Omong2 Ala Persma 14

Senin, 19 Okt '09 01:21

Liat artikel-artikel yang ditulis aktivis2 persma di web ini bener-bener menggugah hati. Sangar-sangar.

Ada yg ngomong soal pendidkan kritis dan membebaskan, ada yg bilang ttg kapitlisme pendidikan, ada yg nulis soal kesadaran kritis mahasiswa, ada yg bicara soal kultur kraton, dll.

Dahsyat-dahsyat lah, zuperrrr zekali zemuanya pokoknya. Aktivis persma, siapa yang meragukan kapasitasnya? Apalagi kalo soal omong-omong, wuihhh... mantep to, enak to?

Oya numpang nanya nih. Udah nerbitin majalah belum? Kalo udah, telat berapa lama tuh terbitnye? Bulettinnnya gimana? Masih berkala terbitnya? Hehehe... Oya, gimana anak2 baru di persma masing2? Banyak ga? Bisa dikader ga tuh? Apa jangan2 pada males baca, males nonton pelem? Eh eh eh.. gmn kabar rektorat kalian masing-masing? Masih rajin bikin proposal ke rektorat kan?

Wah wah... bravo... bravo!

Jer basuki mowo beo, ora terbit yo ora opo2 :))

 


Tag: persma cangkeman thok

Sebarkan Digg Delicious MySpace

Siapa saja yang merating artikel ini:

Komentar:

Oo Zaki 0 0
ndableg tenan: Saya suka tag-nya : D. Kalau ada rating khusus untuk tag, pasti saya rating bagus..
ndableg tenan 0 0
Oo Zaki: i lope u pull wkwkwkw
Oo Zaki 0 0
ndableg tenan: Jangan di sini.. Haha. Nanti ketauan Roy Suryo lo.. : D : D
Fajar Kelana 0 0
kalo ndak bisa nerbitin majalah ndak papa. masih ada jurnalisme cocot. hehehehe
FF Haq 0 0
setuju sekali dengan pemaparan mas fajar kelana.....
modal cocot semua bisa-bisa aja dijadikan, dari yang ada menjadi ndak ada dan yang ngak ada jadi ada...
: )
ndableg tenan 0 0
Fajar Kelana: mari sm2 ber-cocot, gak usah nulis dan liputan lagi. kalo ndak salah denger, bung Fajar Kelana: ini jg kan ga bs liputan n nulis khan ya? mknya u cocok bgt jadi pimpina jurnalisme persma cocotan wae

wkwkwkwkw
Oo Zaki 0 0
Ayo buka cocot.com, mumpung domainnya masih diparkir. Kita sama-sama mbulet di sana. FF Haq juga bisa berfilsafat di sana--mempersoalkan be dan being sampai renta.

; ))

Eh, tapi ada satu pertanyaan paling penting lo dari ndableg tenan, "gmn kabar rektorat kalian masing-masing?" Sekilas itu pertanyaan yang terdengar sederhana. Namun layak jawab.

Di sini, "rektorat" saya anggap repesentasi dari institusi pendidikan (masing-masing) secara luas. Kebijakan kampus, terlebih dalam skala mikro gak mungkin bisa dicover media umum, soal pungli misalnya. Saya gak bilang kebijakan redaksi persma harus dikembalikan ke kampus. Cuma pingin bilang, hal2 kecil macam itu harus diberikan ruang dialog yang cukup luas juga, lewat warta tentunya.

Daripada lebih banyak cocot soal kebijakan2 makro yang bebal, seperti BHP. Oke, BHP itu penting, tapi pertanyaan," gimana kabar rektoratmu" itu juga gak kalah penting. Bisa jadi lebih penting dalam konteks pengawalan.

Setelah itu, bukan gak mungkin pula situs ini akan jadi referensi utama isu-isu pendidikan, atau hal2 yang dekat dengan pendidikan.

Dengan kata lain, daripada kita yang cocot2 ra karuan, mending kasi kesempatan "rektorat" aja yang cocot, kita kebagian ngutip, mewartakan. Gimana Fajar Kelana? Wah, kayaknya hal2 macam ini teman2 Ekspresi lebih paham, karena, selain produktif, juga langganan "bermasalah." : )
FF Haq 0 0
tulisan yang baik dapat menjelaskan apa isi dan makna dari tulisan tersebut....
namun akan lebih jelas lagi apabila tulisan itu dijelaskan dengan cocot manusia yang telah dianugrahkan oleh Tuhan....
: )
jadi semangat ayo para perma cocot
Fajar Kelana 0 0
corgicot er gosum. saya nyocot, maka saya ada. hahahahahaha
Fandy Lasinrang 0 0
LPM Tempo mana?
Como Bacomboy 0 0
kyaknya konflik ini perlu diselesaikan didepan TV dengan 2 setik menjalar : D
si berang-berang 0 0
hehe,
rektorat disni lagi mbangun,
mbangun gedung,
mbangun jalan,
mbangun pager,
mbangun selokan,
cm 1 yg g di-mbangun,
"mbangun" otaknya sendiri.

qomar: berang-berang makan coklat...berangkat!
Arya Dwipangga 0 0
wah, cowok2 ini apa-apa an sich....
kalau udah lulus kuliah jadi GIGOLO yuk......
si berang-berang 0 0
maju!

Silahkan login untuk memberikan pendapat