Festival Seni Unej 2009 Urung Digelar 0
Kamis, 1 Okt '09 19:55
"Gak ikut Festival Seni?" tanya seorang kawan. Saya hanya tersenyum kecil, dan langsung membayangkan baliho-baliho berukuran besar yang dipasang pada beberapa titik strategis di Universitas Jember (Unej).
Saya jawab, "Festival Seni Unej 2009 dibatalkan, baliho-baliho yang sudah dipasang akan diturunkan."
"Lo, kenapa?"
"Festival Seni itu bermasalah, dan tidak jelas."
"Tahu dari mana?"
Saya tersenyum lagi, kali ini agak lebar. Kepadanya, saya mengaku sedikit mengikuti perkembangan Festival Seni, beberapa kali menghadiri pertemuan UKM-UKM Kesenian terkait Festival Seni, pernah juga, sekali, ke kantor Pembantu Rektor (PR) III Unej, Drs. Andang Subaharianto, MHum untuk membuka dialog perihal Festival Seni tersebut.
Festival Seni, yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 23-31 Oktober itu memang mengandung ketidakjelasan; kekacauan administratif, waktu pelaksanaan yang terkesan mendadak, konsep, bahkan di dalam proposal tidak ada lampiran rincian dana dan struktur kepanitiaan. Padahal terdapat 12 tangkai lomba yang dipersiapkan. Apakah tangkai lomba sebanyak itu bisa diatur tanpa ada struktur kepanitian yang jelas? Itulah salah satu pertanyaan yang muncul.
Terkait waktu pelaksanaan, ketika ditanya, Andang Subaharianto mengaku didesak Kabag Keuangan sehingga waktu pelaksanaan sudah tidak bisa diundur lagi. Saya hanya mengangguk meskipun kurang mengerti. Begitu pula ketika disebutkan bahwa sumber dana Festival Seni diambil dari dana DIPA, saya benar-benar tidak paham soal dana DIPA.
Sementara pelaksana teknis kegiatan dipercayakan pada Kabag kemahasiswaan dan delegasi dari UKM-UKM Kesenian.
Selepas dari ruang PR III, bersama Aank (Ecpose), kami langsung ke ruang kemahasiswaan.
"Oh, kalau soal Festival Seni jangan tanyakan ke saya, langsung tanyakan ke Pak Andang aja, kami hanya pelaksana teknis."
Jawaban pertama dari Kemahasiswaan langsung membunuh pertanyaan nomor dua dan seterusnya. Entah siapa lelaki gendut yang pertama kali saya ajak ngobrol di Kemahasiswaan itu. Dia langsung beranjak dari kursi, mendekati dan mengangkat gagang telfon, "lebih baik adek langsung bicara dengan Pak Andang, sebentar, saya hubungi Pak Andang," katanya menawarkan.
"Kami baru saja dari Pak Andang kok pak," Informasi saya sekaligus menjadi jawaban atas tawarannya tadi.
Selanjutnya kami hanya bicara santai, agak personal dan nostalgik, sambil sesekali menyisipkan Festival Seni di tengah obrolan.
Tidak mengherankan jika kemudian pada tanggal 17 September UKM-UKM kesenian yang tergabung dalam Aktifis Seni Unej melayangkan pernyataan sikap terkait ketidakjelasan festival tersebut. Sebelumnya masing-masing UKM kesenian dihubungi lewat telfon untuk segera mengirim delegasi sebagai panitia Festival Seni. Padahal waktu itu baliho Festival Seni sudah dipasang.
Pihak Universitas baru menanggapi pernyataan sikap tersebut pada hari senin (28/9), dalam bentuk lisan, dan memutuskan Festival Seni Unej 2009 diundur sampai waktu yang belum ditentukan, kemungkinan besar tahun depan. Andang Subaharianto menyatakan akan membuat surat edaran ke fakultas-fakultas terkait pembatalan tersebut.
Jika Festival Seni Unej baru dilaksanakan tahun 2010, maka otomatis sebutannya bukan lagi "diundur," tapi "batal."
Apakah Festival Seni Unej 2010, siapapun penyelengaranya nanti- entah Universitas atau UKM Kesenian -akan lebih rapi dibandingkan rencana Festival Seni Unej 2009? Soal itu, jangan tanyakan saya. Saya benar-benar tidak tahu, seperti saya tidak memahami bagaimana pola distribusi dana DIPA Unej.
Tag: Unej, DIPA, kampus, Festival Seni
Terkait:
-
Aktivis Seni Unej Layangkan Gugatan
Jumat, 18 Sep '09 06:46 -
Tidak Ada Festival Seni di Situs Resmi
Jumat, 18 Sep '09 07:46 -
Krisis Kritis
Jumat, 28 Okt '11 18:10
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Kemuning: Perlu
Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat