Ramai-ramai Jadi CICAK 3
Kamis, 5 Nov '09 15:30
"...cicak kok mau melawan buaya..."
(Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol. Susno Duadji, Majalah TEMPO 6-12 Juli 2009)
_______________________________________________________________________
Beberapa hari ini, istilah Cicak dan buaya menjadi perhatian unik tatkala Cicak dikatakan akan melawan Buaya. Yang pasti, bukanlah cicak dan buaya yang sesungguhnya. Cicak merupakan gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK yang muncul sebagai respons pernyataan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Polisi Susno Duadji dalam wawancara majalah Tempo Edisi 6-12 Juli 2009 yang mengatakan KPK sebagai Cicak, sementara Kepolisian adalah Buaya.
Pertarungan kedua kubu tersebut kini kian memanas. Cicak akhirnya mendapatkan dukungan yang luas dari berbagai pihak dan kalangan. Facebooker telah terang-terangan membentuk sebuah grup yang menyatakan dukungannya pada dua pimpinan nonaktif KPK. Bibit Samad Riyanto dan Candra Hamzah. grup tersebut kini beranggotakan lebih dari 850.000 anggota. semua telah bersedia menjadi cicak, bukti wujud cinta mereka pada kinerja KPK selama ini. selain itu aksi-aksi solidartas cicak kerap kali dilakukan. Sebagian besar masyarakat talah menyatakan dukungannya pada KPK. Yang paling menarik, ringtoon KPK didadaku baru-baru ini menjadi sebuah tran baru. ringtoon itu dibuat sebagai bentuk dukungan nyata kepada KPK.
Ternyata, sekarang kebenaran itu mulai terkuak. ramai-ramai menjadi cicak. buaya pun pasti kalah.
____________________________________________________________________
Terkait:
-
Minah dan Korupsi
Senin, 14 Des '09 12:15 -
Menangkap dan Mengadili Presiden SBY
Rabu, 11 Nov '09 21:44 -
Menangkap dan Mengadili Presiden SBY
Rabu, 11 Nov '09 21:43


Komentar:
saya rasa kita terlalu sering nonton berita di tv2 yang sibuk menaikkan ratingnya.
hmmmmmmm......
banyak kasusu kerakyatan lainnya yang dilupakan: lapindo, penggusuran, kelaparan, upah buruh, BHP, dll...
gak pernah ada dukungan sebnayak ini untuk kasus2 yang benar2 menyentuh akar permasalhan rakyat kecil...
Kasus cicak, kadal, komodo, buaya, brontosaurus ini terlallu politis buat pedagang kaki lima, buat buruh pabrik, TKI dan para peminta2 di jalan2
Tak lama berselang dari kekalahannya sang buaya pun kembali menghimpun kekuatannya dan memohon bantuan kepada iblis (entah siapa). akhirnya sang buaya memiliki keberanian untuk melawan sang cicak kembali.
mungkin ini jalan sekenario yang sendang berlangsung, kalau gak salah ini mirip seperti sinetron yang selalu ditayangkan oleh beberapa stasiun tv swasta, lalu siaa sutradaranya??? dia telah berhasil menyedot banyak penonton dan menampilkannya diseluruh stasiun tv.
salut bagi sang sutradara, namun saya sedang memikirkan siapakah yang menonton ini sambil makan snack, minum soda, dan tertawa dengan semangat?
Silahkan login untuk memberikan pendapat