T-SHIRT VS RUU KAMPUS 15
Selasa, 27 Okt '09 01:04
T-SHIRT VS RUU KAMPUS
Akhirnya dendam terbalaskan , seminggu pake T-shirt pas kuliah hehehe… coba deh pikir siapa yang ga’ sebel jaman sekarang nih , bumi kita lagi digerilya serangan panas dari sinar matahari plus serangan bau tak sedap dari BB (bau badan) temen-temen kita di kampus . udah gitu masih aja ada peringatan secara lisan ataupun tulisan dari para orang tua angkat kita di kampus (dosen maksudnya.) untuk memakai baju yang sopan (diulangi : Baju yang sopan)
Ngomong-ngomong tentang baju yang sopan , marilah kita membahasnya bersama . semua bilang baju yang sopan harus berkerah dan tentu saja berlengan , just try remember pas waktu kuliah banyak temen- temen pake T-shirt ga’ berkerah (bahasa romawi-nya kaos oblong) , tapi ga’ cuma gitu mereka juga pake jacket untuk mengelabui dosen agar dianggap kalo mereka pake baju yang semestinya. kalo dipikir ide seperti itu bagus juga tapi resikonya mau berpanas ria karena ketebalan apa yang dia pake atau harus literan parfum dan deodorant , repot banget kan . seperti contoh apa yang dikatakan seorang cewek cakep yang menjadi sumber kita yang tidak sengaja kita temuin lagi kuliah di FE UNEJ dengan mamakai baju model U can see (smoga ga’ salah nulis) dan rok mini yang sexy abis :
“aku pake baju gini ga’ apa-apa koq . ga’ ada masalah lagian aku pake jacket bukannya takut diomelin dosen , tapi karena panas takut kulit jadi item gitu aja koq”. Trus kalo diomelin gimana ? “Tenang aja ga’ bakalan , kalo ngomel tinggal disenyumin dikit udah beres koq”. Trus kalo yang omelin Bu Am**ah gimana ? ”Hah..., jangan sampe deh belum senyum bisa-bisa udah mati duluan , ih... takut” .
Sebenarnya kacau juga sih kalo diomongin panjang lebar kaya gitu , ga’ bakal ada yang mau ngalah kalo diperbandingkan antara peraturan yang udah dibuat dengan kenyamanan yang dikonsumsi seseorang dikarenakan suka atau kegilaan pada baju itu sendiri dan trend fashion yang sedang marak dan ngebuming sehingga dituntut untuk fashionable , contohnya sekarang ini lagi trend-nya model-model Emo , akhirnya banyak temen-temen yang pada bergaya Emo . mari kita lihat bagaimana sejarah t-shirt itu sendiri.
SEJARAH T-SHIRT:
Munculnya kaos oblong yang juga disebut T-Shirt pertama kali pada dekade 1950-an, ternyata membuat kegemparan. Pasalnya, pakaian jenis ini semula merupakan jenis pakaian dalam pria, tetapi tiba-tiba saja aktor film Marlon Brando berani mengenakannya secara terbuka di depan publik. Panggung Broadway kontan menjadi gempar, karena Brando tampil dengan kaos warna abu-abu melekat di tubuhnya, sehingga kekar dan lekuk tubuhnya terlihat di balik kaos oblong yang dikenakannya. Saat itu ia tampil memerankan tokoh Stanley Kowalski dalam ''A Streetcar Named Desire'' karya Tennesse William. Sebagian penonton berdecak kagum, tapi sebagian lagi menganggap penampilan Brando tak sopan dan keterlaluan.
setelah peristiwa itu, muncul lagi poster Marlon Brando mengenakan kaos oblong dipadu dengan celana panjang blue jeans dan jaket kulit pada 1954. Penampilan ini menyebabkan Brando terlihat begitu jantan. Rupanya penampilan Brando dalam poster membuat daya tarik tersendiri bagi anak-anak muda, sehingga banyak kaum muda meniru penampilannya. Sejak itulah mulai muncul dukungan terhadap penggunaan kaos oblong di depan umum. Aktor film James Dean kemudian tercatat menggunakan kostum kaos oblong dalam film "Rebel Without A Cause". Lembaga Baju Dalam (Underwear Institute) pada 1961 juga turut ambil bagian dalam mengkampanyekan kaos oblong, agar masyarakat bisa menerima kaos oblong tidak hanya sebagai baju dalam, tetapi juga sebagai baju luar.
