Reinkarnasi (Edisi Trial) 7

Minggu, 29 Nov '09 16:52

 

Reinkarnasi

Berdasarkan Bahasa

Inkarnasi              = Hidup

Reinkarnasi         = Hidup kembali

Karma                   = Perbuatan

                Hubungan dari ke-3 kata di atas sangat erat sekali baik dalam agama Buddha maupun Hindu. Mengapa sangat erat? Karena dalam ajaran Buddha dan Hindu menyakini bahwa makhluk hidup mengalami siklus perputaran kehidupan atau biasa kita kenal Reinkarnasi. Adapun gambaran mudah proses reinkarnasi adalah saat hidup manusia atau makhluk lainnya menjalani kehidupan melakukan tindakan kehidupan (tingkah laku, niat, perbuatan, dan bergerak) dan inilah yang menurut saya menjadi patokan perhitungan dari reinkarnasi. Mengapa saya sampai mengatakan demikian karena hasil reinkarnasi dilihat dari karma-nya di dunia. Apabila melakukan kebaikan maka akan mendapatkan kelahiran di dunia/alam yang indah, namun jika sebaliknya yang akan terjadi adalah dilahirkan ke dunia/alam yang menderita.

Reinkarnasi dalam Buddha

                Semua makhluk hidup di alam semesta ini akan terus-menerus mengalami reinkarnasi selama makhluk tersebut belum mencapai tingkat kesucian. Seperti yang saya sampaikan di atas bahwa alam kelahiran ditentukan oleh karma makhluk tersebut. Adapun hal yang dapat mempengaruhi dalam kelahiran kembali selain karma yaitu Garuka Karma. Garuka Karma memiliki makna karma pada detik kematiannya, apabila pada saat ia meninggal dia berpikiran baik maka ia akan lahir di alam yang berbahagia, namun sebaliknya ia akan terlahir di alam yang menderitakan, sehingga segala sesuatu tergantung dari karma masing-masing.

Reinkarnasi dalam Hindu

                Dalam agam Hindu, filsafat Reinkarnasi adalah bertujuan untuk mengajarkan manusia untuk sadar terhadap kebahagiaan yang sebenarnya dan bertanggung jawab terhadap nasib yang sedang diterimanya. Reinkarnasi dalam ajaran Hindu juga mencoba memberikan pemahaman kepada makhluk hidup untuk mencoba dan memberi kesempatan untuk menikmati kebahagiaan tertinggi. Jadi dalam agam Hindu reinkarnasi dapat dikatakan sebagai proses makhluk hidup untuk mencapai kebahagiaan tertinggi dengan mengulang proses kehidupan dari hidup, mati, dan kembali hidup hingga mencapai kebahagiaan.

Proses Reinkarnasi

Pada saat jiwa lahir kembali, roh yang utama kekal namun raga kasarlah yang rusak, sehingga roh harus berpindah ke badan yang baru untuk menikmati hasil perbuatannya. Pada saat memasuki badan yang baru, roh yang utama membawa hasil perbuatan dari kehidupannya yang terdahulu, yang mengakibatkan baik-buruk nasibnya kelak. Roh dan jiwa yang lahir kembali tidak akan mengingat kehidupannya yang terdahulu agar tidak mengenang duka yang bertumpuk-tumpuk di kehidupan lampau. Sebelum mereka bereinkarnasi, biasanya jiwa pergi ke surga atau ke neraka.

Dalam filsafat agama yang menganut faham reinkarnasi, neraka dan sorga adalah suatu tempat persinggahan sementara sebelum jiwa memasuki badan yang baru. Neraka merupakan suatu pengadilan agar jiwa lahir kembali ke badan yang sesuai dengan hasil perbuatannya dahulu. Dalam hal ini, manusia bisa bereinkarnasi menjadi makhluk berderajat rendah seperti hewan, dan sebaliknya hewan mampu bereinkarnasi menjadi manusia setelah mengalami kehidupan sebagai hewan selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Sidang neraka juga memutuskan apakah suatu jiwa harus lahir di badan yang cacat atau tidak.

Akhir proses reinkarnasi

Selama jiwa masih terikat pada hasil perbuatannya yang terdahulu, maka ia tidak akan mencapai kebahagiaan yang tertinggi, yakni lepas dari siklus reinkarnasi. Maka, untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi tersebut, roh yang utama melalui badan kasarnya berusaha melepaskan diri dari belenggu duniawi dan harus mengerti hakikat kehidupan yang sebenarnya. Jika tubuh terlepas dari belenggu duniawi dan jiwa sudah mengerti makna hidup yang sesungguhnya, maka perasaan tidak akan pernah duka dan jiwa akan lepas dari siklus kelahiran kembali. Dalam keadaan tersebut, jiwa menyatu dengan Tuhan

 


Tag: sosial, pengetahuan, penjelajahan

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

begawan 0 0
Agama besar di dunia pada dasarnya terbagi dalam 2 akar yg mendasar - satu turunan abraham/ibrahim (yahudi, kristen, islam) yang mengajarkan bahwa kesadaran itu hanya terjadi satu kali dengan proses: lahir - hidup - dan mati untuk kemudian masuk surga/neraka permanen (proses linear) sedangkan yg kedua adalah hindu/buddha yang mengajarkan proses cyclical, lahir-hidup-mati-lahir kembali-hidup-mati dst sampai kita benar-benar belajar tentang hidup itu sendiri, baru bisa naik ke level berikutnya yang sering diistilahkan kesucian.

Konsekuensi dari 2 perbedaan ini cukup besar, jika kita anggap hidup ini hanya satu kali, maka kita akan berusaha sebanyak mungkin untuk meraih apa saja (bisa baik, bisa buruk), ciri utamanya adalah kita berusaha menaklukan "dunia-luar" sebanyak mungkin, karena hanya dengan demikianlah kita akan mempunyai cukup bekal/prestasi untuk "surga/neraka".

Sedangkan pada konsep cyclical, mereka lebih berusaha menaklukan "dunia-dalam" bukan mencari keluar dan berusaha merubah dunia ini (oleh karena itu mereka lebih sering terlihat bermeditasi). Dengan konsep ini, apapun hasil/prestasi yang anda dapat [baik/buruk] tidak akan berarti apa-apa kalau anda sebenarnya tidak belajar tentang kehidupan ini.

Saya hanya ingin berbagi pemikiran dengan anda sekalian ...
semoga bermanfaat.
BJ 0 0
@: dab FF Haq: Satria Baja Hitam (Berubah)...
FF Haq 0 0
Yups mungkin itu yang terbaik : )
sisca civitas 0 0
hehehe..
jd inget serial ksukaanq KERA SAKTI.

cu pat kai,, dpt hkuman brpuluh2 kali reinkarnasi..
gra2 skandalnya dg putri cang e'..
ha3x..

tpi sy sih tdk prcya dg reinkarnasi..
hmmmm.. =)
FF Haq 0 0
Agh....
Kamu aja yang lupa kali....
Kalau gak salah dulu jadi katak ya...........
: p
sisca civitas 0 0
mugkin kaLi ya...
jgan katak..

mending uLet BULu dch..
(,..iiiihhhh,, giLo dewe aq..)
FF Haq 0 0
Memang kamu kalau melakukan segala sesuatunya lambat ya????
Xixixixixixixi
: p

Silahkan login untuk memberikan pendapat