tak bisa dipungkiri korupsi di Indonesia sampai saat ini masih gelap keadaannya. Mulai dari kasus kecil-kecilan hingga yang besar, masih marak dilakukan oleh aparat negara. Beberapa kasus yang telah terendus dan segelincir yang terbongkar itu, adalah bagian kecil dari fenomena korupsi yang sebenarnya. Karena kejahatan korupsi ini seperti fenomena gunung es. Sekilas hanya kecil, namun dalamnya amat besar dan berakar.

            Berbicara soal korupsi sejatinya hanya dapat dilakukan oleh pelaku dengan berjama'ah. Tanpa itu, maka korupsi tak dapat dilakukan. Tentu bisa dimengerti jika dalam suatu lembaga, ada seorang yang memanipulasi keuangan maka yang lain pasti mengetahui. Itulah yang membuat korupsi tak bisa dilakukan oleh seorang saja. Dan inilah yang membuat kasus korupsi sulit untuk dibongkar. Ada semacam kesepakatan di antara pelakunya untuk saling menutupi dan melindungi. Hal ini terjadi bukan hanya pada hal yang besar, bahkan pada hal kecil di sekitar kita.

            Alhasil, beberapa periode lalu negara ini pun pernah mendapatkan prestasi yang menyedihkan, karena di cap sebagai negara paling korup sedunia. Sampai hari ini pun posisi Indonesia masih di deretan atas sebagai negara terkorup. Yakni berada pada peringkat 111 dari 180 negara yang ada di dunia.

            Pengungkapan kasus korupsi memang jadi harapan kita bersama, untuk mencapai suatu keadaan negara yang lebih baik. Memang semua ini bukan hal instan. Butuh waktu yang tidak sedikit dan pengorbanan tenaga dan pikiran untuk mewujudkan harapan kita bersama itu. Dan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), yang dianggap sebagai supremasi perlawanan terhadap korupsi bukanlah satu satunya pihak yang bertanggung jawab pada pemberantasan korupsi. Bagaimanapun untuk melawan kejahatan sistemik ini perlu ada kerja sama antar elemen masyarakat, termasuk mahasiswa di dalamnya.

            Mengapa demikian? Karena korupsi adalah permasalahan bersama kita semua. Korupsi menyebabkan pembangunan jadi terhambat. Korupsi menyebabkan kesejahteraan masyarakat makin tak terpenuhi, lantaran dana yang seharusnya untuk pembangunan sarana publik dan peningnkatan kesejahteraan masyarakat berkurang.

            Kadang kita menyadari banyak tindakan korupsi di sekitar kita, namun kita tidak melakukan tindakan apapun untuk mencegahnya. Banyak faktor yang menyebabkan fenomena itu terjadi. Salah satunya, dikarenakan korupsi yang sudah membudaya di Indonesia. Hal ini membuat para individu terjerat dalam lingkungan yang seakan menganggap korupsi sebagai hal yang wajar.

            Meskipun, masyarakat umum tidak memiliki wewenang lebih untuk menyelesaikan suatu kasus korupsi, tetapi mereka cukup berperan memberikan informasi untuk ikut mencegah korupsi. Dewasa ini KPK semakin banyak menjaring kasus korupsi yang lebih luas, dan informasi tersebut berasal dari informasi publik. Kemudian, kelanjutan kasus korupsi ini akan menjadi wewenang KPK. Oleh sebab itu, KPK bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan informasi korupsi.

            Kasus korupsi memang harus diungkap dan dipertanggungjawabkan oleh para pelakunya, begitu juga tindak pencegahan harus terus dilaksanakan. KPK pun gencar melakukan pencegahan, hal ini akan percuma saja jika tidak ada tanggapan dari masyarakat. Upaya pencegahan itu biasanya dalam bentuk pelatihan, kampanye, dan sosialisasi. Sebenarnya, pencegahan juga dapat dilakukan masyarakat. Permasalahan penyimpangan dana, pengambilan hak orang lain, penyimpangan kebijakan, dan penyimpangan kekuasaan bisa dicegah dengan adanya transparansi, akuntabilitas dan pengawasan dari masyarakat.

            Membrantas korupsi bukan mimpi, terungkapnya beberapa kasus korupsi merupakan bukti. Penerus bangsa seharusnya bijak, bisa memilah mana warisan yang wajib diterima dan diikuti. Korupsi bisa diberantas dengan komitmen bersama, antikorupsi. Dewasa ini, masyarakat Indonesia semakin kritis dan paham tentang permasalahan negaranya. Pemahaman inilah yang akan menjadi modal untuk menyelesaikan permasalahan di negara kita. Karena korupsi bisa jadi merupakan salah satu budaya bangsa yang tidak akan diklaim negara lain, jadi untuk menghilangkan harus kita perangi bersama.[]

 


Tag: kpk, korupsi, Minah

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

djali 1 suka | 0
Ada anekdot dari seorang kawan:

Ibu Minah di tangkap atas tuduhan mencuri tiga buah kakau, di lain pihak Bibit-Candra sedang dalam proses hukum atas dugaan korupsi.
Di sinyalir Ibu Minah di tangkap karena terlibat dalam kasus perselisihan KPK-Polri tersebut sehingga membuat Polisi perlu menahanya. hal tersebut terugkap ketika dalam proses penyidik.

Penyidik: Buk Minah kenapa mencuri kakau?
Buk Minah: Saya mencuri buat Bibit, pak !

haha.....
kailila 1 suka | 0
heehe.. "bibit kakau"
Kemuning 0 0
Korupsi teologis MUI juga layak jugauntuk diberantas. : )
Kemuning 1 suka | 0
Hah, mbulet, sori sori..
; ))
djali 1 suka | 0
Kemuning: sperti nya km ngerti banyak tentang hal itu (Korupsi teologis MUI). Di tulis lah.....hehehe
FF Haq 0 0
setuju......
Harap ditulis ya....
penasaran nih.....
: D
si berang-berang 0 0
yg saya keberatan adalah logika pemberantasan pelanggaran-hukum...
Wahyu Eko P 0 0
kailila: kenapa koruptor identik dengan Tikus?

Silahkan login untuk memberikan pendapat