Pohon Baobab 2 0
Senin, 7 Des '09 18:42
Melanjutkan tentang pohon Baobab edisi 1
Pengenalan Pohon Baobab (versi mitos)
Konon, menurut cerita, dewa-dewa mulanya menanam pohon ini pertama kali di lembah S. Kongo. Tetapi baobab mengeluh karena tanahnya lembek, hingga tubuhnya gampang tenggelam. Para dewa pun jatuh kasihan. Maka dipindahlah baobab ke Pegunungan Bulan di Ruwenzori, Uganda. Tapi dasar bandel dan tak mau bersyukur, baobab tetap saja mengeluh. Kali ini soal tanah yang lembap. "Maumu gimana sih?" koor para dewa sewot bukan main. Saking murkanya, mereka lalu melemparkan pohon itu ke sebuah gurun di Afrika nan gersang. "Biar susah dapat air sekalian," sungut para dewa. Karena kelewat bernafsu, lemparan maha kuat itu bikin baobab jungkir balik. "Kepala" baobabnyungsep ke tanah, sementara "kaki-kaki"-nya menggapai-gapai langit.
Itulah duduk perkaranya, menurut versi kisah itu, kenapa sosok baobab jadi agaknyleneh, mirip pohon terbalik. Dalam dunia nyata, ternyata itu lumrah saja. Sama seperti pohon-pohon lain, bagian yang dulu dikira akar terbalik, belakangan terbukti merupakan cabang pohon yang tumbuh pendek-pendek. Tatkala daunnya pada rontok, cabang-cabang itu jadi mirip akar.
Ada lagi yang unik, bentuk batangnya seperti botol air mineral. Walau marah, para dewa itu maha pengasih. Meski dikirim ke gurun nan kerontang, pohon ini dilengkapi tempat penyimpan air berupa batang berbentuk botol. Fungsinya mirip batang kaktus atau punuk onta. Sekali air diisap lewat akarnya yang panjang, cadangan air itu langsung disimpan dalam batangnya. Daya tampungnya lumayan besar, sampai 120.000 l. Sayangnya, air tandon ini sering "digarong" oleh musafir padang pasir yang kehausan. Tinggal memotong batang atau akar sebenarnya, muncratlah air gratis itu sebagai minuman.Keunikan Lain
Setelah mencari-cari sambil main mafia wars, ternyata saya mendapati bahwa pohon Baobab ini dalam penyerbukannya dibantu oleh beberapa hewan seperti Kelelawar dan Lemur. Dua binatang ini memiliki peranan penting karena bunga-bunga dari pohon ini hanya mekar pada saat malam hari dan itu pun hanya sekali, antara bulan Mei dan Agustus (emang dasar aneh). Tetapi ada beberapa spesies pohon Baobab yang disebuki oleh lemur, kalau yang ini, ngengat berlidah panjanglah mak comblang-nya.
Tentu saja jasa para penyerbuk ini tidak gratis. Iming-iming yang ditawarkan adalah nektar nan manis. Akibatnya, banyak binatang pemakan nektar, seperti bush baby(sejenis lemur), burung hantu, dan kelelawar, yang memilih tinggal di atas pohon idolanya agar selalu dapat mencicipi nektar. Karena bunga baobab hanya mekar di malam hari, kegiatan menyantap nektar hanya dilakukan sesudah matahari terbenam. Tidak heran jika saat malam tiba, orang yang kebetulan lewat di dekat pohon baobab sering mendengar suara-suara aneh. Seolah-olah pohon itu ada penunggunya. Barangkali, inilah salah satu faktor yang membuat baobab sering dihubungkan dengan cerita-cerita seram
Buah baobab berbentuk lonjong, panjangnya sekitar 10 - 30 cm. Kadang-kadang disebut juga roto monyet. Karena di dalam buah itu banyak biji-biji besar dan berwarna hitam. Bentuknya seperti serbuk yang menggumpal. Gumpalan ini dapat juga dijadikan minuman. Karena cukup keras, biasanya harus direbus dengan air gula. Buah ini mengandung vitamin C. Kandungannya bisa mencapai 1.690 mg/kg (setara dengan Lemon).
Sedikit cerita-cerita
Menurut penduduk Madagaskar pohon Baobab ini merupakan tiang penghubung antara daratan dan langit. Hal ini dapat dimaklumi karena tinggi dari pohon ini amat tinggi dan juga dahan yang menyerupai akar dipercayai merupakan akar yang tumbuh di langit (he...he... ono2 wae). Di sisi lain, baobab juga dianggap sebagai lambang kesuburan, karena batangnya dapat menyimpan air. Di Provinsi Kordovan, Sudan, misalnya, baobab sering dilambangkan dengan ungkapan "Ur" yang artinya ibu (lambang kesuburan). Namun tidak sedikit juga yang meyakini pohon ini melambangkan keperkasaan.
Karena memiliki umur panjang sehingga dianggap sebagai pohon yang bijaksana dan akhirnya dijadikan tempat bertanya. Tanaman raksasa ini kerap dianggap sebagai barang sakral, yang dipercaya memiliki roh dan dapat membantu perburuan. Di Matabeleland, Zimbabwe, sering diadakan upacara di bawah pohon itu. Upacara seperti ini biasanya dipimpin seorang pendeta yang nenek moyangnya masih punya hubungan dekat dengan mitos pohon itu.
Bisa dimengerti mengapa baobab akhirnya menjadi saksi bisu sejarah komunitas di sekitarnya. Berbagai generasi suku boleh berganti, tetapi pohon yang sama masih juga tegak berdiri. Jika seorang anggota suku berdiri di samping pohon baobab tua, ia seakan tahu, sedang menatap pohon serupa yang pernah dilihat nenek moyangnya dulu. Syukur-syukur kalau bisa sekalian membayangkan tampang sang nenek moyang.
Bahkan suku-suku tertentu percaya, baobab itu penjaga wilayah teritorial yang baik. Ia juga dianggap sebagai pemilik tanah yang selalu dihubung-hubungkan dengan hujan, panen, penyakit, dan serangan binatang buas. Itulah sebabnya, orang-orang di sekitarnya bak terikat dan enggan meninggalkannya.Di Senegal, di sebuah tempat yang jaraknya 15 km dari Kota Joal, ada batang baobab yang membuka secara alami. Lubang itu dipakai sebagai kuburan orang-orang penting. Kebiasaan yang sama juga ditemui di Zimbabwe. Di sebelah utara negeri itu, ada kebiasaan suku Batonga menguburkan tokoh penting, seperti kepala suku ke dalam rongga baobab tua. Mereka juga menguburkan berbagai artifak, seperti senjata, tembikar, dan alat-alat pertanian untuk menemani kerangka sang tokoh.
Terkait:
-
Pohon Baobab 1
Senin, 7 Des '09 18:41
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
bung hakim: Bagus
-
Oo Zaki: Bagus
-
Rizki: Bagus

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat