GEMPA ANTARA MALAPETAKA DAN KEJADIAN ALAMIAH 3

Senin, 26 Okt '09 00:37

GEMPA ANTARA MALAPETAKA DAN KEJADIAN ALAMIAH

Jam 06.00 am,udara masih sangat dingin,saya masih tertidur lelap,terbangun kaget ketika suara gaduh terjadi,dan saat  membuka mata,pandangan seperti berputar-putar dan badan terasa bergoyang-goyang,terdengar orang-orang berteriak,gempaaa..gempaaaa,,,,!!!!!!!!,saya pun meloncat dari kasur,dan segera keluar rumah.sungguh mengerikan melihat gedung didepan rumah seperti mau roboh saja,dan dengan segera ayah saya menelepon bmg,ternyata telah terjadi gempa berkekuatan 6,3 skala ritcher,dengan pusat gempa 171 km nusa dua bali,begitulah pagi itu pengalaman gempa besar yang saya rasakan, sya masih menyimpan rasa takut akan gempa susulan terjadi,mengingat betapa mengerikannya dampak terjadinya gempa.terjadinya gempa ini apakah sebuah malapetaka yang diturunkan oleh tuhan atau  merupakan kejadian alamiah yang terjadi dibumi.

untuk Itu mari kita lihat bagaimana proses terjadinya gempa bumi:

Ø  Apakah gempa itu ?

            Gempa adalah pergeseran tiba-tiba dari lapisan tanah di bawah permukaan bumi. Ketika pergeseran ini terjadi, timbul getaran yang disebut gelombang seismik. Gelombang ini menjalar menjauhi fokus gempa ke segala arah di dalam bumi. Ketika gelombang ini mencapai permukaan bumi, getarannya bisa merusak atau tidak tergantung pada kekuatan sumber dan jarak fokus, disamping itu juga mutu bangunan dan mutu tanah dimana bangungan berdiri.


Ø  Dimanakah gempa terjadi ?

            Lapisan litosfir bumi terdiri atas lempeng-lempeng tektonik yang kaku dan terapung di atas batuan yang relatif tidak kaku. Daerah pertemuan dua lempeng atau lebih kita sebut sebagai plate margin atau batas lempeng, disebut juga sesar. Gempa dapat terjadi dimanapun di bumi ini, tetapi umumnya gempa terjadi di sekitar batas lempeng dan banyak didapat sesar aktif disekitar batas lempeng. Titik tertentu di sepanjang sesar tempat dimulainya gempa disebut fokus atau hyposenter dan titik di permukaan bumi yang tepat di atasnya disebut episenter.

Ø  Mengapa terjadi gempa ?

            Lapisan paling atas bumi, yaitu litosfir, merupakan batuan yang relatif dingin dan bagian paling atas berada pada kondisi padat dan kaku. Di bawah lapisan ini terdapat batuan yang jauh lebih panas yang disebut mantel. Lapisan ini sedemikian panasnya sehingga senantiasa dalam keadaan tidak kaku, sehingga dapat bergerak sesuai dengan proses pendistribusian panas yang kita kenal sebagai aliran konveksi. Lempeng tektonik yang merupakan bagian dari litosfir padat dan terapung di atas mantel ikut bergerak satu sama lainnya.Ada tiga kemungkinan pergerakan satu lempeng tektonik relatif terhadap lempeng lainnya, yaitu apabila kedua lempeng saling menjauhi (spreading), saling mendekati(collision) dan saling geser (transform).

Jika dua lempeng bertemu pada suatu sesar, keduanya dapat bergerak saling menjauhi, saling mendekati atau saling bergeser. Umumnya, gerakan ini berlangsung lambat dan tidak dapat dirasakan oleh manusia namun terukur sebesar 0-15cm pertahun. Kadang-kadang, gerakan lempeng ini macet dan saling mengunci, sehingga terjadi pengumpulan energi yang berlangsung terus sampai pada suatu saat batuan pada lempeng tektonik tersebut tidak lagi kuat menahan gerakan tersebut sehingga terjadi pelepasan mendadak yang kita kenal sebagai gempa bumi.


Ø  Kapan gempa terjadi ?

            Gempa dapat terjadi kapan saja, tanpa mengenal musim. Meskipun demikian, konsentrasi gempa cenderung terjadi di tempat-tempat tertentu saja, seperti pada batas Plat Pasifik. Tempat ini dikenal dengan Lingkaran Api karena banyaknya gunung berapi.

            Gempabumi yang merupakan fenomena alam yang bersifat merusak dan menimbulkan bencana dapat digolongkan menjadi empat jenis, yaitu:

a. Gempabumi Vulkanik ( Gunung Api )

            Gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempabumi. Gempabumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

b. Gempabumi Tektonik

            Gempabumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu pergeseran lempeng lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari yang sangat kecil hingga yang sangat besar. Gempabumi ini banyak menimbulkan kerusakan atau bencana alam di bumi, getaran gempa bumi yang kuat mampu menjalar keseluruh bagian bumi.

c. Gempabumi Runtuhan

            Gempabumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

d. Gempabumi Buatan

            Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke permukaan bumi.