Hasilnya bisa dilihat sekarang, kaos oblong ini tidak lagi hanya digunakan sebagai seragam kerja para kelasi angkatan laut Amerika saat PD II, tetapi di mana-mana orang sudah tidak malu lagi menggunakan kaos oblong untuk berolah raga, rekreasi, berbelanja, bahkan untuk kuliah di kampus. Dalam kegiatan kampanye pemilu, partai-partai politik juga menggunakan kaos oblong sebagai seragam kampanye, lengkap dengan lambang partainya.
Kaos oblong kini banyak digemari, karena sifat pakaian ini tidak formal, bisa digunakan pada waktu santai dan sportif, karena menampilan postur tubuh pemakai apa adanya di balik kaos oblong yang dikenakannya. Dan yang tidak kalah pentingnya, pakaian jenis ini sangat cocok dikenakan dalam hidup di iklim tropis seperti di Indonesia. Karena itulah pakaian jenis ini bisa digunakan dari waktu ke waktu, bahkan bisa menyesuaikan dengan trend mode yang berkembang di masyarakat.
FUNGSI LAIN T-SHIRT:
Komunikasi Visual
Kaos oblong kini memang ngetrend dan fungsiny sudah banyak berubah. Dulu kaos oblong memang merupakan pakaian dalam pria yang tidak perlu dipertontonkan. Tetapi sejak aktor film Marlon Brando pada 1954 menggunakan kaos oblong yang dipadu dengan celana blue jeans tampil secara terbuka dan menarik perhatian kaum muda, maka kaos oblong pun menjadi sangat digemari. Kini tidak hanya kaum muda saja yang menggunakan kaos oblong, tetapi juga kaum tua, wanita dan anak-anak.
Jadi, kaos oblong sangat terbuka bagi siapa saja. Melalui media kaos oblong dapat diangkat fenomena yang terjadi di masyarakat pada desain permukaannya. Seperti para aktivis yang menyuarakan suara hatinya, seperti para suproter sepak bola yang bangga mengenakan kaos kesebelasan pujannya, atau para pecinta musik mengenakan kaos grup musik kebanggaannya yang sedang pentas. Termasuk para simpatisan partai yang fanatik dengan kaos partai pilihannya. Serta para pengusaha, dapat memanfaatkan kaos oblong sebagai media promosi produk yang dijualnya.
Sedangkan bagi para desainer dan seniman, dapat memanfaatkan kaos oblong sebagai media untuk mengekspresikan ide-ide atau gagasannya pada permukaan kaos oblong untuk berkarya. Karena itulah kaos oblong merupakan salah satu media untuk mengekspresikan kreativitas desain komunikasi visual.
Satu lagi sekarang di negara kita lagi dilanda masalah adanya RUU anti pornografi , yang salah satu dari isinya semua perempuan dituntut untuk memakai baju yang tidak membuat nafsu para pria meraung . seperti contoh yang dikatakan para pencipta RUU adalah rok mini , tank top , U can see , dan bahkan untuk para gadis yang berlibur ke pantai dilarang memakai Bikini , padahal Bikini dibuat oleh para deseigner khusus hanya untuk dipakai di pantai . di salah satu isi RUU tersebut dikatakan kalau kita harus memakai baju yang layak dan sesuai dengan tempat yang kita datangi . dengan adanya RUU tersebut jika dipikir dengan kepala dingin itu artinya mereka bermaksud meniadakan konsumsi akan baju-baju sexy yang dibuat untuk para kaum Eva . dengan itu juga RUU tersebut juga bermaksud mematikan Fashion . di pembicaraan RUU beberapa waktu yang lalu para pencipta RUU mengatakan kalau tidak akan mengganggu berjalanya fashion event . coba pikir kalau mereka berniat meniadakan baju-baju sexy itu lantas apalah gunanya diadakan fashion event tersebut dan apa gunanya para desaigner yang berkreasi di negara kita dan membawa nama negara kita menjadi salah satu negara fashion terbesar dan terkenal dan apa gunanya kalau baju yang dibuat hanya dipamerkan di atas catwalk dan tidak dipakai sehari-hari oleh para Eva .
