Boedaja Batik Toelis 10
Kamis, 17 Sep '09 01:07
Batik tulis, boedaja kita itoe, memiliki banyak tahap-tahap yang harus dilalui sebelum menjadi batik yang siap pakai. Tahap-tahap tersebut adalah nglowongi, ngisen-iseni, nerusi, nembok, mbilikri, dan mbabar. Masing-masing tahap tersebut membutuhkan ketelitian tersendi dan kecermatan yang tinggi dan teknik seni yang tinggi pula.
Tahap-tahap tersebut adalah:
ngolowongi adalah tahap awal dalam menciptakan kerangka motif batik dengan dua teknik, yaitu mola (membuat kerangka dengan pola) atau ngrujak (membuat kerangka tanpa pola).
ngisen-iseni memberi isi atau sentuhan ditel pada setiap kerangka motif batik. teknik ini ada berbagai macam yaitu nyeceki (membuat titik-titik kecil), nekoni (membuat titik-titik dengan canting berkepala empat), dan ngebyok (membuat titik-titik dengan canting berkepala tujuh).
nerusi adalah membatik pada sisi sebaliknya untuk memberi nilai lebih pada seluruh bagian kain batik. Tahap ini dilakukan setelah satu bagian kain selseai di-isen-iseni. caranya dengan meneruskan resapan tinta pada sisi luar kain mori sehingga kedua sisi kain mori memiliki ditel-ditel motif. hasil dari nerusi disebut sebagai reng-rengan batik.
nembok adalah tahap pemberian warna dan cairan lilin (Malam) pada bagian lain selain motif pokok. bagian-bagian tersebut diberi "malam" untuk mencegah warna keluar dari motif pokok dan memberi efek kontras pada bagian selain motif pokok.
Mbilikri adalah memperkuat warna pada sisi dalam kain batik. Teknik yang digunakan dalam tahap ini sama dengan teknik nembok. Resapan tinta pada bagian selain motif pokok yang berada di sisi luar kain mori diperkuat dengan memberi cairan "malam".
Mbabar adalah sentuhan akhir dalam proses membatik yang terdiri dari mbironi (memasukkan mori pada larutan nila), nyoga (melipat batik secara spiral dan memasukkan ke dalam larutan soga), nglorot (memukul-mukul batik dalam air panas untuk menghilangkan malam), ngemplang (mencuci dan menjemur batik).semoga infonya bermanfaat yah....dari pada kita berteriak ganyang malaysia mending kita belajar supaya bisa diwariskan buat anak cucu kita.
HOras
(dikutip dari kalender BTPN)
Tag: budaya
Terkait:
-
Karnaval Budaya Masyarakat Insana
Kamis, 18 Agu '11 06:55 -
Selamatkan Bahasa Indonesia!
Jumat, 20 Mei '11 15:07 -
Buku: Dari Sumber Ilmu Sampai Sumber Bencana
Jumat, 18 Mar '11 13:18
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
Oo Zaki: Penting
-
Rizki: Penting
-
Como Bacomboy: Responsif
-
hesaunderboard: Responsif
-
FF Haq: Penting

Komentar:
Mulai muncul batik2 modern tanpa seni membatik model konvensional, yah mungkin ada baiknya dengan bermacam2 batik yang muncul,nama batik kian dikenal...
Eh, kalau lagi pilek dan batik, cepat minum obat..
Silahkan login untuk memberikan pendapat