Berdasarkan kekuatannya atau magnitude (M), gempabumi dapat dibedakan atas :

a. Gempabumi sangat besar dengan magnitude lebih besar dari 8 SR.

b. Gempabumi besar magnitude antara 7 hingga 8 SR.

c. Gempabumi merusak magnitude antara 5 hingga 6 SR.

d. Gempabumi sedang magnitude antara 4 hingga 5 SR.

e. Gempabumi kecil dengan magnitude antara 3 hingga 4 SR .

f. Gempabumi mikro magnitude antara 1 hingga 3 SR .

g. Gempabumi ultra mikro dengan magnitude lebih kecil dari 1 SR .


Berdasarkan kedalaman sumber (h), gempabumi digolongkan atas :

a. Gempabumi dalam h > 300 Km .

b. Gempabumi menengah 80-300 Km .

c. Gempabumi dangkal h < 80 Km .

Berdasarkan tipenya Mogi membedakan gempabumi atas:
a. Type I :
Pada tipe ini gempa bumi utama diikuti gempa susulan tanpa didahului oleh gempa pendahuluan (fore shock).


b. Type II :
     Sebelum terjadi gempa bumi utama, diawali dengan adanya gempa pendahuluan dan selanjutnya diikuti oleh gempa susulan yang cukup banyak.


Type III:
            Tidak terdapat gempa bumi utama. Magnitude dan jumlah gempabumi yang terjadi besar pada periode awal dan berkurang pada periode akhir dan biasanya dapat berlangsung cukup lama dan bisa mencapai 3 bulan. Tipe gempa ini disebut tipe swarm dan biasanya terjadi pada daerah vulkanik seperti gempa gunung Lawu pada tahun 1979.

Di indonesia sendiri tahun 2004-2009 telah diguncang gempa berkali-kali mengingat  Indonesia merupakan wilayah kepulauan dan banyak memiliki gunung berapi dan tidak sedikit juga memakan korban karena korban mencapai ratusan ribu.

Gempa-gempa di indonesia:

·         26 Desember 2004 - Gempa bumi dahsyat berkekuatan 9,0 skala Richter mengguncang Aceh dan Sumatera Utara sekaligus menimbulkan gelombang tsunami di samudera Hindia. Bencana alam ini telah merenggut lebih dari 220.000 jiwa.

·         27 Mei 2006 - Gempa bumi tektonik kuat yang mengguncang Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah pada 27 Mei 2006 kurang lebih pukul 05.55 WIB selama 57 detik. Gempa bumi tersebut berkekuatan 5,9 pada skala Richter. United States Geological Survey melaporkan 6,2 pada skala Richter; lebih dari 6.000 orang tewas, dan lebih dari 300.000 keluarga kehilangan tempat tinggal.

·         6 Maret 2007 - Gempa bumi tektonik mengguncang provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Laporan terakhir menyatakan 79 orang tewas

·         12 September 2007 - Gempa Bengkulu dengan kekuatan gempa 7,9 Skala Richter

·         2 September 2009, Gempa Tektonik 7,3 Skala Richter mengguncang Tasikmalaya, Indonesia. Gempa ini terasa hingga Jakarta dan Bali, berpotensi tsunami. Korban jiwa masih belum diketahui jumlah pastinya karena terjadi Tanah longsor sehingga pengevakuasian warga terhambat.

·         30 September 2009, Gempa bumi Sumatera Barat merupakan gempa tektonik yang berasal dari pergeseran patahan Semangko, gempa ini berkekuatan 7,9 Skala Richter(BMG Amerika) mengguncang Padang-Pariaman, Indonesia. Menyebabkan sedikitnya 1.100 orang tewas dan ribuan terperangkap dalam reruntuhan bangunan.

 Gempa merupakan sebuah kejadian alamiah yang selalu terjadi di bumi,dan sampai saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi kapan terjadinya gempa bumi,untuk itu kita harus selalu waspada,gunakan pondasi yang baik dan tahan gempa pada rumah kita,segeralah keluar dari gedung atau rumah anda saat terjadi gempa atau berlindung pada pojok atau siku siku rumah anda.jangan termakan isu bahwa kiamat akan terjadi akhir-akhir ini,karena cuma tuhan yang maha besar dan maha tahu kapan terjadinya kiamat,pertebal iman anda.

 


Tag: science

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Rizki 0 0
Saya sepakat gempa tidak bisa dideteksi kapan datangnya, berapa skalanya, tapi yang menyedihkan orang2 pesisir pantai dan daerah rawan gempa pada umumnya susah diberi pengertian bagaimana cara menyelamatkan diri saat gempa [ini nyata dan fakta dosen saya pernah sosialisasi tapi ternyata tidak ada respon positif] saatnya kita sebagai Intelektual muda mulai bergerak : ))
Aha Gambreng 0 0
ehm... berarti bisa di deteksi ya.. trus caranya seperti apa? apa lewat Mama Lauren ngedeteknya??
Left 0 0
haha...mama lauren lagi...
sepertinya artikel ini sudah cukup menjawab bagaimana gempa itu bermula dan dimana gempa akan terjadi.


"Gempa merupakan sebuah kejadian alamiah yang selalu terjadi di bumi,dan sampai saat ini belum ada alat yang mampu mendeteksi kapan (akan) terjadinya gempa bumi,"

kurang kata "akan" mungkin y boss x) hehehe

Silahkan login untuk memberikan pendapat