Ada IPK di Balik Ujian 3
Senin, 26 Okt '09 13:59
Musim ujian telah kembali. mahasiswa dengan semangat optimisme memasuki ruangan. materi kuliah selama 7-8 kali pertemuan sudah dipersiapkan dengan baik, hafal mati. kondisi ruangan kondusif. mahasiswa sibuk pada lembar jawabannya masing-masing. Tidak terdengar suara apapun. bahkan jarum jatuh saja bisa ketahuaan saat itu. namun, kejadian ini hanya bertahan sekitar setengah perjalanan ujian saja. setelah ada mahasiswa yang malui garuk-garuk kepala. barulah komunikasi rahasia terjadi. berbagai jenis komunikasi dijalankan. baik verbal atau non verbal. yang penting komunikasi dalam ruangan itu bisa efektif.
Inilah fakta yang menghantui kegiatan ujian yang datang setiap tiga bulan menghampiri mahasiswa. sangat memprihatinkan. padahal, soal yang dibuat dosen sebenarnya adalah materi yang sudah pernah disampaikan. atau bahkan sudah sering di ulang. namun, tetap ada sebuah keganjilan yang membuat itu tetap terjadi.
selidik punya selidik. ada sesuatu hal yang mendorong peristiwa itu. sesuatu yang bersembunyi dalam ujian. ya.. IPK. sebuah penilaian mutlak akan hasil studi mahasiswa. tidak ada satu orangpun yang pernah berusaha mengusut IPK seseorang. Yang penting, jika IPK nya tinggi berarti orang itu Pintat. tidak ada aspek lain yang menentukan seorang mahasiswa pintar selain IPK. inilah salah satu pendorong terjadinya kecurangan itu. Di Indonesia, rasanya belum ada penilaian atas kejujuran. semua nilai hanya bersumber dari kumulatif hasil ujian saja. masa bodoh ujiannya seperti apa yang penting nilainya tinggi dan IPKnya bagus.
entah sampai kapan ini akan belangsung...
_____________________________________________________________________
Tag: Mahasiswa, ujian, curang, gara-gara IPK, IPK, Bagus
Terkait:
-
Pengumuman SNMPTN 2010, Mahasiswa Bertambah
Jumat, 16 Jul '10 19:57 -
Mahasiswa Bukanlah Suatu Entitas Homogen
Sabtu, 31 Mar '12 23:27 -
Inspirasi Besar: Mahasiswa Harus Bangun Solusi
Senin, 6 Feb '12 16:35
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Oo Zaki: Perlu
-
FF Haq: Responsif
-
ketoles ARBIMAPALA: Perlu

Komentar:
harusnya sampek perguruan tinggi pelajaran kejujuran atau budi pekerti itu tetap ada. menurutku, ini diakibatkan oleh kebiasaan. mulai dari sd smp sma sehingga sampek seterusnya belajar biasanya dikebut semalaman. ciri pelajar yang malas mikir malas bekerja keras (bukan menuduh). akhirnya segala cara menjadi halal. maaf kata aja. walau pelajar tsb memakai simbol keagmaan ngereppek itu bukan jadi soal. miris sekali ya...
pasti yang ditanya orang, ipkmu berapa? bukan, kamu pinter gak? atau km tau gak masalah ini? kamu ahli di situ? kalau dia bilang enggak. baru tanyan ipknya..kalau ternyata ipknya bagus (3+) pisuhin aja lah...hehehehe piss
pengakuan kami sebagai seorang kimiawan dan wati[jurusan kami kimia] terasa sangat kuat apabila ditunjang dengan nilai IPK yang tinggi, secara tidak langsung kami dijadikan orang2 yang study oriented mengejar nilai, title, kemampuan tentang kimia yang sangat dominan, sehingga ilmu2 lain hanya dianggap sebagai tambahan saja, lalu bagaiman kita mengaplikasikan ilmu kita tsbt kalo tidak ditunjang dengan yang lain, akhirnya yang terjadi yah seperti ini banyak dari kami yang pas2san. bingung mau kemana
Silahkan login untuk memberikan pendapat