Mengasah softskill melalui organisasi 2

Jumat, 13 Nov '09 22:10

 

Akhir-akhir ini kebanyakan mahasiswa menilai beraktivitas dalam organisasi telah menyebabkan prestasi akademis menurun. Munculnya pandangan ini tentu saja tidak terlepas dari temuan-temuan terhadap para aktivitis organisasi yang tidak menonjol di perkuliahan dikarenakan lebih enjoy di organisasi ketimbang kuliahnya. aktivitas organisasi dan perkuliahan yang tidak seimbang berakibat pada euforia yang berujung melalaikan tugasnya sebagai seorang akademisi.

Mahasiswa Dan Organisasi

Namun, stigma seperti ini tidak sepenuhnya benar. Alangkah baiknya kita tela'ah pengertian organisasi agar tidak terjadi missunderstanding. Secara sederhana, organisasi bermakna sekumpulan orang (dua orang atau lebih) yang mempunyai tujuan.

Memang dilihat secara kasat mata, organisasi hanyalah sebuah simbol yang bisu, tidak bisa memberikan apa apa. Karena hidup matinya tergantung pada orang yang ada didalamnya. Namun, bila dilihat lebih cermat secara mendalam, media ini sangat efektif dalam mengakomodir kebutuhan serta potensi masing-masing individu.

Sedangkah Mahasiswa merupakan kaum intelektual muda yang mempunyai tanggungjawab moral terhadap masyarakat. Diyakini ataupun tidak, mahasiswa dipandang lebih oleh masyarakat karena ia dipercaya sebagai penerus generasi bangsa untuk menyelesaikan kompleksitas masalah yang terjadi di masyarakat.

Di dalam perjalanannya di kehidupan masyarakat kampus, tentu saja banyak kesenjangan yang terjadi, baik itu dilakukan oleh penguasa itu sendiri, maupun elemen-elemen yang lain seperti birokrasi yang korup, dosen yang kurang berkualitas, jadi mau tidak mau, suka tidak suka, mahasiswa harus berhadapan dengan masalah-masalah itu. Berawal dari temuan masalah-itulah muncul keinginan untuk berdiskusi menganalisa problematika yang harus diselesaikan.

Realitas Kehidupan sosial masyarakat seperti halnya di atas sebenarnya juga terjadi di masyarakat luas. Segala yang terjadi dikampus juga merupakan refleksi dari fenomena yang ada di masyarakat. . Seperti halnya di masyarakat luas. Jika di masyarakat terdapat kelas sosial, Didalam kampus juga terdapat sistem sosial layaknya sebuah sistem negara yang mengatur tatanan kehidupan bermasyarakat.

Pentingnya Berorganisasi

Disinilah pentingnya peran organisasi dalam melakukan setiap gerakan dalam analisa semacam fenomena sosial diatas karena aktivis organisasi dirangsang untuk terbiasa bersinggungan dengan pelbagai problematika sosial secara langsung sekaligus menggugah nalar kritis sehingga ketika mereka berhadapan langsung dengan masyarakat, tidak ada rasa canggung untuk mengaplikasikan ilmunya sebagai bentuk pengabdiannya kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Nilai lebih organisasi lainnya yakni banyak hal yang dapat di gali. notabene Skill ini jarang dimiliki orang pada umumnya karena ini berhubungan dengan soft skill yang hampir tidak didapatkan di bangku kuliah. Kemampuan itu meliputi keberanian, kecakapan dalam mengorganisir, kemampuan berkomunikasi dan bahasa, bekerja dalam satu team, serta kemampuan memimpin dan dipimpin. Disamping itu, dalam organisasi potensi apa saja dapat ditampung serta disharingkan kepada orang lain sehingga bermanfaat. Begitu pula dengan ilmu kefakultasan dapat pula diperdalam disini melalui ruang diskusi dengan beragam metode.

. Bagi mahasiswa yang notabene pragmatis memilih enggan berkecimpung di organisasi. Lagi-lagi karena organisasi dipahami tidak mampu menjawab kebutuhan akademis. Dengan mengandalkan ilmu dari perkuliahan dan indeks prestasi yang tinggi, kalangan ini sudah merasa cukup untuk menjalani tantangan kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.

Begitu juga sebagian mahasiswa ada juga mengaku takut ketika masuk sebuah organisasi dikhawatirkan waktunya untuk belajar akan terganggu yang pada akhirnya berpengaruh kepada lamanya studi. memang ada sebagian kecil mahasiswa yang teledor kuliah akibat terlalu sibuk mengurus organisasi. Tapi fakta di lapangan juga membuktikan, betapa banyak pegiat organisasi yang berhasil lulus tepat waktu dengan indeks prestasi yang sangat memuaskan.

Berarti tuduhan negatif tentang organisasi ini tidak dapat dibuktikan secara komprehensif. Dari fakta yang ada hanyalah bagaimana usaha setiap individu dalam mengatur waktu sehingga dapat menyeimbangkan (balanching) antara perkuliahan dan organisasi supaya sinergis.

Selamat Berjuang di Organisasi !!!

 


Tag: motivasi

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Terkait:

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rizki 0 0
Sepakat kawan Ayix...
IPK bisa dicari kawan, tapi untuk kemampuan soft kill tak bisa dicari langsung harus diasah, dikembangkan dan diaplikasikan : ))
Fandy Lasinrang 0 0
sip!

Silahkan login untuk memberikan pendapat