Cukup bicara untuk RUU bego yang tercipta hanya karena emosi dan nafsu yang tidak bisa ditahan oleh para pencipta terhormat . sekarang kita kembali dengan kenyamanan kita memakai baju yang kita suka tentunya di saat-saat kuliah berlangsung . Emang santai banget pake T-shirt ke kampus selain itu juga nyaman , simpel , ga’panas , dan ga’ribet . para sesepuh di kampus membuat peraturan untuk memakai baju yang sopan saat para mahasiswa dan mahasiswinya berada di kelas atau ada urusan kantor di kampus . memakai baju sopan bersepatu bahkan ada dosen yang memperhatikan pakai kaos kaki atau tidak , saya tidak akan menyebut siapa karena takut anda tertawa . dari pengalaman memakai T-shirt dari seorang cowok yang ternyata orangnya rajin masuk kuliah dan selalu patuh kepada orang tua mengatakan demikian ”Nyantai aja lagi di Jakarta aja semua anak-anaknya kalo kuliah pake T-shirt koq , trus kenapa disini ngga boleh padahal disana jauh lebih berkelas daripada di Jember , lagian pake T-shirt sebenarnya sopan juga asal pakenya yang bener , ga’kedodoran , bagus diliat bersih , ga’ kotor , dan bener-bener memberi kesan baik dan ga’ urakan”.
Nah’ sekarang kita tau gimana T-shirt sebenarnya dapat memberi kesan baik dan membuat pembawaan diri kita ke arah yang positif . kita tau kalo kampus ingin kita belajar disiplin dan dapat membawa citra mahasiswa seperti kita berkualitas dan siap menghadapi kedewasaan yang akan kita tempuh . tapi apakah kedewasaan harus identik dengan kerah baju yang melingkar dileher seseorang ? dan ditingkat selanjutnya untuk kriteria dewasa yang mapan diindentikan dengan dasi yang melingkar di leher seseorang ?
Terkait:
-
BERJILBAB TAPI BER-HOTPANTS(SEBUAH REALITA JILBAB MASA KINI)
Selasa, 27 Okt '09 00:47 -
Nasib Wayang diketawakan dan ditinggal anak muda
Sabtu, 24 Okt '09 22:01
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Rizki: Biasa
-
Irwan Bajang: Bagus
-
Fajar Kelana: Biasa
-
erik sinaga: Biasa
-
Oo Zaki: Biasa
-
matasapi:
-
FF Haq: Bagus
Komentar:
cuma ada satu aja dosen kolot yang gak ngebolehin...
lagian kampus sialanku ini isinya anak2 gaul, jadi kalau t-shirt dilarang, ntar anak gaulnya gak pada kuliah di situ, kampus jadi sepi, malah bangkrut kampus yang komersil ini...
saya juga kalo kuliah pakai sendal jepit...nah pas diprotes, saya jawab aja ketus: kuliah kan pakai otak, bukan kaos atau sepatu!
mungkin tulisan ini mencoba mengajak kita untuk melawan mitos dunia modern. mitos yang yang diciptakan pemodal dengan bantuan media.mitos tentang apa itu rapi, bagaimana cantik, dan gaul (?).
tapi ya, saya hanya mengira2 saja.
RUU yang dimaksud adalah peraturan kampus,
betul sekali tulisan ini mencoba melawan mitos dunia ,modern,mitos dimana baju rapi adalah kemeja,jas,dan rambut klimis,hahah,tapi senernya kaos juga bisa diciptakan menjadi fashion yang rapi...
