Panjang Tulisan Berita PERSMA.COM 12
Senin, 2 Nov '09 19:29
Panjang tulisan perlu dan sangat penting untuk dipertimbangkan dalam menulis. Terutama tulisan blog yang bersifat on-line. sebagian besar pembaca online tidak memiliki waktu yang cukup lama untuk membaca tulisan yang panjang. apalagi tulisan yang memiliki kata pengantar yang dahsyat. biasanya pembaca hanya akan membaca judul dan berusaha mencar inti tulisan saja.
pembaca on line tidak selalu terdiri dari kalangan yang memiliki fasilitas lengkap. masih banyak pembaca/penulis online menggunakan jasa warnet. hal tersebut akan sangat berpengaruh pada berapa lama mereka menyisihkan waktu untuk membaca.
jadi dari itu. saya sempat mendapatkan pelajaran dari situs jurnalistik lain seperti http://www.okezone.com atau http://www.detik.com atau http://liputan6.com dan situs berita lainnya hanya menyampaikan berita dalam tiga sampai empat paragraf singkat saja. Jadi, tulisannya langsung pada konflik dan berita yang ingin disampaikan. tidak bertele-tele dan informasi mudah untuk di dapat.
_____________________________________________________________________
Tag: saran saja

Komentar:
Dua, jurnalisme, sejak awal merupakan bagian dari jembatan dialogis yang dibangun dari kualitas data memadai. Persmacom boleh cepat, singkat, ringkas, tapi maaf, tidak dangkal. Ketika membaca tulisan ringkas (hard news adalah pengecualian), saya seperti ingin sekali makan pisang tapi yang ketemu malah kulitnya. Dan kulit pisang itu pahit.
Tiga, ini situs alternatif. Artinya harus mampu menyediakan sesuatu yang tidak mampu diberikan oleh situs mainsteam.
"biasanya pembaca hanya akan membaca judul dan berusaha mencari inti tulisan saja."
Kutipan di atas saya anggap sinonim dari malas membaca.
Makanya saya nggak pernah menjadikannya sebagi refrensi untuk sebuah tulisan, karena berita, terutama di kompas.com, menurutku cuma berita singkat yang asal untuk memenuhi space ruang bacanya aja....
mudahan persma bisa lebih mendalamlah, agak panjang gak papa...singkat tapi padat juga gak papa...
yang enting bermutu, berkualitas dan berkelas.
hehehehehehehhhhhhe
Makanya saya nggak pernah menjadikannya sebagi refrensi untuk sebuah tulisan, karena berita, terutama di kompas.com, menurutku cuma berita singkat yang asal untuk memenuhi space ruang bacanya aja....
mudahan persma bisa lebih mendalamlah, agak panjang gak papa...singkat tapi padat juga gak papa...
yang enting bermutu, berkualitas dan berkelas.
hehehehehehehhhhhhe
Aha Gambreng keliru.
mau pendek,
mau kecil,
mau besar,
kalo udah masuk pasti enak
apalagi di bumbui desahan2
uh... mantap bget bro...hahaha
nah, kira-kira kedua-duanya saya kira sudah ada di persma.com ini. Cukup perpecahan PWI dan AJI menjadi pelajaran bagi sekalian insan pers Indonesia, saya kira begitu bung. betul nggak?
hahahahaha...
tua2 keladi, main tua makin fungky...
yeaaaaaaaaah!
sory, cintaku tak bisa dibagi2..
gmn kalau itu aja......
ben cepet ngono je.....
Silahkan login untuk memberikan pendapat