@irwan bajang: saya sebenarnya sepakat dengan anda..tapi ada beberapa hal yang tidak saya setujui. ok kuliah memang pakek otak..tapi gak seekstrim itu lah...entar kalau semuanya mau suka-suka nasib institusi gimana donk? kan bisa kacau...
lagian kalau mau jujur, apa susahnya sih cuman mematuhi peraturan harus pakek kemeja? kalau aku setuju. sebab: kemeja lebih bersifat resmi dan lebih panjang (baik dari segi lengan maupun ke bawah). kalau kaos oblong: kebanyakan sekarang sepinggang dan lengannya pendek...kalau duduk apalagi membungkuk, celana dalamnya kelihatan (bahkan sampek bokong)..
tapi semua memiliki penilaian sendiri2....
kita ini terlalu mementingkan sopan santun sih..
makanya, hal yang lebih urgen, seperti pengembangan otak untuk berpikir malah bukan jadi prioritas
sejak lahir sudah suka pakai kaos oblong..
masak untuk sekolah saja harus ganti selera berpakaian?
hehehehe
percaya gak percaya, di kampusku itu semacam itu..
saya stress, kampus seolah kayak mall aja..sialan...
hehehee, malah kawan2 di kampus lain sengaja datang cuma buat liat cewek2 di kampusku, katanya banyak ayam di situ...ckckckckk
Apa bedaX mahasiswa yg mw blajar ama remaja yg mau k diskotik?
Apa bdaX mahasiswa yg mw blajar dgn orang yg ga berpendidikan?
Apa bdaY mahasiswa yg mw blajar dgn orang xg maw gaya gayaan.
Menurutku kmeja itw adalah sebuah inisial yg sharusX d pake untuk hal hal yg positif.
mereka, yang mencoba menyeragamkan pola pikir dengan kuasa media, membuat pengertian dengan mitos2 tentang bagaimana yang seharusnya. apa itu yang disebut cantik, apa itu rapi. yang sebenarnya jika ditelaah merupakan usaha untuk melanggengkan kekuatan modal. agar pemutih wajah laku, shampoo yang membuat rambul lurus laku. dsb.
persoalannya apakah manusia2 kampus itu mempunyai pilihan, mereka berpakaian dengan sadar ataukan pengaruh hegemoni_yang dutasbihkan dengan peraturan tentang rapi_memakai kaos atau kemeja karena kesadaran ataukah agar terlihat rapi, atau gaul, yang merupakan bentukan mitos2 modern.
kalau memang sadar ya oke2 saja. tapi apa iya?
Apa bedaX mahasiswa yg mw blajar ama remaja yg mau k diskotik?
sama aja, gak ada bedanya, yang beda cuma tujuannya aja. yang ke kampus kuliah, yang ke diskotik mabok!
Apa bdaX mahasiswa yg mw blajar dgn orang yg ga berpendidikan?
Sama aja, apa hubungannya? masak kalau saya pemuda gak kuliah saya gak boleh rapi. Memang mahasiswa aja yang boleh rapi? hehehe
Apa bdaY mahasiswa yg mw blajar dgn orang xg maw gaya gayaan?
sama aja..ke kampus gaya2an juga banyak, kan yang penting otaknya.
Kalau menurutku kemeja bukan ukuran untuk melakukan hal positif, itu udah jadi kebiasaan kita aja. Banyak copet pakai kemeja, gigolo2 itu malah pakai kemeja rapi2....
saya sama sekali nggak suka pakai kemeja ke kampus...saya nggak pakai deh, ada 1 dosen yang gak boleh pakai kaos...saya nggak pilih dia pas isi KRP...
lah, saya lebih senang diskusi di luar kampus, gak pakai kemeja tapi ilmunya lebih banyak.
Kalau pakai kemeja kelihatan rapi mungkin ya, tapi kalau itu syarat satu2nya dan mengabaikan kaos, saya nggak sepakat. Di Zaman koboy, pada pakai kemeja tuh ke hutan buat cari rumput.heheheehe
diskusinya asik, tiap orang punya pendapat masing2...sah2 aja...
lanjut Coy
hahaa...
Mencari pembelaan
Silahkan login untuk memberikan pendapat